- Oleh : Budi Hartono
BOJONEGORO – Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Kabupaten Bojonegoro menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran organisasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini sekaligus memperluas kolaborasi lintas sektor.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) II HIMPAUDI Kabupaten Bojonegoro yang dirangkai dengan Workshop Menulis Buku Cerita Bergambar di Ruang Angling Dharma, Gedung Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (25/7/2026).
Mengusung tema “Sinergi HIMPAUDI Wujudkan Kepemimpinan yang Transformatif dan Adaptif Menuju Bojonegoro Bahagia, Makmur, dan Membanggakan”, kegiatan tersebut menjadi ruang konsolidasi organisasi sekaligus forum penguatan kapasitas para pendidik anak usia dini.
Kegiatan dihadiri Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah, Bunda PAUD Kabupaten Bojonegoro Cantika Wahono, Ketua PW HIMPAUDI Jawa Timur, sejumlah kepala perangkat daerah terkait, serta para tamu undangan lainnya.
Bunda PAUD Kabupaten Bojonegoro Cantika Wahono menilai, konsistensi HIMPAUDI dalam mengembangkan kapasitas pendidik merupakan bagian penting dari upaya membangun fondasi sumber daya manusia sejak usia dini.
Menurutnya, masa anak usia dini merupakan fase emas yang memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan karakter, kemampuan, dan kualitas sumber daya manusia pada masa mendatang. Karena itu, penguatan pendidikan anak usia dini tidak dapat hanya dibebankan kepada satu pihak.
Sinergi antara pemerintah, satuan pendidikan, keluarga, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan harus terus diperkuat,” ujarnya.
Ia berharap workshop menulis buku cerita bergambar tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan pelatihan, tetapi mampu melahirkan karya-karya yang dapat digunakan untuk memperkaya bahan bacaan anak sekaligus menumbuhkan budaya literasi sejak usia dini.
Saya berharap melalui pelatihan ini lahir banyak karya terbaik dari para pendidik PAUD Bojonegoro yang dapat memperkaya bahan bacaan anak-anak sekaligus menumbuhkan budaya literasi sejak usia dini,” katanya.
Sementara itu, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah menegaskan bahwa kolaborasi antara HIMPAUDI dan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro merupakan langkah strategis untuk memastikan pemenuhan hak-hak anak, termasuk hak atas pendidikan dan administrasi kependudukan.
Salah satu bentuk kolaborasi tersebut diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman antara HIMPAUDI Kabupaten Bojonegoro dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bojonegoro.
Kerja sama itu diarahkan untuk mendukung pelayanan administrasi kependudukan bagi anak usia dini dalam lingkup tugas dan peran HIMPAUDI.
Baca juga:
Nurul Azizah juga menyoroti persoalan Anak Tidak Sekolah (ATS) yang menjadi salah satu tantangan pembangunan di bidang pendidikan. Menurutnya, upaya menurunkan angka ATS membutuhkan keterlibatan banyak pihak dan tidak dapat diselesaikan hanya oleh Dinas Pendidikan.
Anak yang tidak sekolah tidak bisa ditangani oleh Dinas Pendidikan sendiri. Dibutuhkan sinergi seluruh tenaga pendidik agar mereka dapat kembali memperoleh haknya untuk mengenyam pendidikan,” tuturnya.
Dalam konteks tersebut, tenaga pendidik PAUD dinilai memiliki posisi strategis. Mereka bersentuhan langsung dengan anak-anak dan keluarga di lingkungan masyarakat sehingga dapat menjadi bagian penting dalam mendeteksi, mendorong, dan menghubungkan anak-anak yang belum atau tidak lagi bersekolah dengan layanan pendidikan yang tersedia.
Ketua PD HIMPAUDI Kabupaten Bojonegoro Siti Eriwiyati menjelaskan, penguatan organisasi dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.
Pada tahun pertama kepengurusan, HIMPAUDI memusatkan perhatian pada penguatan internal organisasi. Tahap berikutnya diarahkan pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui berbagai workshop dan pelatihan.
Selain meningkatkan kompetensi pendidik, HIMPAUDI Bojonegoro juga aktif menyuarakan aspirasi agar pendidik PAUD memperoleh pengakuan yang lebih kuat sebagai bagian dari profesi guru.
Berbagai upaya tersebut, kata Siti, turut mengantarkan HIMPAUDI Kabupaten Bojonegoro meraih penghargaan sebagai organisasi dengan tata kelola terbaik tingkat Provinsi Jawa Timur pada 2025. Pada 2026, HIMPAUDI Bojonegoro kembali masuk dalam lima besar organisasi dengan sinergi terbaik bersama pemerintah daerah.
Memasuki tahun ketiga kepengurusan, HIMPAUDI Bojonegoro membawa semangat baru untuk menjadi organisasi yang tidak hanya kuat secara internal, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Semangat tersebut diwujudkan melalui penguatan kolaborasi lintas sektor, termasuk kerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bojonegoro dalam mendukung pelayanan administrasi kependudukan bagi anak usia dini.
Di bidang literasi, HIMPAUDI juga menunjukkan komitmen melalui rencana sumbangan sebanyak 1.000 buku kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bojonegoro.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses terhadap bahan bacaan sekaligus membangun budaya literasi sejak masa kanak-kanak.
Melalui Rakerda II dan workshop menulis buku cerita bergambar, HIMPAUDI Kabupaten Bojonegoro tidak hanya melakukan evaluasi dan konsolidasi organisasi. Lebih dari itu, forum tersebut menjadi penanda semakin luasnya peran pendidik PAUD dalam ekosistem pembangunan daerah—mulai dari pendidikan, pemenuhan hak anak, administrasi kependudukan, hingga penguatan budaya literasi.
Dengan kolaborasi lintas sektor yang terus diperkuat, HIMPAUDI berupaya menempatkan pendidikan anak usia dini sebagai fondasi penting bagi terwujudnya generasi Bojonegoro yang berkarakter, berpengetahuan, dan memiliki masa depan yang lebih baik.