- Oleh : Budi Hartono
BOJONEGORO – Sebanyak 77 calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Bojonegoro mulai menjalani pemusatan pelatihan sebagai bagian dari persiapan menjalankan tugas kehormatan pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Tahapan penting tersebut secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah di Ruang Angling Dharma, Kamis (23/7/2026). Di hadapan para calon Paskibraka, ia menyampaikan pesan tentang arti perjuangan, kedisiplinan, tanggung jawab, serta pentingnya menjaga harapan dalam menghadapi setiap proses kehidupan.
Bagi Nurul Azizah, menjadi bagian dari Paskibraka bukan sekadar kesempatan untuk tampil dalam sebuah upacara kenegaraan. Lebih dari itu, tugas tersebut merupakan amanah sekaligus kehormatan yang lahir dari proses seleksi, perjuangan, doa, dan kerja keras.
Karena itu, ia meminta seluruh peserta mengikuti setiap tahapan pemusatan latihan dengan penuh kesungguhan. Menurutnya, proses pelatihan harus dimanfaatkan sebagai ruang untuk membentuk kekuatan fisik, ketangguhan mental, kedisiplinan, integritas, serta karakter kepemimpinan.
Jadilah pribadi yang memiliki semangat, tujuan, dan cita-cita. Karena yang mampu membentuk dan mengubah diri kita adalah diri kita sendiri, bukan orang lain,” pesan Nurul Azizah.
Ia menegaskan, keberhasilan seseorang tidak semata-mata ditentukan oleh keadaan maupun orang lain. Sebaliknya, keberhasilan sangat bergantung pada kemauan untuk berusaha, keberanian menghadapi tantangan, serta konsistensi dalam menjalani proses.
Baca juga:
Pesan tersebut disampaikan kepada para calon Paskibraka agar mereka tidak hanya berfokus pada tugas teknis selama latihan. Di balik barisan, gerakan, dan ketepatan langkah, terdapat proses pembentukan pribadi yang diharapkan mampu membawa nilai-nilai kedisiplinan dan tanggung jawab ke dalam kehidupan sehari-hari.
Nurul juga mengingatkan bahwa kesempatan yang diperoleh para peserta merupakan sesuatu yang patut disyukuri. Tidak semua generasi muda memiliki kesempatan untuk mengemban tugas sebagai calon Paskibraka. Oleh sebab itu, setiap tahapan pelatihan harus dijalani dengan kesungguhan dan semangat pantang menyerah.
Jika kita menjalani kehidupan dengan semangat dan disiplin, maka kita akan mampu menjadi generasi emas yang membanggakan keluarga, daerah, bangsa, dan negara,” ujarnya.
Pemusatan latihan calon Paskibraka Bojonegoro diharapkan tidak hanya menghasilkan petugas pengibar bendera yang mampu menjalankan tugas secara sempurna pada momentum peringatan kemerdekaan. Lebih jauh, proses tersebut diharapkan menjadi bagian dari investasi karakter bagi generasi muda.
Para peserta ditempa untuk tumbuh sebagai pribadi yang tangguh, berintegritas, memiliki jiwa kepemimpinan, serta mampu menghadapi tantangan masa depan dengan keyakinan dan tanggung jawab.
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap 77 calon Paskibraka tersebut dapat menjalankan seluruh proses pelatihan dengan baik hingga tiba pada puncak tugas mereka dalam upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Namun, pesan yang dibawa dari proses tersebut diharapkan jauh lebih panjang daripada sekadar satu hari pelaksanaan upacara. Sebab, di balik tugas mengibarkan Sang Saka Merah Putih, tersimpan harapan agar mereka tumbuh menjadi generasi muda Bojonegoro yang memiliki karakter kuat, daya saing, serta kemauan untuk memberikan kontribusi nyata bagi daerah, bangsa, dan negara.