- Oleh : Budi Hartono
BOJONEGORO – Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah menyampaikan pesan tegas kepada para pelajar SMKN 1 Baureno agar tidak pernah mencoba narkotika. Menurutnya, sekali seseorang terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba, masa depan yang sedang dibangun sejak bangku sekolah dapat menghadapi ancaman serius.
Pesan tersebut disampaikan Nurul Azizah saat menghadiri Sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di SMKN 1 Baureno, Kamis (10/9/2026).
Di hadapan para siswa, Nurul menekankan bahwa pelajar merupakan bagian penting dari masa depan Bojonegoro. Mereka kelak akan menjadi generasi penerus yang menentukan arah pembangunan daerah maupun bangsa.
Karena itu, masa sekolah tidak semestinya hanya diisi dengan kegiatan akademik, tetapi juga menjadi periode penting untuk membentuk karakter, membangun kebiasaan positif, mengembangkan prestasi, serta belajar mengambil keputusan yang dapat menentukan perjalanan hidup.
Nurul mengingatkan para siswa agar memiliki keberanian untuk menolak narkoba dan tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan pergaulan.
Kalau tidak ingin gagal dan ingin menata masa depan, jangan mencoba narkoba. Anak-anak yang mampu menjaga diri dan menata masa depannya adalah anak-anak yang sukses dan hebat,” tegasnya.
Ia mengatakan, keberhasilan tidak lahir secara instan. Masa depan harus dipersiapkan melalui pilihan-pilihan yang tepat sejak dini. Salah satunya dengan menjauhkan diri dari narkotika dan mengisi masa muda dengan kegiatan yang memberikan manfaat.
Sosialisasi P4GN yang diselenggarakan Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dinpora) Kabupaten Bojonegoro tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat pencegahan penyalahgunaan narkotika di lingkungan pelajar.
Baca juga:
Para siswa mendapatkan pemahaman mengenai bahaya narkotika, risiko penyalahgunaan, serta pentingnya membangun kewaspadaan terhadap berbagai bentuk dan modus peredaran narkoba yang terus berkembang.
Pendidikan mengenai narkotika sejak usia sekolah dinilai penting. Pengetahuan yang memadai diharapkan dapat membantu pelajar mengenali risiko, mengambil keputusan secara bijak, sekaligus menghindari pergaulan maupun aktivitas yang berpotensi membawa mereka pada penyalahgunaan zat terlarang.
Pendekatan pencegahan tersebut tidak hanya diarahkan untuk memberikan pengetahuan, tetapi juga membangun kesadaran bahwa menjaga diri merupakan bagian dari investasi terhadap masa depan.
Kegiatan di SMKN 1 Baureno juga dirangkai dengan pelayanan administrasi kependudukan. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bojonegoro membuka layanan perekaman KTP-el bagi pelajar yang telah memasuki usia wajib memiliki identitas kependudukan.
Pelayanan langsung di lingkungan sekolah tersebut memberikan kemudahan bagi para pelajar sekaligus mempercepat pemenuhan dokumen kependudukan bagi kelompok pemilih pemula.
Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong kesadaran tertib administrasi kependudukan sejak usia muda. Dengan demikian, kegiatan tidak berhenti pada edukasi mengenai bahaya narkotika, tetapi sekaligus menyentuh kebutuhan administratif yang penting bagi pelajar dalam memasuki fase kehidupan sebagai warga negara yang memiliki hak dan kewajiban.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah, Kepala Disdukcapil, Kepala Dinpora, Kepala Dinas Kesehatan, Ketua Satgas P4GN Kabupaten Bojonegoro, perwakilan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Bojonegoro, Camat Baureno, Ketua FKUB Bojonegoro, serta jajaran guru dan siswa SMKN 1 Baureno.
Melalui kolaborasi antara edukasi pencegahan narkotika dan pelayanan administrasi kependudukan, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berupaya membangun kesiapan generasi muda secara lebih menyeluruh.
Pelajar diharapkan tidak hanya memiliki pengetahuan untuk melindungi diri dari bahaya narkotika, tetapi juga tumbuh sebagai generasi yang berkarakter, berprestasi, disiplin, serta memiliki kesadaran terhadap hak dan tanggung jawab sebagai warga negara.
Pada akhirnya, pesan yang disampaikan pemerintah daerah sederhana tetapi mendasar: masa depan tidak cukup hanya diimpikan, tetapi harus dijaga dan dipersiapkan sejak sekarang.