Home Daerah

TP PKK Bojonegoro Tinjau Sentra Gerabah Rendeng dan Wisata Petik Melon KW Farm, Dorong Penguatan Ekonomi Kreatif dan Pertanian Modern

by Media Rajawali - 10 Juni 2026, 02:44 WIB

  • Oleh : Budi Hartono 

BOJONEGORO – Komitmen dalam mendorong pengembangan potensi ekonomi lokal terus diperkuat Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Bojonegoro. Melalui kunjungan lapangan ke sentra wisata edukasi gerabah di Desa Rendeng dan Wisata Petik Melon Omah Melon Premium KW Farm di Kecamatan Malo, Selasa (9/6/2026), TP PKK tidak hanya meninjau aktivitas usaha masyarakat, tetapi juga memberikan dukungan nyata terhadap pengembangan sektor ekonomi kreatif dan pertanian modern yang menjadi kekuatan baru daerah.

Kunjungan yang dipimpin Ketua TP PKK Kabupaten Bojonegoro, Cantika Wahono, tersebut menjadi bagian dari upaya mengenalkan sekaligus mengoptimalkan potensi unggulan desa yang mampu menciptakan nilai ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat.

Agenda pertama rombongan berlangsung di sentra gerabah Desa Rendeng, sebuah kawasan yang telah lama dikenal sebagai pusat produksi kerajinan berbahan tanah liat. Di lokasi ini, rombongan menyaksikan secara langsung proses pembuatan berbagai produk gerabah yang selama bertahun-tahun menjadi sumber penghidupan masyarakat setempat.

Mulai dari proses pengolahan tanah liat, pembentukan menggunakan roda putar, hingga tahap penyelesaian produk, seluruh rangkaian produksi diperlihatkan kepada para tamu. Tidak hanya menjadi penonton, Cantika Wahono bersama anggota rombongan juga turut mencoba membuat berbagai bentuk kerajinan seperti pot bunga, asbak, cobek, hingga celengan.

Suasana interaktif dan penuh antusias terlihat ketika para peserta mencoba mengendalikan roda gerabah dan membentuk tanah liat menjadi produk bernilai guna. Kegiatan tersebut memberikan pengalaman langsung mengenai keterampilan yang selama ini menjadi identitas ekonomi masyarakat Desa Rendeng.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap para perajin lokal, rombongan juga membeli sejumlah produk gerabah hasil karya masyarakat. Langkah tersebut dinilai penting sebagai bentuk dukungan terhadap keberlangsungan usaha mikro dan pelestarian kerajinan tradisional yang memiliki nilai budaya sekaligus ekonomi.

Setelah menyelesaikan kunjungan di sentra gerabah, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Wisata Petik Melon Omah Melon Premium KW Farm yang berada di wilayah Kecamatan Malo.

Di kawasan pertanian modern tersebut, para peserta diajak memasuki area greenhouse atau farmhouse yang menjadi pusat budidaya melon unggulan. Berbeda dengan sistem pertanian konvensional, budidaya yang diterapkan di lokasi ini memanfaatkan teknologi dan pengelolaan yang lebih terukur guna menghasilkan buah berkualitas tinggi.

Rombongan berkesempatan memilih dan memetik langsung melon yang akan dibeli. Selain itu, mereka juga menikmati buah melon segar hasil panen yang dikenal memiliki tingkat kemanisan tinggi serta tekstur daging buah yang renyah.

Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman wisata edukatif, tetapi juga memperlihatkan bagaimana sektor pertanian dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata berbasis agribisnis yang bernilai ekonomi.

Baca juga:

Ketua TP PKK Kabupaten Bojonegoro, Cantika Wahono, menyampaikan apresiasinya terhadap perkembangan berbagai usaha masyarakat yang tumbuh di Kecamatan Malo. Menurutnya, keberadaan sentra gerabah maupun budidaya melon modern menunjukkan bahwa masyarakat Bojonegoro memiliki kemampuan untuk mengembangkan potensi daerah secara kreatif dan produktif.

Ia menilai pengalaman melihat langsung proses produksi gerabah hingga praktik budidaya melon modern memberikan gambaran nyata mengenai kekayaan potensi lokal yang dimiliki Kabupaten Bojonegoro.

Tadi kita habis dari gerabah dan sekarang petik melon ini. Tentunya sangat menarik karena kita bisa melihat dan merasakan langsung potensi-potensi yang ada di Bojonegoro. Mulai dari kerajinan gerabah hingga budidaya melon yang dikelola dengan baik," ujar Cantika.

Sementara itu, Manager Farmhouse KW Farm, Faruk, mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas kunjungan TP PKK Kabupaten Bojonegoro ke lokasi usaha yang dikelolanya.

Menurut Faruk, kunjungan tersebut menjadi motivasi bagi para pelaku usaha pertanian untuk terus meningkatkan kualitas produksi sekaligus memperkenalkan potensi pertanian Bojonegoro kepada masyarakat yang lebih luas.

Kami bersama tim sangat senang sekali karena dikunjungi oleh rombongan TP PKK Bojonegoro. Di sini kami ingin membuktikan bahwa Bojonegoro juga bisa menjadi daerah yang mampu mengembangkan budidaya tanaman organik dengan hasil yang berkualitas," katanya.

Faruk menjelaskan bahwa kebun yang saat ini dikunjungi merupakan area pengembangan kedua milik KW Farm. Farmhouse A memiliki ukuran sekitar 10 x 50 meter dengan kapasitas mencapai 1.150 tanaman melon. Sementara Farmhouse B dan C dibangun dengan ukuran yang lebih kecil, masing-masing sekitar setengah dari luas Farmhouse A.

Ia menambahkan bahwa panen kali ini merupakan panen perdana dari kawasan budidaya yang baru dikembangkan tersebut, dengan hasil yang dinilai cukup memuaskan.

Farmhouse A memiliki ukuran 10 x 50 meter dan berisi sekitar 1.150 tanaman melon. Sedangkan Farmhouse B dan C memiliki ukuran sekitar separuh dari Farmhouse A. Ini merupakan panen pertama kami di kebun yang baru dan alhamdulillah hasilnya cukup baik," jelas Faruk.

Melon hasil budidaya KW Farm saat ini dipasarkan dengan harga sekitar Rp30.000 per kilogram. Dengan kualitas buah yang unggul, pihak pengelola optimistis kawasan tersebut dapat berkembang menjadi destinasi wisata edukasi pertanian sekaligus pusat pengembangan ekonomi masyarakat berbasis agribisnis.

Kunjungan TP PKK Kabupaten Bojonegoro ke Desa Rendeng dan KW Farm mencerminkan pentingnya sinergi antara sektor ekonomi kreatif, UMKM, dan pertanian modern dalam membangun kemandirian ekonomi daerah. Di satu sisi, kerajinan gerabah mempertahankan nilai budaya dan tradisi lokal. Di sisi lain, budidaya melon modern menghadirkan inovasi yang membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

Melalui dukungan berkelanjutan terhadap berbagai potensi tersebut, diharapkan desa-desa di Bojonegoro mampu berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang tidak hanya produktif, tetapi juga berdaya saing tinggi, sehingga memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat secara luas.

Share :