Home Daerah

TP PKK Bojonegoro Perkuat Pemberdayaan Keluarga dan Pencegahan Stunting Melalui Kunjungan Terpadu di Desa Sudah

by Media Rajawali - 10 Juni 2026, 02:38 WIB

  • Oleh : Budi Hartono 

BOJONEGORO — Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Bojonegoro terus memperkuat perannya dalam mendukung pembangunan berbasis keluarga melalui pelaksanaan Kunjungan Kerja Terpadu dan Pembinaan Administrasi di Desa Sudah, Kecamatan Malo, Selasa (9/6/2026). Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang evaluasi dan pembinaan kelembagaan PKK di tingkat desa, tetapi juga menjadi sarana untuk menjaring aspirasi serta mengidentifikasi berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat secara langsung.

Kunjungan tersebut turut ditandai dengan peresmian Gedung TP PKK Desa Sudah, sebuah fasilitas yang diharapkan mampu menjadi pusat aktivitas pemberdayaan masyarakat sekaligus wadah penguatan program-program PKK di tingkat akar rumput.

Ketua TP PKK Kabupaten Bojonegoro, Cantika Wahono, menegaskan bahwa kegiatan kunjungan kerja terpadu dirancang untuk memberikan dampak yang lebih luas dibanding sekadar pembinaan administrasi organisasi. Menurutnya, pendekatan yang dilakukan menempatkan masyarakat sebagai fokus utama melalui interaksi langsung dengan berbagai kelompok sasaran.

Dalam pelaksanaannya, rombongan TP PKK dibagi ke dalam sejumlah tim berdasarkan kelompok kerja (Pokja) untuk melakukan kunjungan lapangan di berbagai sektor. Tim tersebut menyasar sejumlah program pemberdayaan masyarakat, mulai dari sektor ekonomi keluarga, pendidikan, kesehatan, hingga perlindungan sosial.

Salah satu fokus perhatian dalam kunjungan tersebut adalah pengembangan Program Gayatri (Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri), yang saat ini menjadi program prioritas Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Program tersebut dipandang memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan pangan rumah tangga sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga.

Selain melakukan pembinaan terhadap kelompok penerima manfaat Program Gayatri, tim juga mengunjungi lembaga pendidikan dasar seperti taman kanak-kanak dan sekolah dasar setempat. Kunjungan turut dilakukan kepada kelompok lanjut usia serta anak-anak berkebutuhan khusus yang tidak lagi melanjutkan pendidikan formal.

Kunjungan ini kami lakukan untuk menggali secara langsung persoalan yang dihadapi masyarakat sehingga kebutuhan dan tantangan yang mereka hadapi dapat dipahami secara lebih mendalam," ujar Cantika Wahono.

Ia menjelaskan bahwa dukungan terhadap Program Gayatri menjadi salah satu bentuk komitmen TP PKK dalam mendukung agenda pembangunan daerah yang berorientasi pada kemandirian ekonomi keluarga. Bahkan, pengembangan program tersebut turut mendapatkan dukungan pendanaan pribadi sebagai upaya memperluas manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

Baca juga:

Menurut Cantika, keberhasilan program pemberdayaan ekonomi keluarga tidak hanya diukur dari peningkatan pendapatan semata, tetapi juga dari kemampuan keluarga dalam memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri dan berkelanjutan.

Di sisi lain, isu kesehatan masyarakat, khususnya percepatan penurunan angka stunting, menjadi perhatian utama dalam agenda kunjungan tersebut. Cantika menekankan bahwa upaya pencegahan stunting harus dilakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan sejak masa remaja hingga anak memasuki usia balita.

Ia menjelaskan bahwa pencegahan stunting dimulai dari memastikan remaja putri terbebas dari anemia, menjaga kesehatan ibu hamil agar tidak mengalami kekurangan energi kronis, serta menjamin terpenuhinya kebutuhan gizi bayi dan balita selama masa pertumbuhan.

Untuk mendukung langkah tersebut, TP PKK terus mendorong optimalisasi pelayanan Posyandu melalui penerapan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) sebagai instrumen penting dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat di tingkat desa.

Tidak hanya berfokus pada aspek gizi, TP PKK juga mengingatkan pentingnya penerapan pola hidup bersih dan sehat dalam lingkungan keluarga. Perbaikan sanitasi rumah tangga dinilai menjadi salah satu faktor pendukung yang berpengaruh terhadap keberhasilan penanganan stunting dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat secara keseluruhan.

Dalam kesempatan yang sama, sosialisasi mengenai kawasan tanpa rokok turut disampaikan sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan aman bagi anak-anak serta kelompok rentan lainnya.

Melalui pendekatan yang menggabungkan pembinaan organisasi, pemberdayaan ekonomi, peningkatan kualitas pendidikan, serta penguatan layanan kesehatan masyarakat, TP PKK Kabupaten Bojonegoro berharap berbagai persoalan yang berkembang di tingkat desa dapat terpetakan secara lebih akurat.

Hasil identifikasi tersebut selanjutnya diharapkan menjadi dasar dalam merumuskan langkah-langkah intervensi yang tepat, sehingga program pembangunan berbasis keluarga dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Kunjungan kerja terpadu di Desa Sudah menjadi cerminan komitmen TP PKK Kabupaten Bojonegoro dalam membangun kedekatan dengan masyarakat, sekaligus memastikan bahwa setiap program yang dijalankan benar-benar menjawab kebutuhan riil warga di lapangan. Dengan kolaborasi yang terus diperkuat antara pemerintah daerah, TP PKK, dan masyarakat, berbagai tantangan sosial diharapkan dapat diatasi secara bertahap menuju terwujudnya keluarga yang sehat, mandiri, dan sejahtera.

Share :