Home Daerah

SRC BOJONEGORO PERKUAT EKONOMI KERAKYATAN, 750 TOKO KELONTONG JADI MOTOR PENGGERAK UMKM DAERAH

by Media Rajawali - 04 Juni 2026, 17:19 WIB

  • Oleh : Budi Hartono 

BOJONEGORO — Semangat kolaborasi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat menjadi warna utama dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Sampoerna Retail Community (SRC) Kabupaten Bojonegoro yang berlangsung di Pendopo Malowopati, Kamis (4/6/2026). Momentum tersebut tidak hanya menjadi ajang perayaan perjalanan SRC selama hampir dua dekade, tetapi juga mempertegas peran strategis jaringan toko kelontong dalam menggerakkan roda perekonomian hingga ke tingkat desa.

Acara yang dihadiri Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah, Ketua PT SRC Indonesia Romulus Susanto, jajaran DPRD Kabupaten Bojonegoro, serta ratusan anggota SRC dari berbagai wilayah ini ditandai dengan prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas perkembangan SRC yang kini menjelma menjadi salah satu jaringan ritel berbasis masyarakat terbesar di Indonesia.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah menyampaikan apresiasi atas kontribusi SRC dalam memperkuat ekonomi lokal dan membuka akses pemasaran yang lebih luas bagi produk-produk unggulan daerah. Menurutnya, keberadaan toko kelontong yang tergabung dalam jaringan SRC telah menjadi bagian penting dari ekosistem ekonomi kerakyatan yang mampu menjangkau masyarakat hingga ke pelosok wilayah.

Saat ini, sekitar 750 toko dan pelaku usaha di Kabupaten Bojonegoro telah bergabung dalam jaringan SRC. Jumlah tersebut menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat dalam memanfaatkan kemitraan usaha sebagai sarana meningkatkan daya saing dan keberlanjutan bisnis mereka.

Kami berharap jumlah anggota SRC terus bertambah sehingga dapat menjangkau seluruh kecamatan hingga desa-desa di Kabupaten Bojonegoro. Kehadiran SRC terbukti mampu memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus menjadi wadah pemasaran produk lokal," ujar Nurul Azizah.

Lebih lanjut, ia menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui berbagai program lintas sektor. Dukungan tersebut mencakup pembinaan usaha, kemudahan perizinan, penguatan produk lokal, hingga sinergi dengan sektor pertanian dan peternakan yang menjadi potensi unggulan daerah.

Menurut Nurul Azizah, pembangunan ekonomi daerah memerlukan ekosistem yang saling terhubung dan mendukung. Dalam konteks tersebut, SRC dinilai memiliki posisi strategis sebagai jembatan antara produsen lokal dan konsumen, sehingga mampu memperluas distribusi produk sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca juga:

Kami ingin produk-produk lokal Bojonegoro memiliki ruang pemasaran yang lebih luas. SRC dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan tujuan tersebut," katanya.

Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, Wakil Bupati juga mengajak seluruh anggota SRC untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada konsumen. Ia menilai toko kelontong tidak hanya berfungsi sebagai tempat transaksi ekonomi, tetapi juga sebagai pusat aktivitas masyarakat yang memiliki kedekatan sosial dengan lingkungan sekitarnya.

Sementara itu, Ketua PT SRC Indonesia Romulus Susanto memaparkan perjalanan panjang SRC sejak pertama kali berdiri pada tahun 2008. Saat itu, jaringan SRC hanya beranggotakan 57 toko. Namun, berkat konsistensi dalam melakukan pendampingan dan pengembangan usaha, jumlah anggota SRC kini telah melampaui 250 ribu toko yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia.

Ketika SRC pertama kali dibentuk, kami tidak pernah membayangkan akan berkembang sebesar sekarang. Saat ini lebih dari 250 ribu toko telah menjadi bagian dari SRC dan berkontribusi langsung terhadap perekonomian masyarakat," ungkap Romulus.

Ia menjelaskan bahwa berdasarkan hasil survei terbaru tahun 2026, kontribusi ekonomi yang dihasilkan jaringan SRC mencapai sekitar Rp251 triliun. Angka tersebut menunjukkan besarnya peran sektor usaha kecil dan menengah dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurut Romulus, keberhasilan SRC tidak terlepas dari kolaborasi yang terjalin antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Sinergi tersebut menjadi fondasi utama dalam menciptakan peluang usaha baru, memperkuat UMKM, sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat di berbagai daerah.

Konsumsi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi tidak akan berkembang secara optimal tanpa adanya kerja sama yang kuat antara pemerintah dan sektor swasta. SRC hadir untuk memperkuat UMKM serta menciptakan peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat," tegasnya.

Peringatan HUT ke-18 SRC Kabupaten Bojonegoro menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam membangun ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan. Dengan jaringan yang terus berkembang dan dukungan pemerintah daerah, SRC diharapkan mampu semakin berperan sebagai wadah pemberdayaan UMKM serta menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat hingga ke tingkat desa.

Share :