Home Daerah

SPPG Sumberarum 1 Salurkan Menu MBG Berkualitas untuk 3.036 Penerima Manfaat di Empat Desa

by Media Rajawali - 02 Maret 2026, 18:12 WIB

  • OLEH: SUYANTO MR.ID

BOJONEGORO — Komitmen menghadirkan asupan bergizi bagi generasi muda terus diwujudkan melalui pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sumberarum 1 yang dikelola Yayasan Hj. Kartini Mulia menyalurkan menu bergizi kepada 3.036 penerima manfaat yang tersebar di empat desa.

Program yang merupakan bagian dari kebijakan nasional ini bertujuan memenuhi kebutuhan gizi anak-anak sekaligus mendorong perputaran ekonomi lokal melalui pelibatan pelaku usaha dan tenaga kerja setempat. Di Kecamatan Ngraho, distribusi dilakukan di Desa Sumberarum, Desa Payaman, Desa Bancer, dan Desa Klempon.

Dalam pelaksanaannya, SPPG Sumberarum 1 menegaskan komitmen terhadap standar mutu dan ketentuan yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai otoritas pengawas program. Setiap menu yang disajikan dirancang untuk memenuhi prinsip gizi seimbang, dengan komposisi karbohidrat, protein hewani dan nabati, vitamin, serta mineral yang proporsional.

Mas Ikhwanus Shafa, selaku PIC Mitra SPPG Sumberarum 1 Yayasan Hj. Kartini Mulia, menyampaikan bahwa kualitas menjadi prioritas utama dalam menjalankan program tersebut.

Karena ini merupakan program nasional dengan tujuan mencerdaskan generasi bangsa, kami memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan dan arahan dari BGN. Mulai dari jenis menu, kualitas bahan, kandungan gizi, hingga kehigienisan dan tata cara penyajian, semuanya kami jaga dengan ketat,” ujarnya.

Baca juga:

Menu yang disajikan dirancang oleh tenaga ahli gizi dan mengikuti standar operasional prosedur (SOP) nasional. Variasi menu menjadi salah satu perhatian utama agar anak-anak tidak merasa jenuh sekaligus tetap memperoleh asupan nutrisi yang lengkap.

Contoh menu yang didistribusikan antara lain nasi dengan chicken katsu saus steak, mix vegetables, orek tahu, buah segar, serta tambahan roti abon atau telur rebus. Variasi tersebut disesuaikan secara berkala untuk menjaga keseimbangan nutrisi dan selera penerima manfaat.

Selain kandungan gizi, aspek higienitas menjadi fokus penting. Pengelolaan dapur dilakukan dengan standar sanitasi yang ketat guna memastikan keamanan pangan. Proses pengolahan hingga distribusi diawasi secara berjenjang, termasuk mekanisme pelaporan apabila ditemukan ketidaksesuaian dengan standar anggaran maupun mutu.

Program MBG tidak hanya berdampak pada peningkatan asupan gizi anak-anak, tetapi juga memberikan efek berganda terhadap ekonomi lokal. Keterlibatan penyedia jasa katering dan pemasok bahan pangan dari sekitar wilayah pelaksanaan menjadi bagian dari strategi pemberdayaan masyarakat.

SPPG Sumberarum 1, melalui Yayasan Hj. Kartini Mulia, menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas layanan serta berinovasi dalam penyusunan menu agar tetap menarik dan sesuai kebutuhan gizi anak.

Dengan cakupan ribuan penerima manfaat di empat desa, pelaksanaan program ini menjadi salah satu contoh implementasi kebijakan nasional di tingkat akar rumput yang berupaya berjalan selaras antara standar pusat dan kebutuhan lokal.

Share :