Home Daerah

Silaturahmi Ramadan Kapolres Bojonegoro Perkuat Sinergi Tokoh Agama dalam Menjaga Kondusivitas Daerah

by Media Rajawali - 06 Maret 2026, 14:06 WIB

  • Sumber: Humas Polres Bojonegoro || Oleh: Budi Hartono

Bojonegoro – Suasana kebersamaan dan kehangatan Ramadan terasa kuat dalam kegiatan silaturahmi yang digelar Kapolres Bojonegoro Afrian Satya Permadi bersama para dai dan pendeta Kamtibmas di Gedung AP I Rawi Mapolres Bojonegoro, Kamis (5/3/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum strategis untuk mempererat hubungan antara aparat kepolisian dan tokoh agama dalam menjaga keamanan serta memperkuat kerukunan masyarakat.

Kegiatan yang mengusung tema “Bersama Membangun Negeri, Polri untuk Masyarakat” ini dihadiri oleh jajaran pimpinan Polres Bojonegoro, termasuk Wakapolres dan para pejabat utama (PJU), serta Ketua Dai Kamtibmas Bojonegoro Alamul Huda Masyhur bersama para dai dan pendeta Kamtibmas dari berbagai wilayah.

Dalam sambutannya, Kapolres Afrian Satya Permadi menegaskan bahwa peran tokoh agama memiliki posisi strategis dalam membangun suasana yang damai dan harmonis di tengah masyarakat. Menurutnya, stabilitas keamanan di daerah tidak hanya ditopang oleh aparat penegak hukum, tetapi juga oleh kontribusi para pemuka agama yang secara konsisten menyampaikan pesan-pesan moral, toleransi, serta nilai-nilai kedamaian kepada umat.

Tokoh agama merupakan mitra penting kepolisian dalam menjaga harmoni sosial. Melalui dakwah, ceramah, dan bimbingan spiritual, para dai maupun pendeta telah berperan besar menanamkan nilai persaudaraan dan kebersamaan di tengah masyarakat,” ujar Kapolres.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memanjatkan doa agar situasi keamanan, baik di tingkat nasional maupun internasional, senantiasa berada dalam kondisi kondusif. Harapan tersebut, menurutnya, menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas sosial, khususnya di wilayah Jawa Timur dan Kabupaten Bojonegoro.

Kapolres menambahkan, hingga memasuki pertengahan Ramadan, masyarakat Bojonegoro dinilai mampu menunjukkan sikap saling menghormati dan menjaga toleransi selama menjalankan ibadah puasa. Kondisi yang harmonis tersebut, lanjutnya, tidak terlepas dari peran aktif para dai dan pendeta Kamtibmas yang terus menyampaikan pesan-pesan menyejukkan kepada masyarakat.

Baca juga:

Pada kesempatan itu, Kapolres juga memohon doa serta dukungan para tokoh agama menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026 yang dijadwalkan mulai 13 Maret mendatang. Operasi tersebut merupakan agenda rutin kepolisian untuk memastikan keamanan arus mudik dan perayaan Hari Raya Idulfitri berjalan tertib, aman, dan lancar.

Kami berharap doa dari para tokoh agama agar seluruh personel yang bertugas diberikan kesehatan, keselamatan, dan kelancaran dalam menjalankan tugas selama Operasi Ketupat Semeru 2026,” tutur Afrian.

Sementara itu, Ketua Dai Kamtibmas Bojonegoro KH. Alamul Huda Masyhur dalam tausiyahnya menekankan pentingnya sinergi antara ulama dan umara dalam menciptakan stabilitas keamanan dan keadilan di tengah masyarakat. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan tokoh agama merupakan kunci utama dalam menjaga ketertiban serta membangun kehidupan sosial yang harmonis.

Ia mengibaratkan persatuan sebagai filosofi sapu lidi. Ketika sapu lidi diikat menjadi satu, ia memiliki kekuatan untuk membersihkan halaman. Namun jika berdiri sendiri-sendiri, sapu lidi tidak akan memiliki daya yang berarti.

Persatuan adalah kekuatan. Ketika pemerintah, ulama, dan tokoh agama berjalan bersama, maka stabilitas dan kesejahteraan masyarakat dapat terwujud,” ujarnya.

Kegiatan silaturahmi Ramadan tersebut ditutup dengan penyerahan tali asih dari Kapolres Bojonegoro kepada para dai dan pendeta Kamtibmas sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam menjaga kerukunan antarumat beragama serta mendukung terciptanya situasi keamanan yang kondusif di Kabupaten Bojonegoro.

Melalui forum silaturahmi ini, kepolisian berharap terbangun komunikasi yang semakin erat antara aparat keamanan dan tokoh agama, sehingga upaya menjaga ketentraman, toleransi, dan persatuan masyarakat dapat terus terpelihara secara berkelanjutan.

Share :