- Oleh : Budi Hartono
BOJONEGORO – Satu tahun perjalanan Inspira Risbo tidak berhenti pada perayaan bertambahnya usia. Momentum tersebut justru menjadi ruang untuk menegaskan kembali pentingnya riset, inovasi, kolaborasi, dan pengabdian sebagai bagian dari upaya melahirkan solusi atas berbagai tantangan pembangunan di Kabupaten Bojonegoro.
Semangat itu mengemuka dalam Puncak 1st GEMA Inspira Risbo 2026 yang digelar di Hotel Aston Bojonegoro, Rabu (9/9/2026). Kegiatan tersebut mempertemukan beragam unsur yang memiliki peran dalam membangun ekosistem pengetahuan dan inovasi, mulai dari pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, BUMD, akademisi, peneliti, praktisi, komunitas hingga para mitra Inspira Risbo.
Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah hadir dalam kegiatan tersebut bersama Ketua TP PKK Kabupaten Bojonegoro sekaligus Pembina Inspira Risbo Cantika Wahono. Hadir pula Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bojonegoro, Kepala BRIDA Kabupaten Bojonegoro, sejumlah perwakilan organisasi perangkat daerah, serta pemangku kepentingan lainnya.
Di tengah rangkaian peringatan tersebut, penghargaan diberikan kepada sejumlah sosok yang dinilai memiliki kontribusi dan dampak positif bagi masyarakat. Salah satunya adalah Nurul Azizah yang menerima Inspira Risbo Dedication Awards 2026 untuk kategori Women with Inspiring Social Impact.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Cantika Wahono. Apresiasi itu menjadi bentuk penghormatan terhadap kiprah perempuan yang dinilai mampu menghadirkan kontribusi sosial sekaligus memberikan inspirasi melalui kerja dan pengabdiannya.
Pembina Inspira Risbo Cantika Wahono mengatakan, perjalanan selama satu tahun telah diisi dengan berbagai kegiatan yang mencakup gagasan, riset, inovasi, kolaborasi hingga pengabdian kepada masyarakat.
Menurut dia, Inspira Risbo tidak dibangun sekadar sebagai tempat berkumpulnya individu dengan kapasitas dan potensi masing-masing. Lebih dari itu, organisasi tersebut diarahkan menjadi ruang pertemuan berbagai gagasan dan pengetahuan untuk kemudian dikembangkan menjadi solusi yang dapat memberikan manfaat.
Inspira Risbo bukan hanya ruang berkumpulnya orang-orang yang memiliki potensi dan kapasitas, tetapi menjadi ruang bertemunya gagasan, ilmu pengetahuan, riset, inovasi, dan solusi,” ujarnya.
Cantika menegaskan, usia satu tahun merupakan pijakan awal untuk memperkuat ekosistem yang menghubungkan research, innovation, collaboration and impact. Empat unsur tersebut diharapkan tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling menguatkan hingga menghasilkan dampak yang dapat dirasakan masyarakat.
Baca juga:
Karena itu, kolaborasi ke depan tidak cukup dibatasi pada satu sektor. Pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, masyarakat, komunitas, media, pelaku teknologi, serta berbagai pemangku kepentingan perlu berada dalam satu ekosistem kerja yang mampu menerjemahkan pengetahuan menjadi tindakan dan inovasi menjadi solusi.
Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah turut memberikan apresiasi terhadap perjalanan Inspira Risbo selama satu tahun. Mewakili Bupati Bojonegoro Setyo Wahono yang berhalangan hadir, Nurul menyampaikan ucapan selamat sekaligus penghargaan atas berbagai kegiatan yang telah dilakukan.
Walaupun baru satu tahun, tetapi karyanya untuk bersinergi dengan Pemkab sudah banyak,” ungkap Nurul.
Menurutnya, keberadaan ruang kolaborasi seperti Inspira Risbo memiliki arti penting bagi Bojonegoro. Berbagai potensi yang tersebar di lingkungan pemerintah, akademisi, dunia usaha maupun masyarakat membutuhkan ruang temu agar dapat berkembang menjadi kerja bersama.
Nurul juga mendorong Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Bojonegoro untuk semakin memperkuat sinergi dengan Inspira Risbo. Hubungan tersebut diharapkan mampu membuka lebih banyak ruang bagi pengembangan riset dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan daerah.
Riset, kata dia, tidak seharusnya berhenti dalam bentuk kajian atau gagasan. Pengetahuan yang dihasilkan harus dapat diterjemahkan menjadi inovasi yang aplikatif dan membantu pemerintah dalam merumuskan kebijakan maupun menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat.
Dengan perspektif tersebut, peringatan satu tahun Inspira Risbo memiliki makna yang lebih luas daripada sebuah seremoni organisasi. Ia menjadi penanda bahwa ekosistem riset dan inovasi mulai diarahkan untuk mengambil bagian dalam proses pembangunan daerah.
Tantangannya kini adalah memastikan gagasan yang lahir dari ruang-ruang diskusi dapat bergerak menuju tahap implementasi. Sebab, ukuran keberhasilan sebuah inovasi pada akhirnya bukan hanya terletak pada kebaruan gagasan, melainkan pada seberapa jauh gagasan tersebut mampu menjawab kebutuhan dan menciptakan manfaat nyata.
Bagi Bojonegoro, penguatan jejaring antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas dan masyarakat menjadi modal penting untuk membangun ekosistem tersebut.
Satu tahun Inspira Risbo pun menjadi awal dari perjalanan yang lebih panjang: menjadikan pengetahuan sebagai fondasi, inovasi sebagai instrumen, kolaborasi sebagai kekuatan, dan dampak sosial sebagai tujuan akhir bagi pembangunan yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat.