Home Daerah

Sesi II: Dugaan Unsur Korupsi Mencuat, Pengamat Desak Audit Menyeluruh

by Media Rajawali - 27 Februari 2026, 01:24 WIB

BOJONEGORO — Polemik proyek peningkatan jalan desa di Ngampal, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro, kian menguat. Setelah ditemukan kerusakan serius pada jalan yang baru sebulan selesai dikerjakan, muncul desakan agar pemeriksaan tidak berhenti pada aspek teknis semata.

Pengamat teknis konstruksi, Zuhdan Haris Zamzami, ST, SH, menilai kerusakan dini pada proyek bernilai hampir Rp2 miliar itu patut dicermati secara komprehensif.

Menurutnya, amblesnya badan jalan dan munculnya agregat ke permukaan merupakan indikasi kuat adanya persoalan pada struktur pondasi atau mutu material.

Baca juga:

Jika pekerjaan baru selesai dan langsung mengalami kegagalan struktur, maka perlu diuji bukan hanya teknis pelaksanaannya, tetapi juga kesesuaian spesifikasi, volume pekerjaan, hingga kualitas bahan yang digunakan,” ujarnya.

Ia menegaskan, apabila dalam audit ditemukan adanya pengurangan spesifikasi, manipulasi volume, atau penggunaan material yang tidak sesuai kontrak sehingga merugikan keuangan negara, maka persoalan tersebut berpotensi masuk dalam ranah tindak pidana korupsi.

Zuhdan mendorong agar Inspektorat tidak hanya melakukan evaluasi lapangan, tetapi juga audit dokumen secara menyeluruh, termasuk Rencana Anggaran Biaya (RAB), kontrak kerja, serta uji laboratorium material.

Hukum harus ditegakkan apabila ada unsur kesengajaan atau kelalaian berat yang menimbulkan kerugian negara. Jangan sampai cukup dengan perbaikan fisik, sementara akar persoalan tidak disentuh,” tegasnya.

Hingga kini, tim Inspektorat dan Dinas PU Bina Marga masih melakukan pendalaman. Namun sorotan publik semakin tajam, mengingat proyek tersebut bersumber dari dana pemerintah yang seharusnya menjamin kualitas dan keberlanjutan manfaat bagi masyarakat.

Share :