Home Daerah

Sepekan, Kodim Bojonegoro Salurkan 864 Ribu Liter Air Bersih ke 34 Desa Terdampak Kekeringan

by Media Rajawali - 26 September 2026, 17:11 WIB

  • Sumber : ADMC 0813

BOJONEGORO – Krisis air bersih yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Bojonegoro selama musim kemarau mendorong jajaran Kodim 0813 Bojonegoro untuk memperluas distribusi bantuan air kepada masyarakat. Dalam sepekan terakhir, bantuan air bersih disalurkan secara masif ke puluhan desa yang mengalami keterbatasan pasokan air untuk kebutuhan sehari-hari.

Terhitung sejak Minggu (20/9/2026) hingga Sabtu (26/9/2026), Kodim 0813 Bojonegoro telah mendistribusikan sebanyak 864.000 liter air bersih kepada warga di 34 desa yang tersebar di 13 kecamatan. Distribusi tersebut dilakukan secara bertahap dengan mengerahkan enam armada truk tangki milik Kodim 0813 Bojonegoro.

Penyaluran dilakukan secara berkesinambungan dengan melibatkan Babinsa di masing-masing wilayah. Kehadiran personel di lapangan tidak hanya memastikan bantuan tiba di titik yang membutuhkan, tetapi juga membantu mengatur distribusi agar air dapat diterima masyarakat secara tertib.

Berdasarkan data Kodim 0813 Bojonegoro, wilayah Kecamatan Dander menjadi salah satu kawasan dengan distribusi terbesar. Sebanyak 297.000 liter air bersih disalurkan ke Desa Sumodikaran sebanyak 80.000 liter, Ngraseh 16.000 liter, Mojoranu 16.000 liter, Sumberagung 16.000 liter, serta Pondok Pesantren Izzatul Ummah di Dusun Kedungrejo, Desa Ngumpakdalem, sebanyak 168.000 liter.

Di Kecamatan Kapas, distribusi mencapai 101.000 liter, yang disalurkan ke Desa Bendo sebanyak 32.000 liter, Semenpinggir 16.000 liter, Tapelan 37.000 liter, dan Kumpulrejo 16.000 liter.

Sementara di Kecamatan Ngasem, sebanyak 88.000 liter air bersih disalurkan ke Desa Sendangharjo dan Dukoh Kidul, masing-masing 32.000 liter. Distribusi juga menjangkau Desa Butoh, Kolong, dan Tengger, masing-masing sebanyak 8.000 liter.

Distribusi di Kecamatan Sumberrejo mencapai 85.000 liter. Bantuan tersebut diberikan kepada Desa Sumberharjo sebanyak 13.000 liter, Sumuragung 24.000 liter, serta Desa Deru, Tlogohaji, dan Kayulemah masing-masing 16.000 liter.

Di Kecamatan Tambakrejo, Kodim menyalurkan 64.000 liter air bersih yang terdiri atas 40.000 liter untuk Desa Gamongan, 16.000 liter untuk Desa Jatimulyo, dan 8.000 liter untuk Desa Kalisumber.

Bantuan juga menjangkau Kecamatan Temayang melalui distribusi 48.000 liter air bersih ke Desa Papringan. Di Kecamatan Sukosewu, sebanyak 48.000 liter disalurkan ke Desa Tegalkodo sebesar 32.000 liter dan Sumberjokidul sebanyak 16.000 liter.

Di Kecamatan Malo, total distribusi mencapai 32.000 liter, yakni 16.000 liter untuk Desa Ngujung, 8.000 liter untuk Desa Petak, dan 8.000 liter untuk Desa Tambakromo.

Sementara itu, Kecamatan Sugihwaras menerima 32.000 liter, masing-masing 16.000 liter untuk Desa Siwalan dan Balongrejo. Bantuan lainnya disalurkan ke Desa Kedungadem, Kecamatan Kedungadem, sebanyak 32.000 liter; Desa Sengon, Kecamatan Ngambon, 16.000 liter; Desa Ngaglik, Kecamatan Kasiman, 8.000 liter; serta Desa Kenep, Kecamatan Balen, sebanyak 5.000 liter.

Baca juga:

Di tengah distribusi tersebut, respons warga menunjukkan bahwa kebutuhan air bersih bukan sekadar persoalan ketersediaan sumber daya, melainkan menyangkut keberlangsungan aktivitas rumah tangga sehari-hari.

Hal itu terlihat saat penyaluran bantuan berlangsung di Dusun Parengan, Desa Sumberagung, Kecamatan Dander. Warga menyambut kedatangan armada pengangkut air dengan rasa lega dan penuh syukur setelah menghadapi keterbatasan pasokan air bersih.

Ketua RT 01 Dusun Parengan, Nidaul Effendi, menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kodim 0813 Bojonegoro atas bantuan yang diberikan kepada masyarakat.

Saya selaku Ketua RT 01 Dukuh Parengan, Desa Sumberagung, mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan air bersih yang didatangkan oleh Kodim 0813 Bojonegoro. Semoga air ini bermanfaat untuk warga kami, khususnya RT 01. Semoga Kodim 0813 Bojonegoro tetap jaya selamanya,” ujarnya.

Apresiasi serupa disampaikan Kepala Dusun Parengan, Sukandar. Menurut dia, bantuan tersebut sangat berarti bagi warga, terutama ketika sumber air mengalami keterbatasan akibat musim kemarau.

Saya selaku Kepala Dusun Parengan, Desa Sumberagung, mengucapkan terima kasih atas bantuan dari Bapak Kodim 0813 Bojonegoro. Ke depannya, semoga jika ada kemarau panjang, kami bisa kembali mendapat bantuan air bersih,” katanya.

Sementara itu, Koordinator kegiatan, Kapten Inf Surahmat, mengatakan distribusi air bersih merupakan bagian dari kepedulian dan tanggung jawab sosial TNI Angkatan Darat terhadap masyarakat yang menghadapi kesulitan pemenuhan kebutuhan dasar.

Menurut dia, Kodim 0813 Bojonegoro akan terus melakukan distribusi selama kondisi kemarau masih berlangsung dan masyarakat masih membutuhkan pasokan air bersih.

Kodim 0813 Bojonegoro berkomitmen akan terus mendistribusikan pasokan air bersih selama musim kemarau masih berlangsung dan warga masih mengalami kesulitan pemenuhan kebutuhan dasar,” ungkapnya, Sabtu (26/9/2026).

Bagi warga di wilayah terdampak, setiap distribusi air menjadi penopang penting untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Karena itu, bantuan tidak hanya diarahkan untuk menjawab kebutuhan sesaat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga masyarakat tetap memiliki akses terhadap air selama kondisi kekeringan berlangsung.

Kodim 0813 Bojonegoro juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak dan hemat. Langkah tersebut dinilai penting agar persediaan yang telah didistribusikan dapat dimanfaatkan secara optimal hingga bantuan berikutnya maupun ketersediaan sumber air kembali normal.

Di tengah tekanan musim kemarau, distribusi air bersih tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana respons terhadap persoalan dasar masyarakat membutuhkan kehadiran langsung di lapangan. Dengan menjangkau puluhan desa dalam waktu relatif singkat, jajaran Kodim 0813 Bojonegoro berupaya memastikan bantuan dapat diterima oleh warga di wilayah yang mengalami kesulitan air.

Penyaluran yang dilakukan secara berkelanjutan itu menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat menghadapi dampak kekeringan sekaligus memperkuat hubungan antara prajurit TNI dan warga di wilayah binaan.

Share :