Home Nasional

Seminar Nasional SMSI Jatim Soroti Tantangan Hukum dan Keberlanjutan Bisnis Media di Tengah Disrupsi Digital

by Media Rajawali - 23 Juni 2026, 15:58 WIB

  • SUMBER : SMSI

SIDOARJO – Transformasi digital yang mengubah lanskap industri media secara fundamental menjadi perhatian utama dalam Seminar Nasional yang diselenggarakan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Jawa Timur di Auditorium Ahmad Dahlan lantai 5 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Selasa (23/6/2026). Mengusung tema “Digitalisasi Media Pers: Tantangan Patuh Hukum dan Keberlanjutan Bisnis di Era Disrupsi Digital”, forum tersebut menjadi ruang diskusi strategis mengenai masa depan pers nasional di tengah perubahan teknologi yang berlangsung semakin cepat.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua SMSI Pusat Firdaus, jajaran pengurus SMSI se-Jawa Timur, Staf Ahli Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI Molly Prabawaty, akademisi Fakultas Hukum Umsida, serta ratusan mahasiswa dari Fakultas Ilmu Komunikasi dan Fakultas Hukum yang mengikuti jalannya seminar dengan antusias.

Dalam paparannya, Staf Ahli Komdigi RI, Molly Prabawaty, menegaskan bahwa digitalisasi telah membawa perubahan besar terhadap ekosistem industri media. Menurutnya, transformasi tersebut tidak hanya berkaitan dengan percepatan distribusi informasi, tetapi juga menyentuh aspek keberlanjutan model bisnis, kredibilitas konten, hingga perlindungan hukum bagi perusahaan pers.

Transformasi digital telah mengubah pola konsumsi masyarakat. Media harus mampu beradaptasi tanpa meninggalkan prinsip dasar jurnalistik, yakni akurasi, verifikasi, dan tanggung jawab,” ujar Molly.

Ia menilai, perkembangan teknologi yang begitu pesat menuntut media untuk terus melakukan inovasi, namun tetap berpegang teguh pada nilai-nilai dasar jurnalisme yang menjadi fondasi kepercayaan publik.

Sementara itu, Ketua SMSI Pusat Firdaus menyoroti tantangan yang semakin kompleks bagi industri media nasional. Menurutnya, dominasi platform digital global dalam distribusi dan monetisasi konten telah menciptakan persaingan yang tidak seimbang bagi perusahaan pers.

Tantangan terbesar saat ini adalah menjaga keberlanjutan bisnis media di tengah dominasi platform digital yang menguasai distribusi dan monetisasi konten,” katanya.

Baca juga:

Firdaus menekankan pentingnya penguatan kelembagaan pers agar perusahaan media memiliki posisi tawar yang lebih kuat, baik dari sisi ekonomi maupun perlindungan hukum. Ia memandang keberlangsungan media tidak hanya ditentukan oleh kemampuan beradaptasi secara teknologi, tetapi juga oleh kokohnya sistem dan regulasi yang melindungi ekosistem pers nasional.

Perspektif akademis turut memperkaya pembahasan seminar. Riyadh, PhD, akademisi dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, menekankan pentingnya peningkatan literasi hukum bagi insan pers di tengah meningkatnya kompleksitas persoalan di ruang digital.

Menurutnya, pemahaman terhadap aspek hukum menjadi kebutuhan mendesak bagi pelaku media dalam menghadapi berbagai persoalan, mulai dari etika jurnalistik, sengketa pemberitaan, hingga ancaman disinformasi yang semakin masif.

Literasi hukum menjadi bekal penting agar media dapat menjalankan fungsi kontrol sosial secara profesional sekaligus terlindungi dari berbagai risiko hukum yang muncul akibat perkembangan teknologi informasi,” jelasnya.

Sepanjang seminar berlangsung, suasana diskusi berjalan dinamis. Ratusan mahasiswa yang hadir menunjukkan antusiasme tinggi dengan aktif mengikuti sesi tanya jawab. Beragam isu mengemuka, mulai dari masa depan industri media, tantangan kecerdasan artifisial (AI), hingga strategi mempertahankan kualitas jurnalisme di tengah perubahan perilaku konsumsi informasi masyarakat.

Seminar nasional tersebut juga menjadi momentum peluncuran Media Agregator SMSI Jawa Timur. Platform tersebut diharapkan mampu menjadi mesin pencarian terintegrasi bagi media-media yang tergabung dalam SMSI Jatim, sekaligus memperkuat sinergi dan distribusi informasi di lingkungan media siber daerah.

Melalui forum ini, SMSI Jawa Timur berupaya mendorong kolaborasi antara organisasi media, pemerintah, akademisi, dan generasi muda dalam merumuskan strategi memperkuat ekosistem pers nasional yang sehat, berdaya saing, serta tetap menjunjung supremasi hukum dan etika jurnalistik.

Di tengah arus disrupsi digital yang terus berkembang, seminar tersebut menegaskan bahwa masa depan media tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga oleh kemampuan insan pers menjaga independensi, integritas, serta tanggung jawabnya sebagai pilar demokrasi dan penyedia informasi yang kredibel bagi masyarakat.

Share :