Home Internasional

Selamatan Awali Pembangunan Sumur Bor TMMD di Sragen, Tradisi dan Harapan Menyatu

by Media Rajawali - 28 April 2026, 12:15 WIB

  • Oleh : Redaksi 

Sragen, — Suasana khidmat menyelimuti Dukuh Gadungsari, Desa Pelemgadung, Kecamatan Karangmalang, Selasa (28/4/2026), ketika warga bersama prajurit TNI menggelar tradisi selamatan sebagai penanda dimulainya pembangunan sumur bor. Kegiatan ini menjadi bagian dari program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 yang dilaksanakan oleh Kodim 0725/Sragen.

Selamatan, yang telah mengakar kuat dalam budaya masyarakat Jawa, bukan sekadar seremoni. Ia merupakan simbol spiritual sekaligus sosial, yang mencerminkan harapan akan keselamatan, kelancaran, serta keberkahan dalam setiap tahapan pembangunan. Tradisi ini juga menjadi ruang kebersamaan, mempererat ikatan antara warga dan aparat dalam semangat gotong royong.

Di lokasi pembangunan, warga dan anggota TNI duduk bersila membentuk lingkaran di atas tikar sederhana. Di tengahnya tersaji tumpeng lengkap dengan aneka lauk pauk sebagai simbol rasa syukur. Doa bersama dipimpin oleh tokoh masyarakat setempat, Sholikin, yang memanjatkan harapan agar proses pembangunan berjalan tanpa hambatan serta memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Baca juga:

Selamatan ini adalah bentuk ikhtiar batin kami, memohon perlindungan agar pembangunan berjalan lancar dari awal hingga selesai. Ini juga wujud syukur dan upaya melestarikan tradisi leluhur yang sarat makna,” ujar Sholikin.

Pembangunan sumur bor tersebut diharapkan mampu menjadi solusi atas kebutuhan air bersih warga, terutama saat musim kemarau yang kerap membawa dampak kekeringan di wilayah tersebut. Infrastruktur ini dinilai strategis dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa secara berkelanjutan.

Warga pun menyampaikan apresiasi atas kehadiran program TMMD yang dinilai tidak hanya menghadirkan pembangunan fisik, tetapi juga membangun kedekatan emosional antara TNI dan masyarakat.

Kami berharap sumur bor ini dapat mengalirkan air secara terus-menerus dan tidak mengering saat kemarau. Terima kasih kepada Kodim Sragen yang telah membantu mewujudkan harapan kami akan ketersediaan air bersih secara mandiri,” ungkap salah satu warga.

Melalui perpaduan antara kearifan lokal dan program pembangunan, kegiatan ini menjadi gambaran nyata bagaimana tradisi dapat berjalan selaras dengan upaya modernisasi, demi kesejahteraan masyarakat yang lebih merata dan berkelanjutan.

Share :