Home Daerah

Regenerasi Perajin Dimulai, Bojonegoro Cetak Wirausaha Muda Lewat Pelatihan Batik Tulis

by Media Rajawali - 18 Juni 2026, 11:30 WIB

  • Oleh : Budi Hartono 

BOJONEGORO — Pandangan bahwa keterampilan membatik hanya berkembang di kota-kota budaya seperti Solo dan Yogyakarta perlahan mulai bergeser. Kabupaten Bojonegoro kini menunjukkan keseriusannya dalam membangun generasi baru perajin batik yang tidak hanya mampu menjaga warisan budaya, tetapi juga mengubahnya menjadi kekuatan ekonomi kreatif yang berdaya saing.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui pembukaan Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) Keterampilan Membatik Tulis Tahun 2026 yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) bersama Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinaker). Program ini resmi dimulai di Balai Desa Kendungsari, Kecamatan Temayang, Senin (15/6/2026).

Ketua Harian Dekranasda Bojonegoro, Mahmudi, menjelaskan bahwa pelatihan tersebut memperoleh dukungan pendanaan dari Direktorat Kursus dan Pelatihan Direktorat Jenderal Vokasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Sebanyak 14 peserta yang berasal dari kelompok Anak Tidak Sekolah (ATS) berusia 15 hingga 25 tahun dari wilayah Temayang mengikuti program tersebut.

Menurut Mahmudi, pelatihan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan keberlanjutan batik tulis khas Bojonegoro. Saat ini, sebagian besar perajin di sentra batik Temayang didominasi oleh kelompok usia di atas 35 tahun, sehingga regenerasi menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda.

Regenerasi harus segera dilakukan agar batik tulis khas daerah tetap lestari. Melalui pelatihan ini, generasi muda tidak hanya belajar membatik, tetapi juga dipersiapkan menjadi pelaku usaha yang mandiri,” ujarnya.

Program pendidikan tersebut akan berlangsung selama 32 hari, mulai 15 Juni hingga 29 Juli 2026. Selama masa pelatihan, peserta memperoleh pembelajaran intensif mengenai teknik membatik tulis sekaligus pembekalan kewirausahaan yang diharapkan mampu menjadi fondasi dalam membangun usaha secara mandiri.

Baca juga:

Ketua Dekranasda Bojonegoro, Cantika Wahono, menekankan bahwa keberhasilan seorang wirausaha tidak semata ditentukan oleh bakat, melainkan oleh karakter yang dibentuk melalui proses belajar dan pengalaman.

Ia mengajak para peserta untuk menumbuhkan semangat pantang menyerah, ketekunan, serta keberanian dalam melihat peluang usaha. Menurutnya, kualitas tersebut dapat dibangun melalui kedisiplinan dan proses pembelajaran yang berkelanjutan.

Sebagai sumber inspirasi, Cantika mencontohkan perjalanan Seto, seorang pemuda Bojonegoro yang berhasil mengembangkan batik daerah hingga dikenal lebih luas di tingkat nasional. Kisah tersebut diharapkan dapat mendorong generasi muda untuk berani berkarya sekaligus membangun jaringan usaha yang lebih luas.

Upaya pengembangan sumber daya manusia tidak berhenti pada kemampuan membatik semata. Pemerintah Kabupaten Bojonegoro juga menyiapkan berbagai pelatihan pendukung bagi para perajin, mulai dari kemampuan berbicara di depan publik, peningkatan performa diri, hingga penguasaan bahasa Inggris sebagai bekal memperluas akses pasar.

Langkah tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk menjadikan batik Bojonegoro tidak hanya sebagai identitas budaya daerah, tetapi juga sebagai produk ekonomi kreatif yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

Pada kesempatan yang sama, masyarakat diajak untuk menghadiri pameran Batik Wastra Bojonegoro yang berlangsung pada 17 hingga 21 Juni 2026 di Alun-Alun Bojonegoro. Kegiatan tersebut menjadi ruang promosi bagi para perajin sekaligus sarana memperkenalkan kekayaan wastra khas Bojonegoro kepada masyarakat yang lebih luas.

Melalui berbagai program pembinaan dan penguatan kapasitas sumber daya manusia, Bojonegoro terus mempertegas posisinya sebagai salah satu daerah yang serius membangun industri batik berbasis regenerasi. Di tengah arus modernisasi, daerah ini berupaya memastikan bahwa warisan budaya tidak sekadar dipertahankan, melainkan juga dikembangkan menjadi sumber kesejahteraan bagi generasi mendatang.

Share :