- Oleh : Budi Hartono
Nganjuk – Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap masyarakat kembali diwujudkan melalui aksi nyata Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Nganjuk bersama Polres Nganjuk dengan menggelar program bedah rumah bagi warga kurang mampu di Desa Sugihwaras, Kecamatan Bagor, Selasa (14/7/2026).
Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tersebut tidak hanya menghadirkan bantuan fisik berupa renovasi rumah, tetapi juga mencerminkan sinergi lintas sektor dalam menghadirkan solusi atas persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.
Program kemanusiaan itu mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Nganjuk, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Nganjuk, PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Nganjuk, serta Komunitas Nganjuk Peduli. Kolaborasi tersebut menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap warga membutuhkan dapat diwujudkan melalui kerja sama berbagai elemen.
Penerima manfaat program kali ini adalah Sojo (66), warga Desa Sugihwaras yang selama bertahun-tahun hidup seorang diri di rumah yang telah mengalami kerusakan parah dan tidak lagi memenuhi standar kelayakan huni. Kondisi tersebut sebelumnya menjadi perhatian publik setelah diberitakan oleh sejumlah insan pers di Kabupaten Nganjuk.
Ketua PWI Kabupaten Nganjuk, Bagus Jati Kusumo, mengatakan bahwa inisiatif bedah rumah lahir dari kepedulian para jurnalis yang mengetahui langsung kondisi kehidupan Sojo melalui proses peliputan di lapangan.
Menurutnya, fungsi pers tidak berhenti pada penyampaian informasi kepada masyarakat, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menghadirkan solusi ketika menemukan persoalan kemanusiaan yang membutuhkan perhatian bersama.
Kami mengetahui kondisi Mbah Sojo dari pemberitaan yang dilakukan rekan-rekan wartawan. Dari situ muncul keinginan bersama untuk membantu agar beliau dapat tinggal di rumah yang lebih layak," ujar Bagus.
Ia menilai keberhasilan program tersebut tidak terlepas dari keterlibatan berbagai pihak yang memiliki kepedulian yang sama terhadap masyarakat. Karena itu, PWI Nganjuk berkomitmen untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah, aparat keamanan, dunia usaha, maupun komunitas sosial dalam menjalankan kegiatan kemanusiaan.
Semangat gotong royong harus terus dijaga. Dengan saling bergandengan tangan, kita dapat meringankan beban masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan," katanya.
Senada dengan itu, Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polres Nganjuk, AKP Fajar Kurniadi, menegaskan bahwa program bedah rumah merupakan implementasi nyata dari komitmen Polri untuk hadir tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai institusi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Baca juga:
Ia menjelaskan, kondisi rumah yang ditempati Sojo dinilai sudah tidak layak huni. Selain mengalami kerusakan di berbagai bagian bangunan, Sojo juga menjalani kehidupan seorang diri tanpa dukungan keluarga, sehingga membutuhkan perhatian bersama.
Beliau tinggal sendirian di rumah yang kondisinya sudah tidak layak. Karena itu kami bersama PWI dan seluruh pihak terkait berupaya memfasilitasi pelaksanaan program bedah rumah ini agar beliau memiliki tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman," ujar AKP Fajar.
Lebih lanjut, ia berharap kolaborasi antara kepolisian, insan pers, pemerintah daerah, Baznas, instansi teknis, serta berbagai komunitas sosial dapat terus diperluas sehingga semakin banyak warga yang memperoleh manfaat dari program serupa.
Menurutnya, sinergi yang dibangun dalam kegiatan tersebut menjadi contoh bahwa penyelesaian persoalan sosial akan lebih efektif apabila dilakukan secara bersama-sama.
Di tengah proses pembangunan, Sojo tidak mampu menyembunyikan rasa harunya. Dengan mata berkaca-kaca, pria lanjut usia yang selama ini menjalani kehidupan sebatang kara itu menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantunya.
Senang sekali. Saya bahagia. Saya tidak bisa berkata-kata. Terima kasih kepada Pak Kapolres, PWI, Baznas, pemerintah, dan semuanya," ucap Sojo dengan penuh haru.
Selama hampir dua dekade, Sojo tinggal di rumah sederhana yang kondisinya terus mengalami penurunan tanpa memiliki kemampuan untuk melakukan perbaikan. Keterbatasan ekonomi dan hidup seorang diri membuatnya hanya dapat menerima keadaan.
Kini, melalui semangat gotong royong yang melibatkan berbagai unsur masyarakat, rumah yang sebelumnya nyaris roboh mulai dibangun kembali menjadi tempat tinggal yang lebih layak, aman, dan manusiawi.
Program bedah rumah yang digagas PWI Kabupaten Nganjuk bersama Polres Nganjuk tersebut menjadi salah satu wujud nyata bahwa peringatan Hari Bhayangkara tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial, tetapi juga diwujudkan melalui aksi sosial yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Kolaborasi antara insan pers, kepolisian, pemerintah daerah, Baznas, PLN ULP Nganjuk, serta Komunitas Nganjuk Peduli diharapkan menjadi model kerja sama berkelanjutan dalam memperkuat kepedulian sosial dan menghadirkan solusi bagi warga yang membutuhkan di berbagai wilayah Kabupaten Nganjuk.