Home Olahraga

Porkab II Bojonegoro 2026 Ditutup, Pemerataan Prestasi Jadi Sinyal Positif Pembinaan Olahraga Daerah

by Media Rajawali - 11 Juli 2026, 21:09 WIB

  • Oleh : Budi Hartono 

BOJONEGORO – Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) II Kabupaten Bojonegoro Tahun 2026 resmi berakhir setelah berlangsung selama dua pekan dengan melibatkan ribuan atlet dari berbagai kecamatan. Penutupan ajang olahraga terbesar di tingkat kabupaten tersebut digelar di Pendopo Malowopati, Jumat (10/7/2026), dan dihadiri Bupati Bojonegoro Setyo Wahono beserta jajaran pemerintah daerah, pengurus KONI, serta para atlet dan ofisial.

Berakhirnya Porkab II tidak hanya menandai selesainya rangkaian pertandingan, tetapi juga menjadi tolok ukur keberhasilan pembinaan olahraga yang semakin merata di Kabupaten Bojonegoro. Kompetisi ini menjadi ruang evaluasi sekaligus wadah pencarian bibit atlet yang diproyeksikan mampu bersaing pada tingkat regional hingga nasional.

Wakil Ketua KONI Kabupaten Bojonegoro, Tonny Ade Irawan, menilai penyelenggaraan Porkab tahun ini menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Menurutnya, distribusi prestasi yang diraih sejumlah kecamatan menjadi bukti bahwa pembinaan atlet tidak lagi terpusat pada wilayah tertentu.

Melalui Porkab, atlet-atlet dari berbagai kecamatan memperoleh kesempatan untuk mengasah kemampuan sekaligus menjadi bagian dari proses pembinaan menuju prestasi yang lebih tinggi," ujar Tonny.

Ia menambahkan, pemerataan prestasi tersebut merupakan indikator positif bagi masa depan olahraga Bojonegoro. Semakin banyak kecamatan yang mampu bersaing di papan atas, semakin besar pula peluang daerah melahirkan atlet-atlet berprestasi yang siap memperkuat kontingen Bojonegoro dalam berbagai kejuaraan tingkat provinsi maupun nasional.

Baca juga:

Selain menjadi arena kompetisi, Porkab II juga memperkuat nilai-nilai sportivitas, solidaritas, dan persaudaraan antaratlet. Ajang ini diharapkan terus menjadi bagian dari sistem pembinaan olahraga yang berkelanjutan, sehingga mampu menciptakan regenerasi atlet secara konsisten di setiap kecamatan.

Pada klasemen akhir, Kecamatan Bojonegoro kembali menunjukkan dominasinya dengan keluar sebagai juara umum setelah mengoleksi 35 medali emas, 22 medali perak, dan 24 medali perunggu, sehingga mengumpulkan total 208 poin.

Posisi kedua ditempati Kecamatan Dander yang membukukan 18 medali emas, 10 medali perak, serta 13 medali perunggu dengan total 105 poin.

Sementara itu, Kecamatan Trucuk berhasil mengamankan peringkat ketiga melalui raihan 12 medali emas, 10 medali perak, dan 6 medali perunggu atau mengumpulkan 74 poin.

Persaingan di papan atas berlangsung ketat hingga akhir kompetisi. Kecamatan Kapas berada di posisi keempat dengan torehan 10 medali emas, 11 medali perak, dan 10 medali perunggu atau total 72 poin. Adapun Kecamatan Sugihwaras menempati peringkat kelima setelah mengumpulkan 11 medali emas, 10 medali perak, dan 7 medali perunggu dengan total 71 poin.

Hasil tersebut mencerminkan meningkatnya daya saing antarkecamatan sekaligus memperlihatkan bahwa pembinaan olahraga di Kabupaten Bojonegoro semakin berkembang secara merata. Dengan berakhirnya Porkab II, perhatian kini tertuju pada upaya pembinaan lanjutan agar para atlet potensial yang lahir dari ajang ini dapat dipersiapkan menghadapi kompetisi yang lebih tinggi dan membawa nama Bojonegoro meraih prestasi di tingkat Jawa Timur maupun nasional.

Share :