Home Daerah

Pompa Intake Bengawan Solo Rusak, Layanan Air di Trucuk Bojonegoro Terganggu

by Media Rajawali - 26 April 2026, 13:16 WIB

  • Oleh : Budi Hartono 

Bojonegoro – Gangguan teknis pada fasilitas pengambilan air baku milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Buana Kabupaten Bojonegoro dilaporkan mengalami kerusakan di wilayah Kecamatan Trucuk, Jawa Timur, pada Minggu pagi (26/4/2026). Kerusakan tersebut berdampak langsung pada proses distribusi air bersih kepada masyarakat, khususnya di sekitar wilayah Desa Banjarsari.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kerusakan terjadi pada pompa intake yang berada di aliran Sungai Bengawan Solo. Dalam dokumentasi tersebut, terlihat sejumlah petugas berada di tengah sungai, berupaya melakukan penanganan terhadap instalasi pompa yang mengalami gangguan.

Direktur PDAM Kabupaten Bojonegoro, M. Khairul Anwar, ST., MM, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, membenarkan adanya kerusakan tersebut. Ia menyampaikan bahwa pompa yang berada di wilayah Bengawan Solo, tepatnya di kawasan Banjarsari, harus segera diperbaiki agar layanan dapat kembali normal.

Baca juga:

Pompa rusak, harus diperbaiki yang di Bengawan, Mas. Lokasinya di Banjarsari,” ujarnya singkat.

Kerusakan pompa intake ini diduga berkaitan dengan kondisi arus sungai yang cukup tinggi serta sedimentasi yang berpotensi mengganggu kinerja peralatan. Sejauh ini, tim teknis PDAM masih bekerja intensif di lokasi untuk menuntaskan perbaikan, dengan harapan distribusi air bersih dapat segera kembali normal.

Sejumlah warga di Kecamatan Trucuk dilaporkan mulai merasakan dampak dari gangguan tersebut, terutama berkurangnya tekanan air hingga distribusi yang tidak lancar. PDAM Bojonegoro mengimbau masyarakat untuk sementara waktu menggunakan air secara bijak sembari menunggu proses perbaikan selesai.

Pihak PDAM memastikan bahwa penanganan dilakukan secara maksimal agar pasokan air bersih dapat segera kembali normal. Namun demikian, belum ada estimasi pasti terkait waktu penyelesaian perbaikan, mengingat kondisi teknis di lapangan masih terus dievaluasi.

Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya pemeliharaan infrastruktur air baku, terutama yang bergantung pada kondisi alam seperti sungai besar. Keandalan sistem intake menjadi faktor krusial dalam menjamin kontinuitas layanan air bersih bagi masyarakat luas.

Share :