- Sumber: Humas Polres Bojonegoro
Bojonegoro — Kepolisian Resor Bojonegoro memperkuat komunikasi dan kerja sama dengan komunitas pencak silat guna menjaga stabilitas keamanan menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan silaturahmi antara jajaran kepolisian dan organisasi perguruan pencak silat yang tergabung dalam Bojonegoro Kampung Pesilat (BKP), yang berlangsung di Gedung AP I Rawi Mapolres Bojonegoro, Senin (16/3/2026) sore.
Pertemuan tersebut dihadiri Kapolres Bojonegoro Afrian Satya Permadi, jajaran pejabat utama Polres Bojonegoro, Ketua BKP Wahyu Subakdiono, serta para ketua dan pengurus berbagai perguruan pencak silat dari sejumlah kecamatan di wilayah Kabupaten Bojonegoro.
Kegiatan ini menjadi bagian dari pendekatan preventif kepolisian dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas), khususnya menjelang momentum hari besar keagamaan yang umumnya diiringi peningkatan mobilitas masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres secara simbolis menyerahkan tali asih kepada perwakilan perguruan pencak silat yang tergabung dalam BKP. Pemberian tersebut dimaknai sebagai bentuk apresiasi sekaligus penguatan hubungan kemitraan antara kepolisian dengan elemen masyarakat yang memiliki pengaruh sosial signifikan di tingkat akar rumput.
Kapolres Afrian Satya Permadi menyampaikan bahwa kegiatan silaturahmi tidak hanya berfungsi sebagai ajang mempererat hubungan kelembagaan, tetapi juga sebagai forum strategis untuk memperkuat komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi dalam menjaga stabilitas keamanan daerah.
Menurutnya, keterlibatan aktif organisasi masyarakat, termasuk komunitas pencak silat, menjadi faktor penting dalam menjaga kondusivitas wilayah, terutama pada periode menjelang dan setelah Idul Fitri.
Baca juga:
Ia juga mengimbau para ketua serta tokoh perguruan pencak silat untuk terus membimbing dan mengendalikan anggotanya agar tidak mudah terprovokasi oleh isu yang berpotensi memicu konflik maupun tindakan yang melanggar hukum.
Sinergi antara kepolisian dan seluruh elemen masyarakat merupakan fondasi penting dalam menjaga Bojonegoro tetap aman dan kondusif,” ujarnya kepada awak media.
Sementara itu, Ketua BKP Wahyu Subakdiono menegaskan bahwa seluruh perguruan pencak silat yang berada di bawah koordinasi BKP berkomitmen untuk mendukung upaya kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Ia mengajak seluruh anggota perguruan pencak silat untuk menjaga persaudaraan antarperguruan serta menghindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi yang berpotensi menimbulkan ketegangan di tengah masyarakat.
Pernyataan serupa juga disampaikan Ketua IKS PI Kera Sakti Cabang Bojonegoro Nanang Sugianto dan Ketua Pimpinan Cabang PSNU Pagar Nusa Bojonegoro Bisri Choiron. Keduanya menegaskan kesiapan organisasi masing-masing untuk berkontribusi aktif dalam menjaga stabilitas keamanan daerah.
Menurut mereka, komitmen menjaga kedamaian menjadi bagian dari tanggung jawab moral perguruan pencak silat sebagai bagian dari masyarakat Bojonegoro.
Dengan terbangunnya komunikasi yang konstruktif antara aparat keamanan dan komunitas pesilat, diharapkan suasana kondusif dapat terus terjaga sehingga masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan aman, tertib, dan penuh khidmat.