Home Daerah

Perluasan Layanan, Perumda Tirta Buana Bojonegoro Rayakan HUT ke-36 Refleksi Kinerja dan Kepedulian Sosial

by Media Rajawali - 04 April 2026, 01:48 WIB

  • Oleh : Budi Hartono 

Bojonegoro,  — Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Buana Kabupaten Bojonegoro memperingati hari ulang tahun ke-36 melalui rangkaian kegiatan yang memadukan refleksi kinerja, penguatan kelembagaan, serta kepedulian sosial berupa santunan kepada anak yatim piatu. Momentum tersebut sekaligus dirangkaikan dengan halal bihalal Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (PERPAMSI) Jawa Timur, yang diselenggarakan di kawasan wisata Kayangan Api, Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro.

Kegiatan diselenggarakan pada malam hari dan dimulai pukul 19.30 WIB, Acara dihadiri oleh Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua PERPAMSI Jawa Timur Syamsul Hadi, Sekretaris Daerah Bojonegoro Edi Susanto, serta para direktur BUMD air minum se-Jawa Timur, termasuk sejumlah purna tugas. Hadir pula tokoh agama KH. Abdulah Hilmi Al-Jumaidi yang memberikan tausiyah dalam rangkaian acara.

Kegiatan diawali dengan pemberian santunan kepada 50 anak yatim piatu, dengan sepuluh anak di antaranya maju secara simbolis ke depan. Suasana khidmat kemudian berlanjut dengan tausiyah keagamaan, diikuti sesi silaturahmi, kunjungan ke kawasan geopark Kayangan Api, hingga ramah tamah dan foto bersama.

Direktur Perumda Tirta Buana Bojonegoro, M. Khairul Anwar, dalam sambutannya menegaskan bahwa perjalanan 36 tahun perusahaan bukan sekadar angka, melainkan representasi dari proses panjang menghadapi dinamika pelayanan publik, keterbatasan infrastruktur, serta tuntutan peningkatan kualitas layanan air minum.

Momentum ini bukan hanya perayaan, tetapi refleksi atas capaian dan tantangan ke depan. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan air minum yang aman dan berkelanjutan bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya nilai kebersamaan dan kepedulian sosial, yang diwujudkan melalui santunan anak yatim sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan.

Sementara itu, Ketua PERPAMSI Jawa Timur, Syamsul Hadi, memaparkan gambaran kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) air minum di tingkat provinsi. Berdasarkan audit tahun buku 2024, rata-rata kinerja BUMD air minum di Jawa Timur berada dalam kategori baik, dengan nilai 64,85 dan tingkat kesehatan 3,45. Dari total 38 entitas, sebanyak 36 dinyatakan sehat.

Namun demikian, ia menyoroti tiga indikator utama yang masih menjadi pekerjaan rumah, yakni pemulihan biaya penuh (Full Cost Recovery/FCR), tingkat kehilangan air (Non-Revenue Water/NRW), serta cakupan layanan.

Baca juga:

Cakupan layanan air minum di Jawa Timur baru mencapai 22,66 persen. Artinya, masih banyak masyarakat yang belum terlayani dan ini menunjukkan peluang pengembangan yang sangat besar,” jelasnya.

Dalam konteks tersebut, Perumda Tirta Buana Bojonegoro mencatat kinerja yang relatif baik dengan skor 63,49 dan tingkat kesehatan 3,83. Tingkat kehilangan air tercatat sebesar 24,45 persen, lebih baik dibanding rata-rata provinsi sebesar 28,64 persen. Selain itu, perusahaan telah mencapai kondisi FCR positif, di mana tarif rata-rata telah mampu menutup biaya pokok produksi.

Meski demikian, tantangan utama tetap terletak pada cakupan layanan yang baru mencapai 14,54 persen, masih di bawah rata-rata provinsi.

Peningkatan cakupan tidak bisa hanya mengandalkan semangat, tetapi membutuhkan investasi nyata dalam kapasitas produksi, perluasan jaringan, serta dukungan kebijakan dan penyertaan modal dari pemerintah daerah,” tegas Syamsul.

Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, dalam sambutannya menekankan bahwa air akan menjadi komoditas strategis di masa depan. Ia merujuk pada forum global World Water Forum yang menempatkan isu air sebagai perhatian utama dunia.

Air adalah kebutuhan paling mendasar dan ke depan akan semakin bernilai. Karena itu, saya mendorong Perumda untuk terus meningkatkan kualitas layanan, memastikan air yang disalurkan benar-benar higienis, serta memperluas jangkauan pelayanan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga ketersediaan air ke depan, dengan mengurangi ketergantungan pada air tanah serta mendorong pemanfaatan sumber air di atas permukaan demi keberlanjutan lingkungan.

Peringatan HUT ke-36 ini menjadi momentum strategis bagi Perumda Tirta Buana Bojonegoro untuk memperkuat peran sebagai penyedia layanan dasar yang krusial bagi masyarakat, sekaligus menegaskan komitmen terhadap tata kelola yang profesional, berkelanjutan, dan berorientasi pada kepentingan publik.

Share :