Home Daerah

Pengurus Baru NPCI Bojonegoro Dilantik, Kolaborasi Diperkuat untuk Cetak Atlet Disabilitas Berprestasi

by Media Rajawali - 28 Juli 2026, 19:37 WIB

  • Oleh : Budi Hartono 

BOJONEGORO – Komitmen memperkuat pembinaan olahraga bagi penyandang disabilitas di Kabupaten Bojonegoro kembali ditegaskan melalui pelantikan 22 pengurus National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Bojonegoro masa bakti 2025–2030. Prosesi pelantikan yang berlangsung di Pendopo Malowopati Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Selasa (28/7/2026), menjadi momentum awal untuk memperkuat tata kelola organisasi sekaligus meningkatkan pembinaan atlet disabilitas secara berkelanjutan.

Pelantikan tersebut dihadiri Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Sekretaris NPCI Jawa Timur Sucipto, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, serta para atlet disabilitas yang selama ini menjadi bagian dari pembinaan NPCI Bojonegoro.

Dalam sambutannya, Bupati Setyo Wahono menegaskan bahwa kemajuan olahraga disabilitas tidak dapat diwujudkan hanya oleh satu pihak. Dibutuhkan kolaborasi yang erat antara pemerintah, organisasi olahraga, pelatih, dunia pendidikan, masyarakat, hingga keluarga atlet agar pembinaan berjalan secara berkesinambungan dan mampu menghasilkan prestasi yang membanggakan.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro akan terus memberikan dukungan sesuai kewenangan dan kapasitas yang dimiliki sebagai bentuk komitmen dalam menciptakan ekosistem olahraga yang inklusif. Dukungan tersebut tidak hanya diarahkan pada penyediaan fasilitas maupun pembinaan atlet, tetapi juga pada penguatan kelembagaan organisasi agar mampu bekerja secara profesional dan akuntabel.

Kepengurusan yang baru diharapkan mampu membangun organisasi yang profesional, transparan, dan berorientasi pada pembinaan jangka panjang. Pembinaan atlet sejak usia dini harus terus diperkuat dengan dukungan pelatih yang kompeten serta sinergi bersama seluruh pemangku kepentingan," ujar Setyo Wahono.

Ia menambahkan, olahraga bagi penyandang disabilitas memiliki makna yang jauh lebih luas dibanding sekadar mengejar prestasi dan medali. Di dalamnya terkandung nilai kesetaraan, kemandirian, kepercayaan diri, serta penghormatan terhadap harkat dan martabat manusia.

Baca juga:

Jangan pernah merasa minder ataupun menganggap keterbatasan adalah akhir dari segalanya. Tetap semangat, terus berprestasi, dan mari berkolaborasi bersama," pesannya kepada para atlet.

Sementara itu, Sekretaris NPCI Jawa Timur, Sucipto, menilai pelantikan kepengurusan baru merupakan titik awal untuk memperkuat organisasi dalam menghadapi berbagai tantangan pembinaan olahraga disabilitas di masa depan. Ia menekankan bahwa keberhasilan organisasi tidak hanya ditentukan oleh prestasi atlet, tetapi juga oleh tata kelola kelembagaan yang sehat dan berkelanjutan.

Menurutnya, organisasi yang profesional harus didukung sistem pembinaan yang konsisten, ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai, serta manajemen organisasi yang berjalan efektif.

Sucipto menjelaskan, arah pembangunan NPCI Jawa Timur bertumpu pada tiga pilar utama, yakni penguatan sarana dan prasarana sebagai fondasi, pembinaan atlet sebagai proses berkelanjutan, serta organisasi sebagai sistem yang mengintegrasikan seluruh program secara terarah.

Ketiga pilar tersebut harus berjalan beriringan agar mampu melahirkan atlet-atlet disabilitas yang tidak hanya berprestasi di tingkat daerah, tetapi juga mampu mengharumkan nama Jawa Timur dan Indonesia pada ajang nasional maupun internasional," katanya.

Di tingkat daerah, Ketua NPCI Kabupaten Bojonegoro periode 2025–2030, Suraji, mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya membina lebih dari 50 atlet disabilitas yang berasal dari berbagai kelompok usia, mulai tingkat sekolah hingga remaja. Pembinaan tersebut selama ini mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga, baik dalam pelaksanaan program latihan maupun keikutsertaan atlet pada berbagai kejuaraan.

Ke depan, NPCI Bojonegoro berkomitmen memperluas penjaringan bibit atlet dengan memperkuat kerja sama bersama sekolah reguler maupun sekolah inklusif. Strategi tersebut diharapkan mampu membuka akses yang lebih luas bagi penyandang disabilitas untuk mengembangkan potensi di bidang olahraga sekaligus memperkuat regenerasi atlet berprestasi.

Pelantikan kepengurusan baru ini menjadi penanda dimulainya babak baru pembinaan olahraga disabilitas di Kabupaten Bojonegoro. Dengan sinergi antara pemerintah daerah, organisasi, pelatih, institusi pendidikan, dan masyarakat, NPCI Bojonegoro diharapkan mampu menciptakan sistem pembinaan yang semakin berkualitas, inklusif, dan berdaya saing, sehingga melahirkan atlet-atlet yang mampu mengukir prestasi di panggung nasional hingga internasional.

Share :