Home Daerah

Pengawasan Harga Sembako Diperketat Jelang Ramadhan di Bojonegoro

by Media Rajawali - 09 Februari 2026, 13:42 WIB

  • Sumber : Humas Polres Bojonegoro || Oleh Budi Hartono

BOJONEGORO — Menjelang meningkatnya kebutuhan masyarakat pada bulan suci Ramadhan 2026, aparat kepolisian bersama pemerintah daerah di Kabupaten Bojonegoro memperketat pengawasan harga dan ketersediaan bahan pokok. Langkah ini dilakukan melalui inspeksi mendadak (sidak) yang digelar di Pasar Kota Bojonegoro pada Senin (9/2/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan Satuan Tugas Sapu Bersih Pelanggaran Harga (Satgas Saber) Polres Bojonegoro bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Bojonegoro. Inspeksi difokuskan pada sejumlah toko sembako serta lapak penjual daging sapi dan ayam guna memastikan pasokan tetap terjaga dan harga tidak melampaui ketentuan pemerintah.

Selama sidak, petugas melakukan pengecekan langsung terhadap harga jual serta ketersediaan berbagai komoditas utama, termasuk beras, gula, minyak goreng, telur, daging sapi, dan daging ayam. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan harga yang diterapkan pedagang tetap berada dalam koridor Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Acuan Pemerintah (HAP).

Baca juga:

Selain verifikasi harga, tim gabungan juga berdialog dengan pedagang untuk memperoleh gambaran faktual mengenai kondisi distribusi, pasokan barang, serta dinamika pergerakan harga di tingkat pasar. Pendekatan ini dinilai penting sebagai upaya deteksi dini terhadap potensi penimbunan maupun praktik pelanggaran harga yang dapat mengganggu stabilitas pasar.

Kanit II Satreskrim Polres Bojonegoro, Ipda Naim, menyampaikan bahwa hasil pemantauan menunjukkan kondisi pasar relatif terkendali. “Stok bahan pokok di wilayah Bojonegoro masih aman dan harga tetap berada pada ambang kewajaran, sesuai HET maupun HAP,” ujarnya kepada awak media.

Meski demikian, ia mengakui adanya kenaikan harga pada sejumlah komoditas. Namun, kenaikan tersebut dinilai tidak signifikan dan masih dalam batas toleransi pemerintah. Pemerintah daerah dan aparat kepolisian menegaskan komitmen untuk terus melakukan pemantauan secara berkala hingga memasuki dan selama bulan Ramadhan.

Petugas juga mengimbau para pedagang agar mematuhi ketentuan harga serta menjaga kelancaran distribusi. Masyarakat, di sisi lain, diminta untuk berbelanja secara bijak dan menghindari pembelian berlebihan yang berpotensi memicu ketidakstabilan pasokan.

Pengawasan intensif ini menjadi bagian dari strategi menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan stabilitas ekonomi daerah menjelang periode konsumsi tinggi selama Ramadhan. Dengan sinergi aparat dan pemerintah daerah, Bojonegoro berharap dapat menjaga keseimbangan pasar serta memastikan kebutuhan pokok tetap terjangkau bagi seluruh warga.

Share :