TUBAN – Pekerjaan pengaspalan pada proyek pelebaran jalan provinsi ruas Pakah – Rengel di Kabupaten Tuban dinilai belum menunjukkan hasil yang maksimal setelah ditemukan sejumlah kondisi permukaan aspal yang kurang merata di beberapa titik pekerjaan.
Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan pada Jumat (6/3/2026), khususnya pada ruas jalan antara Desa Banjaragung hingga Desa Punggul, terlihat permukaan aspal pada beberapa bagian tidak terbentuk secara seragam. Bahkan ditemukan struktur aspal tampak kasar dan berongga kecil menyerupai pola sarang lebah, mengindikasikan dugaan proses pencampuran material maupun pemadatan kurang optimal saat penghamparan dilakukan.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kualitas campuran aspal yang digunakan dalam pekerjaan pelebaran jalan tersebut. Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan bahwa material aspal yang digunakan dalam pekerjaan tersebut diduga berasal dari Asphalt Mixing Plant (AMP) milik PT Timbul Jaya Persada, yang berperan sebagai pemasok campuran aspal.
Sebagai pengingat, pekerjaan pengaspalan jalan pemerintah harus mengacu pada Spesifikasi Umum Bina Marga Kementerian PUPR dan tidak dapat dilakukan secara sembarangan di luar standar teknis yang telah ditetapkan. Dalam standar tersebut dijelaskan bahwa campuran aspal panas (hotmix) yang diproduksi di Asphalt Mixing Plant (AMP) harus berada pada suhu sekitar 145–160 derajat Celsius agar agregat dan aspal dapat tercampur secara merata.
Baca juga:
Saat proses penghamparan dilakukan, suhu campuran aspal idealnya masih berada pada kisaran 130–150 derajat Celsius sehingga material tetap memiliki daya ikat yang baik terhadap lapisan dasar jalan. Namun dalam praktik pekerjaan di lapangan, jarak tempuh distribusi dari AMP menuju lokasi proyek juga dapat mempengaruhi suhu material saat tiba di lokasi penghamparan.
Proses pemadatan juga harus mencapai sekitar 97 persen dari kepadatan maksimum agar lapisan aspal memiliki kekuatan sesuai standar teknis yang ditentukan. Selain itu, penghamparan aspal pada kondisi hujan atau permukaan jalan yang basah berpotensi mempengaruhi daya rekat material terhadap agregat maupun permukaan jalan, sehingga hasil akhir pekerjaan tidak dapat mencapai kualitas yang optimal.
Sejumlah pihak menilai bahwa proyek pelebaran jalan provinsi yang memiliki fungsi strategis bagi mobilitas masyarakat seharusnya dilaksanakan dengan pengawasan kualitas yang ketat, termasuk memastikan mutu material aspal yang diproduksi dari AMP benar-benar sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.
Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari pihak terkait mengenai kualitas campuran aspal yang digunakan dalam proyek tersebut, termasuk dari pihak pengelola AMP PT Timbul Jaya Persada yang disebut sebagai pemasok material.
Evaluasi teknis dari instansi yang berwenang diharapkan dapat memberikan kejelasan terkait kualitas material yang digunakan dalam pekerjaan tersebut, sehingga pembangunan infrastruktur jalan dapat memberikan manfaat optimal serta memiliki ketahanan yang baik dalam jangka panjang.