Home Daerah

Pemkab Bojonegoro Tingkatkan Kapasitas Petani melalui Sekolah Lapang Tembakau Berbasis GAP

by Media Rajawali - 10 Juni 2026, 02:50 WIB

  • Oleh : Budi Hartono 

BOJONEGORO — Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus memperkuat fondasi sektor pertanian melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia petani. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah penyelenggaraan Sekolah Lapang (SL) Tembakau oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), sebuah program yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas petani dalam menerapkan teknik budidaya yang modern, efisien, dan berkelanjutan.

Program tersebut digelar di sejumlah wilayah sentra produksi tembakau di Kabupaten Bojonegoro sebagai bagian dari upaya mendorong peningkatan produktivitas sekaligus kualitas hasil panen. Pada Selasa (9/6/2026), kegiatan berlangsung di Desa Banjarejo, Kecamatan Sumberrejo, serta Desa Pandantoyo, Kecamatan Temayang. Sementara itu, pelaksanaan berikutnya dijadwalkan pada Rabu (10/6/2026) di Desa Bungur, Kecamatan Kanor, dan Desa Dayukidul, Kecamatan Kedungadem.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bojonegoro, Zaenal Fanani, menegaskan bahwa Sekolah Lapang Tembakau tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan teknis, tetapi juga diarahkan untuk membangun pola pikir baru di kalangan petani dalam mengelola usaha tani secara profesional.

Menurutnya, program tersebut bertujuan memperkenalkan dan memperkuat penerapan prinsip Good Agricultural Practices (GAP), yaitu standar budidaya pertanian yang mengedepankan efektivitas produksi, efisiensi penggunaan sumber daya, serta keberlanjutan lingkungan.

Melalui Sekolah Lapang ini, kami ingin meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani, sekaligus mendorong perubahan sikap dalam berbudidaya tembakau yang sesuai dengan standar GAP dan ramah lingkungan. Dengan cara ini, produktivitas dan kualitas tembakau dapat meningkat, sementara biaya produksi dapat ditekan,” ujar Zaenal Fanani.

Baca juga:

Dalam pelaksanaannya, peserta memperoleh materi yang disusun secara menyeluruh dan sistematis. Pembelajaran mencakup berbagai tahapan penting dalam budidaya tembakau, mulai dari teknik persemaian, pengelolaan lahan dan tanaman, pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT), hingga penanganan pascapanen yang berperan besar dalam menentukan mutu akhir produk.

Zaenal menjelaskan bahwa keberhasilan usaha tani tembakau tidak hanya ditentukan oleh proses penanaman di lapangan, melainkan merupakan rangkaian panjang yang dimulai sejak tahap persiapan benih hingga pengolahan hasil panen. Oleh karena itu, pemahaman yang utuh terhadap seluruh proses budidaya menjadi faktor kunci untuk menghasilkan tembakau berkualitas tinggi yang mampu bersaing di pasar.

Keberhasilan usaha tani tembakau tidak hanya ditentukan saat tanam, tetapi juga sejak persemaian hingga pasca panen. Karena itu, seluruh rangkaian budidaya harus dipahami dan diterapkan dengan baik agar hasil yang diperoleh lebih optimal,” katanya.

Lebih jauh, program Sekolah Lapang Tembakau juga menjadi sarana bagi petani untuk mengenal berbagai inovasi dan teknologi pertanian yang dapat diterapkan sesuai dengan kondisi lokal. Pendekatan tersebut diharapkan mampu membantu petani meningkatkan efisiensi produksi, mengurangi risiko kerugian akibat serangan hama dan penyakit tanaman, serta menjaga keseimbangan lingkungan di kawasan pertanian.

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro memandang peningkatan kapasitas petani sebagai investasi jangka panjang yang memiliki dampak langsung terhadap ketahanan ekonomi masyarakat pedesaan. Dengan keterampilan yang semakin baik, petani diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah hasil pertanian sekaligus memperkuat daya saing komoditas tembakau Bojonegoro di tingkat regional maupun nasional.

Di tengah dinamika sektor pertanian yang terus berkembang, Sekolah Lapang Tembakau menjadi wujud komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pendampingan yang berorientasi pada peningkatan kualitas produksi dan kesejahteraan petani. Program ini sekaligus mempertegas langkah Bojonegoro dalam mempertahankan posisinya sebagai salah satu sentra penghasil tembakau berkualitas di Jawa Timur, dengan mengedepankan praktik budidaya yang produktif, adaptif, dan berkelanjutan.

Melalui penguatan kapasitas petani dan penerapan standar budidaya yang lebih baik, Bojonegoro berharap dapat menciptakan sektor pertanian tembakau yang tidak hanya menghasilkan panen berkualitas tinggi, tetapi juga mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah dalam jangka panjang.

Share :