Home Daerah

Pemkab Bojonegoro Perkuat Sinergi dengan Organisasi Kemasyarakatan, Dorong Kolaborasi untuk Pembangunan Daerah

by Media Rajawali - 31 Juli 2026, 18:48 WIB

BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro menegaskan komitmennya memperkuat kemitraan dengan organisasi kemasyarakatan (Ormas) sebagai salah satu pilar penting dalam mendukung pembangunan daerah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pembinaan, Penguatan Sinergi, dan Kemitraan Organisasi Kemasyarakatan Tahun 2026 yang berlangsung di Ruang Angling Dharma, Kamis (30/7/2026).

Kegiatan yang dihadiri perwakilan dari 19 organisasi kemasyarakatan itu menjadi wadah strategis untuk mempererat komunikasi antara pemerintah daerah dan Ormas. Selain memperkuat silaturahmi, forum tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan pemahaman terhadap regulasi, memperkuat tata kelola organisasi, serta memperluas ruang kolaborasi dalam mendukung pembangunan yang partisipatif dan berkelanjutan.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Bojonegoro, Amir Sahid, menjelaskan bahwa pembinaan tersebut dirancang untuk memastikan organisasi kemasyarakatan mampu menjalankan perannya secara profesional dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Menurutnya, terdapat dua tujuan utama dalam kegiatan tersebut. Pertama, meningkatkan pemahaman organisasi mengenai aspek regulasi dan tata kelola kelembagaan agar mampu menjalankan fungsi organisasi secara tertib dan akuntabel. Kedua, memperkuat kapasitas organisasi sehingga mampu memberikan kontribusi yang lebih luas dalam mendukung program pembangunan daerah.

Amir mengungkapkan, hingga saat ini terdapat 388 organisasi kemasyarakatan yang tercatat di Kabupaten Bojonegoro. Dari jumlah tersebut, sebanyak 237 organisasi berstatus aktif, sedangkan 151 lainnya masih menjalani proses verifikasi guna memastikan keberadaan, legalitas, serta aktivitas organisasinya.

Kami berharap organisasi kemasyarakatan menjadi kekuatan besar dalam mendukung program pembangunan pemerintah sekaligus mewujudkan Bojonegoro yang Bahagia, Makmur, dan Membanggakan," ujar Amir Sahid.

Baca juga:

Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlangsungan aktivitas organisasi, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro juga menyerahkan bantuan hibah secara simbolis kepada sejumlah organisasi kemasyarakatan yang dinilai memiliki peran strategis dalam kehidupan sosial masyarakat.

Penerima hibah tersebut meliputi DPC Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bojonegoro sebesar Rp219.180.000, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bojonegoro sebesar Rp208.154.000, PP Polri Pengurus Cabang Bojonegoro sebesar Rp50.000.000, Pengurus Cabang Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat sebesar Rp30.000.000, DPC Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI-Polri Kabupaten Bojonegoro sebesar Rp22.250.000, serta Wanita Katolik Republik Indonesia DPC Santo Paulus Bojonegoro sebesar Rp17.000.000.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menyampaikan apresiasi kepada seluruh organisasi kemasyarakatan yang selama ini berperan aktif menjaga persatuan, memperkuat kehidupan sosial, dan menjadi mitra pemerintah dalam berbagai program pembangunan.

Menurut Bupati, keberadaan organisasi kemasyarakatan merupakan modal sosial yang sangat berharga. Meski sebagian besar organisasi bergerak secara swadaya dengan keterbatasan sumber daya, semangat gotong royong, kepedulian, dan pengabdian yang dimiliki mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ia menegaskan bahwa pembinaan tidak hanya dimaksudkan sebagai kegiatan administratif, melainkan menjadi ruang dialog yang konstruktif antara pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan untuk membangun kesamaan persepsi, memperkuat koordinasi, sekaligus mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Bupati juga menyoroti tantangan era digital yang ditandai dengan derasnya arus informasi. Menurutnya, organisasi kemasyarakatan memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dalam meningkatkan literasi masyarakat serta menangkal penyebaran informasi palsu atau hoaks yang berpotensi mengganggu stabilitas sosial.

Ia mengajak seluruh organisasi kemasyarakatan untuk terus menjadi garda terdepan dalam menjaga kondusivitas daerah, memperkuat persatuan, serta memberikan edukasi kepada masyarakat agar semakin bijak dalam memanfaatkan media digital dan menyaring setiap informasi yang diterima.

Melalui penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan, Pemkab Bojonegoro optimistis pembangunan yang inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan dapat terus diwujudkan. Kolaborasi yang erat antara pemerintah dan masyarakat sipil diharapkan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Bojonegoro yang semakin maju, sejahtera, serta membanggakan. 

Share :