Home Daerah

Pemkab Bojonegoro Perkuat Pengentasan Kemiskinan Lewat Program Domba Kesejahteraan

by Media Rajawali - 27 Juli 2026, 22:02 WIB

  • Oleh : Budi Hartono 

BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus memperkuat strategi pengentasan kemiskinan melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat. Bantuan sosial tidak lagi semata diarahkan untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek, tetapi juga dikembangkan menjadi modal produktif yang diharapkan mampu membangun kemandirian ekonomi keluarga.

Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Budidaya Domba dalam Sub Kegiatan Pengembangan Kapasitas Kelembagaan Petani di Kecamatan dan Desa. Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Kecamatan Kapas, Senin (27/7/2026), diikuti sebanyak 84 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Bimtek tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan bantuan ternak yang diterima masyarakat dapat dikelola secara produktif dan berkelanjutan. Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai teknik budidaya domba, penyediaan pakan, manajemen pemeliharaan, hingga pengelolaan limbah peternakan.

Materi tersebut dinilai penting karena keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh jumlah bantuan ternak yang disalurkan, tetapi juga oleh kemampuan penerima manfaat dalam merawat, mengembangkan, dan mengelola usaha peternakan secara mandiri.

Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah mengatakan, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro bersama Bupati Setyo Wahono terus memperkuat program pengentasan kemiskinan berbasis pemberdayaan masyarakat.

Menurutnya, hingga 2025, berbagai program pemberdayaan ekonomi telah menjangkau ribuan keluarga penerima manfaat. Di antaranya sebanyak 8.611 KPM melalui Program Gayatri, 2.520 KPM melalui Program Domba Kesejahteraan, serta 519 penerima manfaat melalui Program KOLEGA.

Penguatan juga dilakukan pada Program Domba Kesejahteraan. Jika sebelumnya setiap penerima manfaat memperoleh satu ekor domba jantan dan satu ekor domba betina, maka pada 2026 skema tersebut direncanakan ditingkatkan menjadi satu ekor jantan dan dua ekor betina.

Harapannya, ternak dapat berkembang lebih cepat sehingga manfaat ekonominya semakin besar bagi keluarga penerima,” ujar Nurul Azizah.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Bojonegoro, Catur Rahayu, menjelaskan bahwa Program Domba Kesejahteraan merupakan salah satu instrumen pemerintah daerah untuk menekan angka kemiskinan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui sektor peternakan.

Ia menegaskan, peran pemerintah tidak berhenti pada penyaluran bantuan ternak. Pendampingan, pembinaan, pelatihan, serta fasilitasi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari program tersebut.

Baca juga:

Program Domba Kesejahteraan telah dimulai sejak 2023. Dari 2023 sampai 2025, program ini telah menjangkau 2.520 KPM. Ke depan, program ini akan terus diperluas sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya,” jelas Catur.

Menurutnya, program tersebut dirancang untuk membangun motivasi masyarakat kurang mampu agar mampu mengembangkan usaha budidaya domba. Di saat yang sama, penerima manfaat juga didorong meningkatkan keterampilan melalui pelatihan dan pendampingan, serta mendapatkan dukungan berupa bantuan ternak dan pakan.

Sasaran program diprioritaskan bagi masyarakat yang masuk dalam kelompok desil 1 hingga desil 5, masih berada pada usia produktif, memiliki minat untuk beternak, bersedia mengikuti pelatihan, serta memiliki kandang atau tempat pemeliharaan ternak.

Kriteria tersebut menunjukkan bahwa program dirancang dengan pendekatan pemberdayaan. Masyarakat penerima tidak hanya ditempatkan sebagai penerima bantuan, tetapi juga sebagai pelaku usaha yang diharapkan mampu mengembangkan aset produktif tersebut menjadi sumber pendapatan keluarga.

Selain memperkuat Program Domba Kesejahteraan, Pemkab Bojonegoro juga menyiapkan pengembangan sentra peternakan bebek di Kecamatan Kanor.

Nurul Azizah menyampaikan, Kecamatan Kanor dinilai memiliki potensi yang mendukung pengembangan ternak bebek. Karena itu, wilayah tersebut direncanakan memperoleh alokasi program pengembangan peternakan pada 2026.

Langkah tersebut mencerminkan upaya pemerintah daerah untuk mengembangkan program ekonomi berbasis potensi lokal. Setiap wilayah diharapkan dapat memiliki sektor unggulan yang mampu menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus memperluas sumber pendapatan keluarga.

Melalui pelaksanaan bimtek budidaya domba di Kecamatan Kapas, Pemkab Bojonegoro berharap bantuan yang diberikan dapat menghasilkan dampak yang lebih panjang. Pengetahuan, keterampilan, dan pendampingan diharapkan menjadi fondasi agar usaha peternakan masyarakat tidak berhenti pada tahap menerima bantuan.

Dengan pendekatan tersebut, program pemberdayaan diharapkan mampu menciptakan siklus ekonomi yang berkelanjutan: bantuan menjadi aset produktif, aset dikembangkan menjadi usaha, dan usaha pada akhirnya dapat memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menargetkan, penguatan berbagai program pemberdayaan masyarakat tersebut dapat berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan keluarga penerima manfaat sekaligus mempercepat upaya pengurangan angka kemiskinan di daerah.

Share :