- Oleh : Budi Hartono
BOJONEGORO — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro memperingati Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke-349 melalui upacara di Alun-Alun Bojonegoro, Jawa Timur, Selasa (20/10/2026). Berbagai kegiatan mewarnai peringatan tahun ini, mulai dari pelepasan balon berhadiah sembilan ekor kambing, pemberian penghargaan, hingga penampilan seni budaya yang melibatkan pelajar dan masyarakat.
Salah satu momen yang menarik perhatian adalah pelepasan balon udara oleh Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Bojonegoro Abdulloh Umar. Pada balon tersebut terdapat pamflet pengumuman bahwa penemu balon berhak mendapatkan hadiah sembilan ekor kambing. Kegiatan ini menjadi daya tarik tersendiri dan mengundang antusiasme masyarakat.
Selain itu, Pemkab Bojonegoro memberikan penghargaan kepada sejumlah pihak dalam berbagai kategori, termasuk pelajar berprestasi, kepala desa berprestasi, serta perusahaan yang dinilai berkontribusi terhadap pembangunan daerah. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas peran berbagai unsur dalam mendukung kemajuan Bojonegoro.
Suasana peringatan semakin meriah melalui penampilan teatrikal, tari-tarian tradisional, serta pertunjukan marching band dari siswa dan praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala organisasi perangkat daerah, TNI/Polri, camat, kepala desa dan lurah, komunitas, tokoh agama, serta tokoh masyarakat.
Sebelum upacara digelar, rangkaian HJB ke-349 diawali dengan ziarah ke makam leluhur Bojonegoro dan Kirab Api Abadi dari Kayangan Api, Kecamatan Ngasem, pada Minggu (18/10/2026). Kirab melintasi wilayah Kalitidu, Malo, hingga Trucuk sebelum rangkaian perjalanan berakhir di Pendopo Malowopati Bojonegoro.
Baca juga:
Kirab tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga tradisi dan identitas daerah. Antusiasme warga yang menyaksikan perjalanan Api Abadi menunjukkan bahwa peringatan hari jadi juga menjadi ruang kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat.
Di balik kemeriahan acara, peringatan HJB ke-349 membawa harapan agar pembangunan daerah semakin dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Peningkatan pelayanan publik, pemerataan infrastruktur, kemudahan akses pendidikan dan kesehatan, serta penguatan ekonomi masyarakat menjadi hal penting dalam mewujudkan kesejahteraan bersama.
Kemajuan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik maupun keberhasilan penyelenggaraan acara, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, pemerataan pembangunan hingga wilayah pedesaan dan peningkatan kualitas pelayanan publik tetap menjadi bagian penting dari perjalanan Bojonegoro ke depan.
Dengan mengusung tema “Berdaya Saing dan Bertransformasi Menuju Bojonegoro Adil dan Makmur”, peringatan HJB ke-349 menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan dan mendorong pembangunan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Harapannya, Bojonegoro semakin maju, kesejahteraan warga meningkat, dan hasil pembangunan dapat dirasakan secara lebih merata.