Home Daerah

Pemkab Bojonegoro Intervensi Harga Pangan Lewat Operasi Pasar Murah di Balen

by Media Rajawali - 06 April 2026, 00:01 WIB

  • Oleh : Budi Hartono 

Bojonegoro — Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mengambil langkah intervensi langsung untuk menjaga stabilitas harga bahan pangan dengan menggelar operasi pasar murah di Desa Lengkong, Kecamatan Balen, pada Minggu (5/4/2026). Program ini difokuskan pada distribusi komoditas strategis, khususnya minyak goreng dan gula pasir, yang dalam beberapa waktu terakhir mengalami fluktuasi harga di pasar tradisional.

Kegiatan yang diinisiasi melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disdagkop UM) tersebut juga bertepatan dengan peringatan hari ulang tahun ke-13 Perkumpulan Disabilitas Kabupaten Bojonegoro, sekaligus menjadi momentum untuk memperluas jangkauan bantuan ekonomi kepada masyarakat rentan.

Sejak pagi hari, ratusan warga tampak memadati lokasi kegiatan. Antrean tertib terbentuk di sejumlah titik distribusi, sementara petugas secara bergantian melayani pembelian paket sembako bersubsidi dengan harga di bawah rata-rata pasar.

Sekretaris Disdagkop UM Bojonegoro, Akhmadi, yang meninjau langsung pelaksanaan kegiatan, menegaskan bahwa operasi pasar murah merupakan instrumen kebijakan pemerintah daerah dalam merespons dinamika harga pangan yang berpotensi membebani masyarakat.

Baca juga:

Intervensi ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam memastikan akses pangan tetap terjangkau. Kami mencermati adanya kenaikan harga pada beberapa komoditas pokok, terutama minyak goreng dan gula. Melalui distribusi langsung ini, kami berharap dapat menahan laju inflasi daerah sekaligus menjaga daya beli masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, ketersediaan stok yang disalurkan dalam operasi pasar telah disesuaikan dengan kebutuhan lokal, sehingga mampu memberikan dampak nyata, meski bersifat jangka pendek. Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus mengevaluasi efektivitas program serupa sebagai bagian dari strategi pengendalian harga yang lebih luas.

Dari sisi masyarakat, respons terhadap program ini tergolong positif. Dwi Lestari, salah satu warga Desa Lengkong, mengungkapkan bahwa selisih harga yang ditawarkan cukup signifikan dibandingkan harga di pasar umum, sehingga membantu mengurangi beban pengeluaran rumah tangga.

Selisih harganya terasa sekali. Uang yang biasanya habis untuk satu kebutuhan bisa dialihkan untuk kebutuhan lain. Harapannya kegiatan seperti ini bisa dilakukan secara rutin,” katanya.

Operasi pasar murah di Desa Lengkong mencerminkan pendekatan langsung pemerintah daerah dalam meredam gejolak harga di tingkat akar rumput. Di tengah tekanan ekonomi yang masih dirasakan sebagian masyarakat, kebijakan semacam ini menjadi salah satu instrumen penting untuk menjaga stabilitas sosial sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Share :