Home Daerah

Pemkab Bojonegoro Buka Seleksi Paskibraka 2026, Tegaskan Komitmen Cetak Generasi Berkarakter Pancasila

by Media Rajawali - 24 Februari 2026, 22:31 WIB

BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro resmi membuka sosialisasi dan seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tahun 2026 dalam sebuah seremoni di Ruang Angling Dharma Lantai 2 Gedung Pemkab Bojonegoro, Selasa (24/2/2026). Kegiatan ini menandai dimulainya proses penjaringan putra-putri terbaik daerah yang diproyeksikan menjadi generasi emas berkarakter Pancasila.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bojonegoro, Edi Susanto, dalam sambutannya menegaskan bahwa Paskibraka bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan menjelang peringatan Hari Kemerdekaan, melainkan bagian dari strategi pembinaan karakter generasi muda secara sistematis dan berkelanjutan.

“Paskibraka merupakan kesempatan emas bagi siswa-siswi di Kabupaten Bojonegoro untuk membentuk kedisiplinan, kepemimpinan, serta menanamkan nilai cinta tanah air sejak dini. Ini selaras dengan arah kebijakan pembinaan ideologi Pancasila yang diusung oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila,” ujar Edi.

Menurutnya, komitmen tersebut tetap dijaga meskipun pemerintah daerah menghadapi tekanan fiskal akibat pengurangan transfer keuangan dari pemerintah pusat pada tahun anggaran 2025/2026. Ia mengakui sempat terjadi penyesuaian anggaran, namun kemudian dikembalikan ke alokasi semula demi memastikan program pembinaan karakter melalui Paskibraka tidak terdampak.

“Pembinaan karakter adalah investasi jangka panjang. Ini tidak boleh dikorbankan hanya karena keterbatasan anggaran,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Bojonegoro, Amir Syahid, menjelaskan bahwa proses seleksi tahun ini dirancang lebih modern dan transparan. Seluruh tahapan pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi paskibraka.bpip.go.id, mulai 3 hingga 23 Maret 2026.

Baca juga:

Untuk menjamin objektivitas, tes akademis menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) yang mencakup Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dan Tes Inteligensia Umum (TIU). Melalui sistem ini, peserta dapat mengetahui hasil ujian secara real-time setelah menyelesaikan tes.

“Dengan sistem CAT, proses seleksi menjadi lebih akuntabel dan meminimalkan potensi intervensi. Kami ingin memastikan hanya peserta terbaik yang lolos berdasarkan kompetensi,” jelas Amir.

Selain seleksi akademis, peserta juga akan mengikuti serangkaian uji fisik, meliputi push-up, sit-up, lari, serta kemampuan Peraturan Baris Berbaris (PBB). Aspek ketahanan fisik dan mental dinilai sebagai fondasi penting dalam membentuk karakter disiplin dan kepemimpinan.

Untuk tahun 2026, kuota Paskibraka tingkat Kabupaten Bojonegoro ditetapkan sebanyak 72 orang. Pemkab Bojonegoro juga menargetkan adanya perwakilan daerah yang mampu lolos ke tingkat provinsi bahkan nasional.

Amir mengimbau seluruh SMA dan sederajat di wilayah Bojonegoro untuk aktif mendorong siswa-siswi terbaiknya mengikuti seleksi. Ia optimistis, dengan persiapan matang dan dukungan sekolah, peluang menembus formasi tingkat nasional semakin terbuka.

“Kita ingin melihat putra-putri Bojonegoro berdiri tegak mengibarkan Sang Merah Putih tidak hanya di tingkat kabupaten, tetapi juga di panggung nasional,” pungkasnya.

Melalui seleksi yang transparan dan berbasis merit, Pemkab Bojonegoro menegaskan bahwa Paskibraka bukan semata ajang prestise, melainkan wahana pembentukan generasi muda yang berintegritas, berkarakter Pancasila, dan siap menjadi calon pemimpin masa depan.

Share :