Home Daerah

Pelatihan Dasar Tagana Muda Perkuat Ketangguhan Bencana di Bojonegoro

by Media Rajawali - 17 Juni 2026, 20:57 WIB

  • Oleh : Budi Hartono 

BOJONEGORO – Semangat pengabdian dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana terus diperkuat di Kabupaten Bojonegoro. Bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-22 Taruna Siaga Bencana (Tagana) Indonesia yang jatuh pada 24 Maret 2026, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bojonegoro menggelar Pelatihan Dasar Tagana Muda sebagai upaya menyiapkan generasi relawan yang tangguh dan responsif terhadap berbagai potensi bencana.

Peringatan HUT Tagana tahun ini mengusung tema nasional “22 Tahun Mengabdi, Satu Sinergi untuk Ketangguhan Negeri”, sebuah tema yang menegaskan pentingnya kolaborasi berbagai elemen dalam membangun masyarakat yang siap menghadapi risiko bencana. Di Bojonegoro, semangat tersebut diwujudkan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda yang diharapkan menjadi garda terdepan dalam mitigasi dan penanganan bencana berbasis masyarakat.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro, Agus Susetyo Hardiyanto, menegaskan bahwa keberadaan Tagana memiliki peran strategis dalam mendukung upaya penanggulangan bencana di daerah. Menurutnya, selama lebih dari dua dekade, para personel Tagana telah menunjukkan dedikasi luar biasa melalui kerja-kerja kemanusiaan yang dilakukan secara sukarela dan penuh tanggung jawab.

Tagana bukan sekadar relawan, melainkan simbol ketangguhan masyarakat kita dalam menghadapi berbagai tantangan alam dan sosial. Kehadiran mereka menjadi bagian penting dalam setiap upaya penanganan bencana maupun kegiatan kemanusiaan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Baca juga:

Pelatihan Dasar Tagana Muda ini dirancang untuk membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan dasar kebencanaan, mulai dari mitigasi risiko, kesiapsiagaan, penanganan keadaan darurat, hingga penguatan karakter kerelawanan. Melalui pelatihan tersebut, peserta diharapkan mampu menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari sekaligus menjadi agen edukasi kebencanaan di lingkungan masing-masing.

Lebih lanjut, Agus berharap para peserta tidak hanya memahami teori yang diberikan selama pelatihan, tetapi juga mampu mengimplementasikannya secara nyata dalam berbagai situasi yang membutuhkan kesiapsiagaan dan kepedulian sosial.

Sebagai bentuk penguatan sinergi lintas sektor, kegiatan pendidikan dan pelatihan dasar tersebut turut melibatkan sejumlah pemangku kepentingan di bidang kebencanaan. Dinas Sosial menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar), serta Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bojonegoro untuk memberikan materi dan pengalaman praktis kepada para peserta.

Kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang lebih terintegrasi. Dengan dukungan berbagai lembaga yang memiliki kompetensi dan pengalaman di bidangnya, para calon relawan diharapkan mampu memahami pola koordinasi yang efektif saat menghadapi situasi darurat.

Melalui Pelatihan Dasar Tagana Muda, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro tidak hanya memperingati perjalanan panjang pengabdian Tagana Indonesia, tetapi juga menegaskan komitmennya dalam membangun budaya sadar bencana dan memperkuat ketahanan masyarakat. Upaya ini menjadi investasi jangka panjang untuk menciptakan lingkungan yang lebih siap, tangguh, dan adaptif dalam menghadapi berbagai potensi bencana di masa mendatang.

Share :