Home Daerah

Patroli Malam Minggu Polres Bojonegoro Amankan 26 Motor Tak Sesuai Spesifikasi

by Media Rajawali - 06 September 2026, 13:26 WIB

  • Oleh : Budi Hartono 

BOJONEGORO — Malam akhir pekan di sejumlah ruas jalan Kota Bojonegoro menjadi sasaran patroli cipta kondisi yang digelar Polres Bojonegoro, Sabtu (5/9/2026) malam hingga Minggu dini hari. Patroli tersebut diarahkan untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat sekaligus mencegah berbagai bentuk gangguan yang kerap muncul pada jam-jam rawan.

Patroli dimulai sekitar pukul 23.30 WIB dan dipimpin langsung Kapolres Bojonegoro AKBP Yenni Diarty. Personel gabungan bergerak secara mobile menyusuri sejumlah ruas jalan utama serta titik-titik yang biasa menjadi lokasi berkumpulnya masyarakat dan pengendara pada malam akhir pekan.

Kehadiran aparat tidak hanya ditujukan untuk melakukan pengawasan. Petugas juga memberikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat dan melakukan penertiban terhadap pengendara yang ditemukan melanggar ketentuan lalu lintas.

Dalam operasi tersebut, polisi menerapkan pola hunting system dengan menyasar kendaraan yang dinilai berpotensi menimbulkan gangguan terhadap ketertiban dan keselamatan di jalan. Sasaran antara lain kendaraan yang tidak dilengkapi dokumen kepemilikan serta sepeda motor yang tidak memenuhi persyaratan spesifikasi teknis, termasuk penggunaan knalpot yang menghasilkan suara bising atau knalpot brong.

Kapolres Bojonegoro AKBP Yenni Diarty mengatakan patroli pada malam akhir pekan merupakan bagian dari langkah preventif kepolisian untuk memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman.

Patroli cipta kondisi pada malam Minggu kami laksanakan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat. Kehadiran personel di lapangan merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Yenni.

Menurut dia, patroli pada waktu-waktu yang dianggap rawan merupakan salah satu strategi untuk mencegah gangguan keamanan sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar. Potensi yang diantisipasi mencakup kriminalitas, balap liar, tawuran, premanisme hingga pelanggaran lalu lintas yang dapat mengganggu ketertiban umum.

Hasil patroli menunjukkan masih ditemukan pengendara yang tidak mematuhi ketentuan. Sebanyak 26 sepeda motor ditertibkan karena tidak dilengkapi surat-surat kepemilikan maupun menggunakan kelengkapan kendaraan yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis, termasuk knalpot brong.

Baca juga:

Seluruh kendaraan tersebut kemudian diamankan di Satlantas Polres Bojonegoro untuk menjalani proses lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.

Yenni menegaskan bahwa penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas tidak semata-mata dimaksudkan untuk memberikan efek jera. Langkah tersebut, menurutnya, juga memiliki dimensi edukatif agar masyarakat memahami bahwa kepatuhan terhadap aturan merupakan bagian penting dari keselamatan bersama.

Kedisiplinan berlalu lintas, lanjut dia, tidak hanya berkaitan dengan tertib administrasi kendaraan, tetapi juga menyangkut tanggung jawab setiap pengguna jalan terhadap keselamatan dirinya sendiri maupun orang lain.

Perhatian khusus juga disampaikan kepada para orang tua. Kapolres meminta keluarga meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak, terutama ketika berada di luar rumah pada malam hari.

Ia mengingatkan agar generasi muda tidak terlibat dalam balap liar, konvoi maupun kegiatan lain yang dapat membahayakan keselamatan dan berpotensi mengganggu ketertiban masyarakat.

Polres Bojonegoro juga mengajak masyarakat tidak menempatkan keamanan semata-mata sebagai tanggung jawab aparat. Kepedulian warga terhadap lingkungan sekitar dinilai menjadi bagian penting dalam mendeteksi dan mencegah potensi gangguan sejak dini.

Masyarakat yang mengetahui adanya tindak kriminalitas atau potensi gangguan keamanan dapat melaporkannya melalui layanan Polri Call Center 110.

Melalui patroli yang dilakukan secara rutin dan sinergi dengan masyarakat, Polres Bojonegoro berupaya memastikan ruang publik tetap menjadi tempat yang aman bagi seluruh warga, terutama ketika aktivitas masyarakat meningkat pada malam akhir pekan.

Share :