- Oleh : Budi Hartono
BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mempercepat upaya penguatan ketahanan sektor pertanian melalui normalisasi Kali Gandong di Kecamatan Purwosari. Program yang dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) ini difokuskan pada pengerukan sedimentasi sungai guna memulihkan kapasitas aliran air yang selama ini mengalami penyempitan akibat endapan material dan pertumbuhan vegetasi liar.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam menjaga keberlangsungan pasokan air irigasi di tengah musim kemarau yang menyebabkan debit Kali Gandong menurun secara signifikan. Dengan mengerahkan alat berat, proses normalisasi diharapkan mampu mengembalikan fungsi sungai sebagai sumber utama pengairan bagi lahan pertanian di wilayah Kecamatan Purwosari.
Camat Purwosari, Ike Widyaningrum, mengatakan bahwa normalisasi sungai merupakan langkah strategis untuk memastikan sistem irigasi tetap berfungsi secara optimal. Menurutnya, keberadaan Kali Gandong memiliki peran vital dalam menopang aktivitas pertanian masyarakat karena menjadi satu-satunya sumber air bagi kawasan persawahan di kecamatan tersebut.
Kali Gandong merupakan tulang punggung irigasi pertanian di Purwosari. Oleh karena itu, menjaga kapasitas aliran sungai menjadi kebutuhan yang sangat penting agar pasokan air tetap tersedia bagi para petani," ujarnya.
Kali Gandong berhulu di wilayah selatan Kabupaten Bojonegoro yang meliputi Kecamatan Sekar, Gondang, dan Temayang. Aliran sungai tersebut mengairi sekitar 80 hektare lahan pertanian yang tersebar di tujuh desa, yakni Purwosari, Pojok, Sedahkidul, Punggur, Tlatah, Ngrejeng, dan Pelem.
Baca juga:
Memasuki puncak musim kemarau, debit air sungai mengalami penurunan drastis hingga di sejumlah titik hampir mengering. Kondisi tersebut justru dimanfaatkan sebagai momentum ideal untuk melakukan pengerukan karena pekerjaan dapat berlangsung lebih efektif dibandingkan saat volume air tinggi.
Melalui pengangkatan sedimentasi yang selama ini menghambat aliran, kapasitas sungai diharapkan kembali meningkat sehingga distribusi air menuju areal pertanian menjadi lebih lancar ketika debit air kembali bertambah. Pemerintah optimistis langkah ini tidak hanya mampu mengurangi risiko kekeringan, tetapi juga menjaga stabilitas produktivitas pertanian sebagai salah satu sektor penopang perekonomian masyarakat.
Ike menegaskan bahwa penyediaan infrastruktur sumber daya air merupakan bagian penting dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah. Menurutnya, keberhasilan sektor pertanian tidak hanya ditentukan oleh faktor cuaca, tetapi juga bergantung pada kesiapan infrastruktur yang mampu menjamin ketersediaan air secara berkelanjutan.
Sambutan positif datang dari masyarakat. Kepala Desa Ngrejeng, Arif Yanuar Andika, menyebut normalisasi Kali Gandong memberikan dampak nyata bagi para petani yang selama beberapa waktu terakhir kesulitan memperoleh pasokan air akibat sedimentasi dan semak belukar yang menutup jalur aliran sungai.
Sebelum dinormalisasi, aliran air terhambat sehingga sulit mencapai lahan pertanian. Setelah dilakukan pembersihan, air dari sumber sungai mulai mengalir kembali dengan lancar dan dapat dimanfaatkan petani untuk kebutuhan irigasi," kata Arif.
Ia berharap kegiatan normalisasi dapat dilaksanakan secara berkala sebagai bagian dari program pemeliharaan sungai. Menurutnya, keberlanjutan upaya tersebut akan menjaga fungsi Kali Gandong sebagai sumber irigasi utama sekaligus memberikan kepastian pasokan air bagi sektor pertanian di Desa Ngrejeng maupun desa-desa lain yang bergantung pada aliran sungai tersebut.
Normalisasi Kali Gandong mencerminkan pendekatan pemerintah daerah yang tidak hanya berorientasi pada penanganan persoalan jangka pendek akibat musim kemarau, tetapi juga pada pembangunan sistem pengelolaan sumber daya air yang lebih berkelanjutan. Dengan infrastruktur irigasi yang terpelihara, diharapkan sektor pertanian Bojonegoro mampu mempertahankan produktivitas, meningkatkan ketahanan pangan, serta memperkuat kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan hidup pada hasil pertanian.