- Oleh : Budi Hartono
BOJONEGORO – Suasana penuh semangat dan kreativitas mewarnai penyelenggaraan Lomba Mewarnai dan Menggambar dalam rangkaian Bojonegoro Wastra Batik Festival (BWBF) 2026, Jumat (19/6/2026). Ratusan pelajar tingkat SD/MI hingga SMP/MTs memanfaatkan pensil warna dan alat gambar sebagai sarana mengekspresikan imajinasi sekaligus memperkuat kecintaan terhadap warisan budaya batik khas Bojonegoro.
Di bawah tenda yang teduh dengan hembusan angin pagi yang sejuk, para peserta tampak serius menorehkan warna demi warna pada lembar gambar yang telah disiapkan. Bagi mereka, kompetisi tersebut bukan sekadar ajang meraih prestasi, melainkan kesempatan untuk mengenal lebih dekat kekayaan motif batik daerah yang menjadi identitas budaya Bojonegoro.
Salah satu peserta yang mencuri perhatian adalah Arzena Alesha Genuni, siswi kelas IV SDN Kadipaten 2 Bojonegoro. Dengan ketelitian yang tinggi, Arzena memilih dan memadukan warna satu demi satu agar menghasilkan komposisi yang harmonis. Sesekali ia memperhatikan pola gambar sebelum kembali mengarsir dengan penuh kehati-hatian.
Raut wajahnya tampak berbinar seiring warna-warni yang mulai memenuhi gambar di hadapannya. Bagi Arzena, mengikuti lomba tersebut merupakan pengalaman yang menyenangkan sekaligus sarana belajar mengenal motif batik Bojonegoro.
Saya senang sekali bisa ikut lomba mewarnai di Wastra Batik Festival. Walaupun agak deg-degan karena pesertanya banyak, saya tetap semangat dan berusaha memberikan hasil terbaik,” ujar Arzena.
Baca juga:
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan berharga untuk bertemu dengan peserta dari berbagai sekolah serta memperluas pergaulan. Ia berharap kegiatan serupa dapat kembali digelar pada tahun-tahun mendatang.
Semoga tahun depan ada lomba seperti ini lagi, karena seru dan membuat saya semakin suka menggambar dan mewarnai,” tuturnya.
Semangat yang sama juga terlihat dari peserta tingkat SMP dan MTs yang mengikuti lomba menggambar bertema batik. Dengan kreativitas khas generasi muda, mereka menuangkan beragam gagasan yang memadukan unsur tradisi dengan sentuhan imajinasi kontemporer.
Berbagai motif khas Bojonegoro hadir dalam karya para peserta, mulai dari motif daun jati yang merepresentasikan kekayaan alam daerah, motif Khayangan Api yang menjadi simbol potensi energi dan sejarah, hingga motif Thengul yang merefleksikan kekayaan seni budaya lokal. Masing-masing karya menampilkan interpretasi yang unik dan penuh karakter.
Tidak sekadar menghasilkan gambar yang menarik secara visual, kompetisi tersebut menjadi ruang edukasi budaya yang efektif bagi generasi muda. Setiap goresan pensil warna yang tercipta mencerminkan antusiasme anak-anak dalam mengenal, memahami, dan menjaga keberlangsungan warisan batik sebagai bagian dari identitas daerah.
Melalui kegiatan yang dikemas dalam suasana edukatif dan menyenangkan, Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 kembali menegaskan perannya sebagai wadah pembinaan kreativitas sekaligus sarana menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal sejak usia dini. Di tangan generasi muda inilah, nilai-nilai tradisi tidak hanya diwariskan, tetapi juga diberi ruang untuk terus hidup dan berkembang seiring perubahan zaman.