Home Nasional

Lamongan Catat Lompatan Daya Saing, Lampaui Rata-Rata Nasional pada 2025

by Media Rajawali - 24 Februari 2026, 17:16 WIB

Lamongan – Pemerintah Kabupaten Lamongan kembali mencatatkan kemajuan signifikan dalam peta pembangunan nasional. Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) tahun 2025 menempatkan Lamongan pada skor 3,81 dalam kategori tinggi, melampaui rata-rata nasional yang berada di angka 3,50. Capaian ini menegaskan posisi Lamongan sebagai salah satu daerah dengan performa pembangunan yang kian kompetitif dan terukur.

Peningkatan tersebut bukanlah capaian instan. Dalam empat tahun terakhir, grafik IDSD Lamongan menunjukkan tren kenaikan yang konsisten. Pada 2022, skor IDSD tercatat 3,14. Angka itu meningkat menjadi 3,48 pada 2023, kemudian 3,64 pada 2024, hingga mencapai 3,81 pada 2025. Konsistensi tersebut mencerminkan kesinambungan kebijakan serta efektivitas implementasi program pembangunan daerah.

Baca juga:

Pengakuan atas capaian tersebut ditandai dengan penyerahan sertifikat skor IDSD kepada Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, oleh Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional di Jakarta, Selasa (24/2/2026). Momentum ini menjadi simbol validasi atas kerja kolektif pemerintah daerah dalam memperkuat fondasi daya saing yang berkelanjutan.

Peningkatan skor IDSD Lamongan ditopang oleh empat komponen utama yang menjadi fondasi pembangunan daerah.

  1. Pertama, aspek lingkungan pendukung. Pemerintah daerah terus memperkuat infrastruktur dasar sekaligus menjaga stabilitas ekonomi makro. Arus investasi menunjukkan tren positif, didorong oleh kemudahan perizinan dan kepastian regulasi. Kombinasi tersebut memperkuat citra Lamongan sebagai wilayah yang ramah investasi serta memiliki kepastian usaha.
  2. Kedua, aspek sumber daya manusia. Pemerintah kabupaten berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan secara merata dan inklusif. Akses terhadap layanan publik yang semakin terbuka menjadi bagian dari strategi meningkatkan kualitas hidup sekaligus produktivitas masyarakat.
  3. Ketiga, aspek pasar. Berbagai program penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) digencarkan melalui peningkatan kualitas produksi, penguatan merek, hingga perluasan akses pasar, termasuk penetrasi ekspor. Di saat yang sama, peluang kerja diperluas melalui program inkubasi bisnis, pelatihan vokasi, dan fasilitasi penempatan tenaga kerja.
  4. Keempat, ekosistem inovasi. Melalui peran aktif Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida), Lamongan membangun budaya inovasi dalam tata kelola pemerintahan serta pelayanan publik. Salah satu inisiatif strategis adalah agenda Megnotek, yang mempertemukan inovator, teknologi, dan kebutuhan riil daerah agar inovasi tidak berhenti pada konsep, melainkan berdampak langsung bagi masyarakat.

Capaian IDSD 2025 juga merupakan refleksi dari implementasi lima belas program prioritas yang diusung oleh Yuhronur Efendi bersama Wakil Bupati Dirham Akbar Aksara. Agenda tersebut diarahkan untuk menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi, memastikan pemerataan pembangunan, serta memperkuat harmoni sosial di tengah dinamika perubahan.

Dengan tren peningkatan yang terjaga selama empat tahun berturut-turut, Pemerintah Kabupaten Lamongan menyatakan optimisme untuk terus memperkokoh posisinya sebagai daerah yang kompetitif, adaptif, dan berkelanjutan. Lebih dari sekadar capaian angka, peningkatan daya saing ini menjadi indikator bahwa pembangunan daerah berjalan di jalur yang terarah, mendorong kesejahteraan masyarakat sekaligus berkontribusi pada penguatan daya saing nasional secara keseluruhan.

Share :