Home Daerah

Kulo Nuwun, Kapolres Bojonegoro Sambangi PCNU, Perkuat Sinergi Menjaga Keteduhan Masyarakat

by Media Rajawali - 11 Agustus 2026, 09:07 WIB

  • SUMBER : HUMAS POLRES BOJONEGORO 

BOJONEGORO – Membangun keamanan dan ketertiban tidak semata-mata bertumpu pada kerja aparat penegak hukum. Di tengah dinamika masyarakat yang terus berkembang, komunikasi dengan tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, dan berbagai elemen sosial menjadi bagian penting untuk menjaga suasana tetap aman, sejuk, dan kondusif.

Semangat itulah yang dibawa Kapolres Bojonegoro AKBP Yenni Diarty saat melakukan silaturahmi ke Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bojonegoro, Jalan A. Yani, Kota Bojonegoro, Senin (10/8/2026). Kunjungan tersebut dikemas dalam agenda “Kulo Nuwun”, sebuah ikhtiar membangun kedekatan sekaligus membuka ruang komunikasi dengan salah satu organisasi keagamaan terbesar di daerah tersebut.

Dalam kunjungan itu, AKBP Yenni Diarty didampingi Wakapolres Bojonegoro serta sejumlah pejabat utama (PJU) Polres Bojonegoro. Rombongan diterima Rais Syuriah PCNU Bojonegoro KH Ahmad Maimun Syafi’i, Katib KH Hilmi Al Jumadi, jajaran Syuriah, Ketua PCNU Bojonegoro dr. KH Kholid Ubed, pengurus harian, para ketua lembaga, serta pimpinan Badan Otonom (Banom) NU.

Pertemuan berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Bagi kedua institusi, silaturahmi tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang untuk memperkuat komunikasi dan menyamakan langkah dalam merespons berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.

Ketua PCNU Bojonegoro dr. KH Kholid Ubed menyampaikan apresiasi terhadap hubungan yang selama ini telah terjalin antara PCNU Bojonegoro dan Polres Bojonegoro.

Menurutnya, komunikasi dan kerja sama antarlembaga merupakan modal penting untuk menciptakan lingkungan masyarakat yang aman serta mendukung berbagai program yang bersentuhan langsung dengan kepentingan warga.

Kami siap mendukung program-program Polres Bojonegoro, terlebih program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Semoga kerja sama yang sudah terjalin dengan baik ini dapat terus ditingkatkan,” ujar dr. KH Kholid Ubed.

Sementara itu, Kapolres Bojonegoro AKBP Yenni Diarty mengapresiasi sambutan yang diberikan jajaran PCNU. Ia menilai silaturahmi dengan tokoh agama dan organisasi kemasyarakatan memiliki arti penting dalam menjalankan tugas kepolisian.

Menurutnya, keamanan tidak hanya dibangun melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui komunikasi, kolaborasi, dan kepercayaan antara kepolisian dengan masyarakat.

Baca juga:

Kami mohon doa, agar lancar dan diberikan kekuatan dalam menjalankan amanah sebagai Kapolres Bojonegoro,” kata AKBP Yenni Diarty.

Permohonan tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa tugas kepolisian membutuhkan dukungan berbagai pihak. Tokoh agama dan organisasi kemasyarakatan dinilai memiliki posisi strategis dalam membangun komunikasi publik serta ikut menjaga suasana sosial agar tetap harmonis.

Hubungan yang baik antara Polres Bojonegoro dan PCNU diharapkan tidak berhenti pada pertemuan tersebut. Sinergi antara aparat keamanan dan elemen keagamaan diharapkan dapat berkembang menjadi kolaborasi yang konkret, khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Di tengah masyarakat yang beragam, pendekatan dialogis menjadi salah satu instrumen penting untuk mencegah munculnya kesalahpahaman maupun potensi konflik. Karena itu, komunikasi yang terbuka antara kepolisian, tokoh agama, dan masyarakat menjadi bagian dari upaya menjaga Bojonegoro tetap aman dan teduh.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Bojonegoro juga menyampaikan sejumlah program kepolisian kepada jajaran PCNU. Salah satu yang disosialisasikan adalah pemanfaatan layanan kepolisian berbasis digital.

Masyarakat diperkenalkan kembali dengan Call Center 110, layanan yang dapat digunakan untuk meminta bantuan kepolisian maupun menyampaikan informasi mengenai gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Sosialisasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperpendek jarak antara masyarakat dan kepolisian. Dengan dukungan teknologi, akses terhadap layanan kepolisian diharapkan menjadi lebih mudah dan cepat, terutama ketika masyarakat membutuhkan respons terhadap persoalan keamanan.

Pada akhirnya, kunjungan “Kulo Nuwun” tersebut membawa pesan yang lebih luas dari sekadar agenda silaturahmi. Polres Bojonegoro dan PCNU menunjukkan pentingnya membangun jembatan komunikasi di tengah masyarakat.

Ketika aparat keamanan dan tokoh masyarakat berjalan dalam ruang dialog yang sama, berbagai persoalan sosial memiliki peluang lebih besar untuk diselesaikan secara bijaksana. Dari komunikasi itulah keteduhan dibangun, bukan hanya melalui penegakan aturan, tetapi juga melalui kepercayaan, kebersamaan, dan kepedulian terhadap kehidupan masyarakat.

Silaturahmi tersebut pun menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menjaga Bojonegoro tetap aman, nyaman, kondusif, dan teduh bagi seluruh masyarakat.

Share :