- Sumber : ADMC 0813
BOJONEGORO — Upaya memperkuat ketahanan nasional tidak hanya bertumpu pada kekuatan pertahanan, tetapi juga pada kokohnya karakter kebangsaan di tengah masyarakat. Semangat tersebut menjadi salah satu fokus Kodim 0813 Bojonegoro melalui kegiatan Pemberdayaan Komponen Masyarakat melalui Penguatan Karakter Kebangsaan Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Gedung Ahmad Yani Makodim 0813 Bojonegoro, Selasa (15/9/2026).
Kegiatan tersebut mengusung tema “Membangun Sinergitas Komponen Masyarakat dalam Mendukung Kebijakan Pemerintah demi Terwujudnya Ketahanan Nasional.” Forum ini mempertemukan berbagai unsur masyarakat, tokoh agama, serta aparatur birokrasi di Kabupaten Bojonegoro sebagai bagian dari upaya membangun kesamaan pandangan mengenai pentingnya wawasan kebangsaan dan bela negara.
Kegiatan dibuka Kasdim 0813 Bojonegoro Mayor Inf Marwoko Suwandono. Kehadiran berbagai elemen masyarakat dalam forum tersebut menunjukkan bahwa ketahanan nasional merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan lintas unsur. Suasana kebersamaan juga terlihat dari para peserta yang mengenakan pakaian batik dan peci selama mengikuti kegiatan.
Dalam sambutan tertulis Dandim 0813 Bojonegoro Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto yang dibacakan Kasdim Mayor Inf Marwoko Suwandono, disampaikan bahwa pembangunan menuju Indonesia Emas 2045 membutuhkan keselarasan langkah antara pemerintah, TNI, birokrasi, dan masyarakat.
Menurut Dandim, seluruh komponen bangsa perlu memahami sekaligus mendukung visi Presiden Republik Indonesia periode 2024–2029, yakni “Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045.” Visi tersebut menjadi bagian dari agenda besar pembangunan nasional yang diarahkan untuk membawa Indonesia menjadi negara maju yang sejahtera, adil, berdaulat, dan memiliki daya saing di tingkat global.
Pencapaian visi tersebut, lanjutnya, ditopang oleh delapan Asta Cita yang menempatkan pembangunan nasional dalam kerangka yang inklusif, berkelanjutan, serta berbasis inovasi. Dalam proses itu, kualitas sumber daya manusia dan kekuatan karakter masyarakat menjadi unsur yang tidak kalah penting dibandingkan pembangunan fisik maupun ekonomi.
TNI Angkatan Darat, sebagai salah satu komponen utama pertahanan negara, mengemban tanggung jawab moral dan fungsional untuk membina kesadaran bela negara di seluruh lapisan masyarakat, termasuk kalangan birokrasi,” ujar Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto dalam sambutannya.
Melalui Program Pembinaan Kesadaran Bela Negara (PKBN), TNI AD berupaya menanamkan nilai-nilai dasar kebangsaan, antara lain kecintaan terhadap tanah air, kesadaran dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, serta kesetiaan terhadap Pancasila. Nilai-nilai tersebut diharapkan tidak sekadar dipahami secara teoritis, tetapi dapat menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat dan menjalankan tugas sesuai peran masing-masing.
Penguatan karakter kebangsaan juga dipandang penting untuk membekali aparatur sipil negara dan seluruh komponen masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan yang berkembang. Kemajuan teknologi dan derasnya arus informasi membawa manfaat besar, tetapi pada saat yang sama juga dapat menjadi pintu masuk berbagai pengaruh ideologi yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan maupun potensi radikalisme.
Baca juga:
Karena itu, ketahanan mental dan wawasan kebangsaan menjadi bagian penting dalam menjaga masyarakat agar tetap memiliki fondasi nilai yang kuat. Masyarakat yang memiliki kesadaran kebangsaan diharapkan mampu menyaring berbagai pengaruh dari luar tanpa kehilangan jati diri sebagai bagian dari bangsa Indonesia.
Pemberdayaan komponen masyarakat yang dilakukan Kodim 0813 Bojonegoro diarahkan untuk memperkuat peran bersama antara prajurit TNI AD dan masyarakat dalam menciptakan ketahanan nasional yang tangguh, khususnya di tingkat daerah. Sinergi tersebut diharapkan mampu tumbuh menjadi kerja sama yang berkelanjutan, bukan hanya dalam konteks pertahanan, tetapi juga dalam menjaga stabilitas sosial dan persatuan masyarakat.
Melalui interaksi antarelemen tersebut, diharapkan terbentuk kesamaan visi, persepsi, dan pemahaman mengenai Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Kesamaan pemahaman itu selanjutnya diharapkan dapat diwujudkan dalam sikap dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan tentang pentingnya kerja sama juga diterjemahkan dalam bentuk kegiatan yang lebih interaktif. Setelah sesi pemaparan materi, para peserta mengikuti sejumlah permainan edukatif di lapangan tenis Markas Kodim 0813 Bojonegoro.
Berbagai simulasi dirancang untuk menguji kemampuan peserta dalam membangun komunikasi dan kerja sama kelompok. Salah satunya adalah permainan memindahkan hula hoop rotan secara berantai dengan tetap mempertahankan pegangan tangan. Peserta juga mengikuti permainan menjaga keseimbangan bola di atas jaring tali yang membutuhkan konsentrasi, koordinasi, dan kekompakan seluruh anggota kelompok.
Aktivitas tersebut menjadi sarana pembelajaran bahwa sebuah tujuan bersama membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan individu. Komunikasi yang baik, kepercayaan, konsentrasi, serta kesediaan untuk saling mendukung menjadi bagian penting dalam menghasilkan kerja sama yang efektif.
Antusiasme peserta dalam mengikuti rangkaian kegiatan menunjukkan bahwa penguatan karakter kebangsaan dapat dikemas melalui pendekatan yang tidak hanya bersifat formal, tetapi juga komunikatif dan partisipatif. Dengan cara tersebut, pesan mengenai kebersamaan dan sinergitas diharapkan lebih mudah dipahami sekaligus diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.
Dandim 0813 Bojonegoro berharap kegiatan tersebut dapat berjalan optimal sesuai dengan program yang telah ditetapkan komando atas. Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat hubungan emosional antara TNI AD dan seluruh komponen masyarakat di Kabupaten Bojonegoro.
Semoga kegiatan ini dapat berjalan optimal, sesuai program dari Komando Atas. Kami juga berharap, hubungan emosional dan kerja sama antara TNI AD dengan seluruh komponen masyarakat di Kabupaten Bojonegoro ini terus terjalin harmonis, dan semakin kokoh,” pungkasnya.
Penguatan karakter kebangsaan pada akhirnya bukan sekadar agenda pembinaan, melainkan bagian dari investasi sosial dalam menjaga persatuan bangsa. Dari tingkat daerah, sinergi antara TNI, pemerintah, tokoh agama, aparatur birokrasi, dan masyarakat menjadi salah satu fondasi untuk menghadapi tantangan masa depan sekaligus menjaga cita-cita Indonesia menuju 2045.