Home Daerah

Kodim 0813 Bojonegoro Hadirkan 10 Jembatan Baru, Dorong Mobilitas dan Ekonomi Desa

by Media Rajawali - 26 April 2026, 19:05 WIB

  • Sumber : PEN Kodim 0813

BOJONEGORO — Upaya mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan kembali ditunjukkan oleh jajaran Bintara Pembina Desa (Babinsa) Kodim 0813 Bojonegoro melalui proyek pembangunan 10 Jembatan Perintis Garuda yang tersebar di sejumlah kecamatan. Program ini tidak hanya menjadi simbol kehadiran negara, tetapi juga wujud nyata sinergi antara TNI dan masyarakat dalam membuka akses wilayah yang selama ini terisolasi.

Di berbagai titik pembangunan, personel TNI bersama warga setempat terlibat langsung dalam kegiatan karya bakti. Mereka bahu-membahu mengangkut material, merakit rangka besi, hingga menyiapkan pondasi jembatan. Proses ini menjadi tahapan awal yang krusial dalam memastikan kekuatan dan ketahanan konstruksi sebelum memasuki fase pengecoran utama.

Sepuluh jembatan yang tengah dibangun tersebut tersebar di sejumlah wilayah strategis, antara lain di Desa Kepoh (Kecamatan Kepohbaru), Desa Sambongrejo (Sumberrejo), Desa Sekaran dan Desa Ngaglik (Kasiman), Desa Napis (Tambakrejo), Desa Kacangan (Malo), Desa Soko (Temayang), Desa Meduri (Margomulyo), serta Desa Pragelan (Gondang). Lokasi-lokasi ini selama bertahun-tahun menghadapi keterbatasan akses, terutama saat musim hujan dan banjir.

Komandan Kodim 0813 Bojonegoro, Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Perintis Garuda memiliki makna strategis yang melampaui sekadar pembangunan fisik. Menurutnya, infrastruktur tersebut menjadi fondasi penting dalam meningkatkan mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah.

Pembangunan ini dirancang untuk membuka akses yang lebih luas, sehingga aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat dapat berjalan lebih lancar,” ujarnya, Minggu (26/4/2026).

Baca juga:

Ia juga menekankan bahwa keterlibatan aktif masyarakat dalam proses pembangunan menjadi kunci keberhasilan program tersebut. Kolaborasi ini mencerminkan semangat gotong royong yang tetap hidup di tengah dinamika pembangunan modern.

Di lapangan, berbagai tantangan teknis turut mewarnai proses pengerjaan, mulai dari kondisi medan yang sulit hingga cuaca yang tidak menentu. Pasiter Kodim 0813 Bojonegoro, Kapten Inf Surahmat, menyebutkan bahwa tim pelaksana telah menerapkan langkah-langkah antisipatif guna menjaga kualitas konstruksi tetap optimal.

Perakitan rangka besi cor berjalan sesuai jadwal. Meski cuaca sering mendung dan hujan pada sore hari, seluruh proses pengerjaan tetap berlangsung aman dan terkendali,” jelasnya.

Bagi masyarakat setempat, pembangunan jembatan ini menjadi harapan baru setelah puluhan tahun menghadapi keterbatasan akses. Sunardi (47), warga Dusun Tawaran, Desa Napis, mengungkapkan rasa syukur atas pembangunan jembatan permanen yang dinilai akan mengubah kehidupan sehari-hari warga.

Selama ini, akses yang tersedia dinilai berisiko tinggi, terutama saat debit air meningkat. Kondisi tersebut kerap menghambat aktivitas ekonomi maupun mobilitas warga.

Dengan adanya jembatan ini, kami tidak lagi khawatir saat banjir. Aktivitas sehari-hari menjadi lebih lancar, dan peluang ekonomi juga semakin terbuka,” tuturnya.

Program Jembatan Perintis Garuda di Bojonegoro diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi kesenjangan infrastruktur di wilayah terpencil. Lebih dari itu, kehadiran jembatan-jembatan tersebut diyakini akan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal serta memperkuat integrasi antarwilayah di tingkat akar rumput.

Share :