Home Daerah

Kelompok Ternak Lembu Suro Wakili Bojonegoro dalam Penilaian Agribisnis Peternakan Tingkat Jawa Timur

by Media Rajawali - 28 Agustus 2026, 23:10 WIB

  • Oleh : Budi Hartono 

BOJONEGORO — Kelompok Ternak Sapi Lembu Suro dari Desa Hargomulyo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro, terpilih mewakili daerah dalam Pembinaan dan Penilaian Kelompok Agribisnis Peternakan Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2026.

Kelompok tersebut menjadi salah satu dari dua kelompok peternak asal Bojonegoro yang mengikuti tahapan penilaian tingkat provinsi. Selain Lembu Suro, Kabupaten Bojonegoro juga mengirim Kelompok Ternak Kambing Srono Makmur dari Desa Sumberbendo, Kecamatan Bubulan.

Proses penilaian terhadap Kelompok Ternak Sapi Lembu Suro berlangsung di Desa Hargomulyo, Jumat (28/8/2026). Kedatangan tim penilai disambut langsung oleh anggota kelompok yang selama ini aktif mengembangkan usaha peternakan sekaligus menjalankan berbagai kegiatan sosial di tengah masyarakat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pemaparan profil kelompok serta berbagai aktivitas yang telah dijalankan sejak kelompok tersebut berdiri. Paparan disampaikan oleh perwakilan kelompok di salah satu rumah anggota.

Setelah sesi pemaparan, tim penilai melanjutkan kegiatan dengan tinjauan lapangan. Tim melihat secara langsung kondisi kandang sapi komunal yang dikelola kelompok serta sekretariat Kelompok Ternak Sapi Lembu Suro.

Perwakilan Kelompok Ternak Lembu Suro, Pardi, mengatakan pengelolaan peternakan yang dilakukan kelompok tidak semata berorientasi pada pengembangan populasi sapi. Menurut dia, kekompakan anggota juga tercermin melalui keterlibatan kelompok dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.

Populasi sapi saat ini ada 101 ekor. Yang sudah dijual 59 ekor, masih 42 ekor untuk saat ini,” kata Pardi.

Dari 42 ekor sapi yang masih dikelola, sebanyak 31 ekor ditempatkan di kandang komunal. Sementara 11 ekor lainnya berada di kediaman masing-masing anggota karena kapasitas kandang komunal yang tersedia belum mampu menampung seluruh populasi.

Kondisi tersebut sekaligus menunjukkan perkembangan aktivitas peternakan kelompok. Seiring bertambahnya populasi dan kegiatan usaha, kebutuhan terhadap fasilitas pendukung juga semakin besar.

Pardi berharap pembinaan dan penilaian di tingkat Provinsi Jawa Timur dapat menjadi momentum bagi kelompoknya untuk memperbaiki tata kelola sekaligus meningkatkan kapasitas peternakan. Mohon bimbingannya agar kami bisa menjadi kelompok yang lebih baik,” ujarnya.

Baca juga:

Sekretaris Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan (Disnakkan) Kabupaten Bojonegoro, Elfia Nuraeni, mengatakan Kelompok Ternak Sapi Lembu Suro memiliki sejumlah keunggulan yang membedakannya dari kelompok peternak lainnya.

Menurut Elfia, pertimbangan memilih Lembu Suro sebagai salah satu wakil Bojonegoro tidak hanya didasarkan pada aspek pengelolaan peternakan, tetapi juga pada karakter kelompok yang dinilai memiliki kekompakan, kepedulian sosial, dan semangat gotong royong yang kuat.

Kelompok tersebut telah berdiri sejak 2012. Selama lebih dari satu dekade, para anggotanya dinilai mampu mempertahankan kebersamaan sekaligus mengembangkan aktivitas peternakan secara berkelanjutan.

Di Lembu Suro ini kekompakannya luar biasa, jiwa sosial dan semangat gotong royongnya juga luar biasa. Semangat ini menjadi modal bagi kami untuk terus melakukan pendampingan dari Dinas Peternakan,” ujar Elfia.

Bagi pemerintah daerah, kekuatan sosial yang dimiliki kelompok menjadi modal penting dalam membangun peternakan berbasis masyarakat. Sebab, keberhasilan agribisnis peternakan tidak hanya ditentukan oleh jumlah ternak, tetapi juga oleh kemampuan anggota dalam bekerja sama, mengelola usaha, serta menjaga keberlanjutan kelompok.

Elfia menambahkan, Desa Hargomulyo juga memiliki potensi peternakan sapi yang cukup besar. Kawasan tersebut selama ini dikenal sebagai salah satu wilayah yang berkontribusi terhadap penyediaan bibit sapi di Kabupaten Bojonegoro.

Selain itu, populasi sapi Peranakan Ongole (PO) di wilayah tersebut cukup besar. Keberadaan peternak sapi PO juga menjadi bagian dari ekosistem peternakan yang tergabung dalam Asosiasi PO Bojo, kelompok peternak sapi PO di Bojonegoro.

Di sini sumber bibit banyak yang dari sini. Di sini juga banyak populasi sapi PO dan masuk dalam Asosiasi PO Bojo, kelompok peternak sapi PO Bojonegoro,” kata Elfia.

Potensi tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi pemerintah daerah untuk terus memberikan pendampingan kepada kelompok peternak di wilayah Kedewan, termasuk Kelompok Ternak Sapi Lembu Suro.

Melalui pembinaan yang berkelanjutan, pemerintah berharap kelompok peternak tidak hanya mampu meningkatkan populasi dan produktivitas ternak, tetapi juga berkembang menjadi kelembagaan ekonomi masyarakat yang mandiri.

Keikutsertaan Lembu Suro dalam penilaian tingkat Provinsi Jawa Timur pun menjadi lebih dari sekadar ajang kompetisi antarkelompok. Momentum tersebut menjadi ruang evaluasi sekaligus kesempatan bagi peternak untuk memperkuat tata kelola, meningkatkan kapasitas usaha, dan memperluas kontribusi sektor peternakan terhadap perekonomian masyarakat Desa Hargomulyo.

Share :