- Oleh : Budi Hartono
BOJONEGORO – Upaya memperkuat stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) terus dilakukan jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Balen melalui pendekatan dialogis dan penguatan kemitraan dengan berbagai elemen masyarakat. Salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui kegiatan silaturahmi dan anjangsana yang dilakukan Kapolsek Balen, AKP Luluk Sulistiono, kepada para tokoh perguruan silat di wilayah Kecamatan Balen.
Pada Kamis (25/6/2026), AKP Luluk Sulistiono mengunjungi kediaman Heri Susilo, Ketua Ranting Margaluyu 151 Yogyakarta yang berada di Desa Lengkong, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari strategi membangun komunikasi yang lebih erat antara kepolisian dengan komunitas perguruan silat yang selama ini memiliki peran penting dalam menjaga kondusivitas lingkungan.
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh keakraban itu, Kapolsek Balen menegaskan pentingnya menjaga persatuan serta memperkuat semangat kebersamaan di tengah masyarakat. Ia mengajak seluruh pengurus dan anggota perguruan silat untuk terus mengedepankan nilai-nilai persaudaraan, menjauhi potensi gesekan, serta berperan aktif dalam menciptakan suasana yang aman dan damai.
Menurut AKP Luluk Sulistiono, keberadaan perguruan silat tidak hanya berfungsi sebagai wadah pembinaan olahraga dan pelestarian budaya, tetapi juga memiliki kontribusi strategis dalam mendukung terciptanya keamanan wilayah. Karena itu, sinergi antara kepolisian dan perguruan silat perlu terus diperkuat melalui komunikasi yang terbuka dan berkelanjutan.
Kami berharap seluruh perguruan silat di wilayah Balen dapat terus menjalin hubungan yang harmonis dan bersama-sama menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman serta kondusif,” ujar AKP Luluk Sulistiono.
Baca juga:
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa menjaga keamanan bukan semata-mata menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, melainkan memerlukan keterlibatan seluruh komponen masyarakat. Oleh karena itu, kolaborasi yang kuat antara kepolisian, tokoh masyarakat, dan organisasi kemasyarakatan dinilai menjadi fondasi penting dalam mencegah munculnya konflik sosial maupun kesalahpahaman yang berpotensi berkembang menjadi gangguan keamanan.
Menanggapi hal tersebut, Heri Susilo menyampaikan apresiasi atas inisiatif yang dilakukan Polsek Balen. Ia menilai pendekatan persuasif dan komunikasi langsung dengan para pengurus perguruan silat merupakan langkah positif yang dapat mempererat hubungan serta membangun rasa saling percaya antara masyarakat dan kepolisian.
Menurutnya, koordinasi yang baik akan menjadi sarana efektif untuk mendeteksi dan menyelesaikan berbagai persoalan sejak dini sehingga potensi gesekan antaranggota perguruan dapat diminimalisasi sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih luas.
Sebagai bagian dari langkah preventif, Kapolsek Balen juga mengungkapkan rencana pembentukan Bojonegoro Kampung Pesilat (BKP) di tingkat desa. Program tersebut diharapkan menjadi wadah komunikasi, koordinasi, dan konsolidasi antarperguruan silat, sekaligus menjadi ruang dialog dalam menyelesaikan berbagai persoalan secara musyawarah.
Keberadaan BKP di tingkat desa diyakini mampu memperkuat jejaring kebersamaan antarperguruan, meningkatkan kesadaran kolektif dalam menjaga ketertiban, serta membangun budaya penyelesaian masalah yang mengedepankan persaudaraan dan nilai-nilai kearifan lokal.
Melalui pendekatan humanis yang mengutamakan komunikasi dan kemitraan, Polsek Balen berharap tercipta hubungan yang semakin solid antara kepolisian, perguruan silat, dan masyarakat. Sinergi tersebut dinilai menjadi modal penting dalam menjaga persatuan, memperkuat kohesi sosial, serta memastikan situasi keamanan di Kecamatan Balen tetap terpelihara secara berkelanjutan.