Home Daerah

ICMI Mengajar 2026 Bekali Kepala Sekolah dengan Kepemimpinan Visioner untuk Wujudkan Bojonegoro Emas

by Media Rajawali - 30 Juli 2026, 17:09 WIB

  • Oleh : Budi Hartono 

BOJONEGORO — Penguatan kualitas pendidikan tidak lagi hanya bertumpu pada pembaruan kurikulum maupun peningkatan sarana dan prasarana. Di tengah percepatan transformasi global yang dipengaruhi perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), serta perubahan lanskap dunia kerja, kepemimpinan pendidikan dinilai menjadi faktor strategis dalam menentukan masa depan sebuah daerah.

Berangkat dari pemikiran tersebut, Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi Daerah (Orda) Bojonegoro kembali menggelar program ICMI Mengajar 2026 dengan tema "Penguatan Kapasitas Kepemimpinan Pendidikan Menuju Bojonegoro Emas". Kegiatan yang berlangsung di Aula SMP Negeri 3 Bojonegoro, Kamis (30/7/2026), itu diselenggarakan bekerja sama dengan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Kabupaten Bojonegoro.

Program tersebut diikuti para kepala SMP dari berbagai wilayah di Kabupaten Bojonegoro sebagai upaya memperkuat kapasitas kepemimpinan para pengelola pendidikan agar mampu menjawab tantangan perubahan sekaligus menyiapkan generasi yang kompetitif di tingkat nasional maupun global.

Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa bersama, serta sambutan Ketua MKKS SMP Kabupaten Bojonegoro. Acara kemudian secara resmi dibuka oleh Ketua ICMI Orda Bojonegoro, Dr. H. Arief Januwarso, S.Sos., M.Si.

Dalam sambutannya, Arief Januwarso menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia merupakan fondasi utama menuju kemajuan daerah.

Kegiatan ini merupakan upaya membangun kepemimpinan pendidikan yang mampu melahirkan sumber daya manusia unggul menuju Bojonegoro Emas," ujarnya.

Menurutnya, kepala sekolah memegang peranan strategis sebagai motor penggerak perubahan di lingkungan pendidikan. Kepemimpinan yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada pengembangan manusia menjadi prasyarat penting dalam menghadapi dinamika zaman.

Sesi utama menghadirkan Ketua Dewan Pakar ICMI Kabupaten Bojonegoro, Ass. Prof. Dr. Hj. Sri Budi Cantika Yuli, S.E., M.M., yang menyampaikan materi bertajuk Penguatan Kapasitas Kepemimpinan Pendidikan: Manajemen SDM Unggul Berwawasan Global.

Dalam paparannya, Sri Budi Cantika menekankan bahwa kualitas pendidikan tidak semata-mata ditentukan oleh sistem administrasi maupun fasilitas sekolah, melainkan oleh kemampuan pemimpin dalam mengembangkan sumber daya manusia secara berkelanjutan.

Ia menjelaskan bahwa sekolah modern harus bertransformasi menjadi organisasi pembelajar (learning organization) yang mampu melahirkan guru profesional sekaligus peserta didik yang adaptif, kreatif, berkarakter, dan siap menghadapi perubahan global.

Perempuan yang akrab disapa Cantika Wahono itu menilai kemajuan suatu bangsa tidak dapat dipisahkan dari kualitas kepemimpinan di sektor pendidikan.

Baca juga:

Tidak akan lahir pendidikan yang unggul tanpa kepemimpinan yang unggul. Kepala sekolah harus menjadi pemimpin visioner yang mampu menggerakkan seluruh ekosistem pendidikan untuk mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045," tegasnya.

Dalam pemaparannya, Cantika menjelaskan bahwa dunia tengah memasuki era transformasi yang ditandai dengan berkembangnya Artificial Intelligence (AI), Big Data, digitalisasi, Society 5.0, hingga ekonomi hijau. Perubahan tersebut, menurutnya, menuntut dunia pendidikan melakukan penyesuaian secara menyeluruh.

Sekolah, katanya, tidak lagi cukup berorientasi pada pencapaian akademik semata, tetapi juga harus mampu membangun karakter, kreativitas, kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, komunikasi, serta daya adaptasi peserta didik terhadap perubahan yang berlangsung sangat cepat.

Ia juga menyoroti perubahan paradigma pendidikan nasional yang kini bergerak menuju pembelajaran yang lebih bermakna, menyenangkan, dan berpusat pada peserta didik.

Dalam konteks tersebut, penguatan kompetensi guru, pembangunan budaya sekolah yang positif, serta pemanfaatan teknologi digital termasuk AI menjadi elemen penting dalam meningkatkan mutu pendidikan.

Cantika menambahkan bahwa kepemimpinan pendidikan merupakan tanggung jawab kolektif yang melibatkan seluruh unsur ekosistem sekolah.

Kepala sekolah bukan satu-satunya pemimpin pendidikan. Guru, wakil kepala sekolah, pengawas, komite sekolah, orang tua, hingga masyarakat merupakan learning leader yang memiliki tanggung jawab bersama dalam menciptakan lingkungan belajar yang berkualitas," jelasnya.

Menurutnya, kepemimpinan transformasional harus mampu mengubah budaya organisasi, membangun pola pikir yang terbuka terhadap perubahan, mengembangkan kualitas sumber daya manusia, sekaligus menginspirasi inovasi di lingkungan sekolah.

Sementara itu, narasumber kedua, Prof. Dr. Sri Minarti, M.Pd.I., memaparkan materi bertajuk Strategi Kepemimpinan Kepala Sekolah Menuju Bojonegoro Emas.

Ia menegaskan bahwa cita-cita mewujudkan Bojonegoro Emas hanya dapat dicapai melalui pendidikan yang berkualitas. Oleh karena itu, kepala sekolah dituntut memiliki kompetensi kepemimpinan yang kuat, mampu menginspirasi seluruh warga sekolah, adaptif terhadap perubahan, serta membangun kepercayaan sebagai modal utama menciptakan budaya organisasi yang sehat.

Menurut Sri Minarti, keberhasilan sebuah sekolah tidak hanya diukur melalui capaian akademik peserta didik, tetapi juga dari kemampuannya membentuk karakter, integritas, serta kesiapan generasi muda menghadapi tantangan masa depan.

Melalui program ICMI Mengajar 2026, ICMI Orda Bojonegoro berharap lahir semakin banyak kepala sekolah yang memiliki karakter kepemimpinan visioner, transformasional, dan berorientasi pada pengembangan manusia. Kepemimpinan yang kuat diyakini akan menjadi fondasi bagi tumbuhnya sekolah-sekolah unggul yang mampu mencetak generasi berkualitas, sekaligus mempercepat terwujudnya Bojonegoro Emas sebagai bagian dari visi besar Indonesia Emas 2045.

Share :