- Oleh : Budi Hartono
BOJONEGORO — Peringatan hari lahir ke-28 Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) menjadi momentum bagi DPC PJI Bojonegoro untuk mempererat hubungan antaranggotanya. Bukan melalui seremoni formal, organisasi profesi jurnalis itu memilih membangun kebersamaan dengan menggelar gathering ke sejumlah destinasi wisata di Karanganyar, Jawa Tengah, dan Magetan, Jawa Timur, Selasa (1/9/2026).
Kegiatan tersebut dirancang bukan sekadar sebagai agenda rekreasi, melainkan sebagai ruang untuk memperkuat komunikasi, menumbuhkan keakraban, sekaligus menjaga solidaritas di antara pengurus dan anggota PJI Bojonegoro.
Di tengah padatnya aktivitas jurnalistik yang selama ini mempertemukan anggota dalam situasi kerja, gathering memberikan suasana berbeda. Para jurnalis dapat berinteraksi secara lebih informal, bertukar cerita, serta mengenal satu sama lain di luar batas rutinitas dan tugas peliputan.
Ketua DPC PJI Bojonegoro, Syamsul Anam, yang akrab disapa Anam Jozz, mengatakan kekompakan merupakan salah satu fondasi penting bagi keberlangsungan sebuah organisasi. Karena itu, kegiatan bersama dinilai perlu dilakukan secara berkala untuk menjaga hubungan antaranggota tetap erat.
Gathering ini bukan hanya kegiatan untuk jalan-jalan atau menikmati suasana wisata. Yang paling penting adalah bagaimana kita bisa membangun keakraban dan memperkuat solidaritas antaranggota PJI Bojonegoro. Dengan bertemu dalam suasana yang lebih santai, komunikasi antaranggota bisa semakin cair dan hubungan kekeluargaan semakin kuat,” ujarnya.
Menurut Anam, hubungan yang terbangun melalui suasana informal dapat menjadi modal sosial bagi organisasi ketika menjalankan berbagai program. Soliditas internal, kata dia, tidak hanya dibutuhkan dalam kegiatan organisasi, tetapi juga menjadi penopang bagi anggota dalam menjalankan tugas jurnalistik secara profesional.
Pandangan serupa disampaikan Wakil Ketua PJI Bojonegoro, Bambang Setyawan. Ia menilai gathering memberikan ruang yang selama ini relatif terbatas di tengah kesibukan anggota menjalankan pekerjaan jurnalistik.
Baca juga:
Kegiatan seperti ini penting untuk menjaga kekompakan. Selama ini kita banyak bertemu dalam situasi kerja dan menjalankan tugas jurnalistik, sehingga gathering menjadi ruang untuk saling mengenal lebih dekat. Harapannya, kebersamaan ini terus terjaga dan menjadi energi positif bagi PJI Bojonegoro ke depan,” katanya.
Bagi Bambang, komunikasi yang baik menjadi bagian penting dalam membangun organisasi yang sehat. Pertemuan dalam suasana santai memungkinkan anggota berbagi pengalaman, menyampaikan gagasan, dan membangun kedekatan personal yang pada akhirnya dapat memperkuat hubungan profesional di lingkungan organisasi.
Sementara itu, Penasehat PJI Bojonegoro, Sutrisno, yang akrab disapa Mbah Alex, melihat gathering sebagai momentum untuk merawat persatuan di tengah dinamika organisasi.
Ia mengatakan kekuatan organisasi tidak semata-mata ditentukan oleh struktur kepengurusan maupun program kerja, tetapi juga oleh sejauh mana para anggotanya memiliki rasa memiliki dan kesediaan untuk saling mendukung.
Saya melihat gathering ini sebagai momentum yang baik untuk mempererat persaudaraan. Organisasi akan semakin kuat apabila anggotanya memiliki rasa kebersamaan dan saling mendukung. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan dan menjadi bagian dari upaya menjaga PJI Bojonegoro tetap solid,” tuturnya.
Perjalanan ke Karanganyar dan Magetan pun menjadi ruang bagi keluarga besar PJI Bojonegoro untuk sejenak keluar dari kesibukan pemberitaan sehari-hari. Destinasi wisata yang dikunjungi menjadi latar bagi interaksi yang lebih cair, sekaligus memberikan kesempatan bagi anggota untuk melakukan refleksi atas perjalanan organisasi.
Momentum hari lahir ke-28 PJI dengan demikian tidak hanya dirayakan sebagai penanda bertambahnya usia organisasi. Lebih jauh, peringatan tersebut dimanfaatkan untuk meneguhkan kembali nilai kebersamaan yang menjadi bagian penting dalam perjalanan PJI Bojonegoro.
Gathering itu diharapkan dapat melahirkan energi baru bagi pengurus dan anggota untuk menghadapi berbagai agenda organisasi ke depan. Kebersamaan yang terbangun tidak berhenti pada perjalanan wisata, tetapi diterjemahkan menjadi komunikasi yang lebih baik, solidaritas yang lebih kuat, serta kolaborasi yang semakin solid.
Pada akhirnya, kekuatan sebuah organisasi profesi tidak hanya tercermin dari aktivitas yang terlihat di ruang publik, tetapi juga dari kemampuan para anggotanya menjaga hubungan internal. Bagi PJI Bojonegoro, gathering dalam rangka Harlah ke-28 menjadi salah satu cara untuk merawat fondasi tersebut, kebersamaan, solidaritas, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas jurnalistik.