Home Daerah

Hari Koperasi ke-79, Dekopinda Bojonegoro Salurkan 1.000 Paket Sembako untuk Warga Tambakrejo

by Media Rajawali - 15 September 2026, 19:43 WIB

  • Oleh : Budi Hartono 

BOJONEGORO – Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 di Kabupaten Bojonegoro tidak sekadar menjadi momentum untuk mengenang perjalanan gerakan koperasi. Di Kecamatan Tambakrejo, peringatan tersebut diterjemahkan dalam aksi nyata melalui bakti sosial dengan menyalurkan 1.000 paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan.

Kegiatan yang digelar di Pendopo Kecamatan Tambakrejo, Selasa (15/9/2026), itu menjadi gambaran bagaimana semangat koperasi dapat hadir di tengah masyarakat melalui kepedulian, kebersamaan, dan gotong royong.

Penyaluran bantuan tersebut digagas Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Bojonegoro dengan melibatkan berbagai unsur. Hadir dalam kegiatan itu Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Ketua Dekopinda Kabupaten Bojonegoro Sriyadi Purnomo, jajaran Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Forkopimcam Tambakrejo, para kepala desa, gerakan koperasi, BAZNAS, serta sejumlah pihak yang ikut menopang pelaksanaan kegiatan sosial tersebut.

Dari 1.000 paket sembako yang disiapkan, sebanyak 50 paket secara khusus diperuntukkan bagi penyandang disabilitas. Sementara 950 paket lainnya disalurkan kepada masyarakat di wilayah Kecamatan Tambakrejo.

Kepedulian itu juga menyentuh langsung kelompok masyarakat rentan. Dalam rangkaian penyerahan bantuan, Bupati Setyo Wahono bersama Camat Tambakrejo menyerahkan bantuan secara langsung kepada dua perwakilan kelompok masyarakat rentan penyandang disabilitas di Desa Mulyorejo.

Ketua Dekopinda Kabupaten Bojonegoro Sriyadi Purnomo mengatakan, bakti sosial tersebut merupakan bentuk konkret kepedulian gerakan koperasi terhadap kondisi sosial masyarakat. Bantuan yang disalurkan merupakan hasil gotong royong anggota koperasi di Kabupaten Bojonegoro yang berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, BAZNAS, serta para donatur.

Baca juga:

Menurut dia, keberadaan koperasi tidak semestinya hanya diukur dari aktivitas ekonomi dan kelembagaan. Lebih jauh, koperasi memiliki tanggung jawab sosial untuk memastikan keberadaannya memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

Semangat tersebut sejalan dengan nilai dasar koperasi yang menempatkan kebersamaan dan kekeluargaan sebagai fondasi. Karena itu, momentum Hari Koperasi menjadi ruang untuk memperkuat kembali hubungan antara gerakan koperasi dan masyarakat yang menjadi bagian penting dari ekosistem pembangunan daerah.

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono mengapresiasi langkah Dekopinda beserta seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, semangat yang dibangun melalui bakti sosial tersebut mencerminkan hakikat koperasi yang mengedepankan gotong royong dan kesejahteraan bersama.

Jiwanya koperasi itu adalah jiwa kebersamaan, gotong royong, kekeluargaan, dan memberikan kesejahteraan. Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama, baik pemerintah maupun penggerak koperasi, untuk terus memberikan kemanfaatan kepada masyarakat,” tegas Setyo Wahono.

Bupati juga menggarisbawahi satu hal yang tidak kalah penting dalam setiap program bantuan sosial, yakni ketepatan sasaran. Menurutnya, bantuan akan memberikan dampak lebih besar apabila diberikan berdasarkan data yang akurat mengenai kondisi masyarakat.

Karena itu, pemerintah desa bersama perangkat kewilayahan diminta aktif melakukan pendataan terhadap warga yang membutuhkan perhatian. Pendataan tersebut tidak hanya menyangkut masyarakat kurang mampu, tetapi juga kelompok rentan, penyandang disabilitas, serta warga yang membutuhkan perlakuan dan pendampingan khusus.

Pesan tersebut menempatkan bakti sosial Hari Koperasi bukan semata sebagai kegiatan seremonial. Di balik 1.000 paket sembako yang dibagikan, terdapat upaya membangun kepedulian sosial sekaligus memperkuat kolaborasi antara gerakan koperasi, pemerintah, lembaga sosial, dan masyarakat.

Dari Tambakrejo, peringatan Hari Koperasi ke-79 menunjukkan bahwa koperasi dapat memainkan peran yang lebih luas: bukan hanya sebagai kekuatan ekonomi berbasis anggota, tetapi juga sebagai bagian dari gerakan sosial yang hadir ketika masyarakat membutuhkan dukungan.

Share :