- Oleh : Budi Hartono
BOJONEGORO – Pembangunan daerah pada era modern tidak lagi dapat diukur semata-mata dari banyaknya proyek infrastruktur yang berdiri megah. Lebih dari itu, keberhasilan pembangunan ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia (SDM), kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi, serta sinergi yang kuat antara pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan.
Pesan tersebut disampaikan Bupati Bojonegoro Setyo Wahono saat menghadiri Musyawarah Cabang (Muscab) IX Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (GAPENSI) Kabupaten Bojonegoro yang digelar di Hotel Dewarna, Rabu (29/7/2026).
Forum organisasi yang dihadiri Ketua GAPENSI Kabupaten Bojonegoro, Ketua Badan Pimpinan Daerah (BPD) GAPENSI Jawa Timur, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Bojonegoro itu menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam mendorong sektor jasa konstruksi yang semakin profesional, inovatif, dan berdaya saing.
Dalam sambutannya, Setyo Wahono menegaskan bahwa Muscab bukan sekadar agenda pergantian kepengurusan organisasi. Menurutnya, forum tersebut memiliki arti strategis sebagai ruang konsolidasi untuk merumuskan arah organisasi sekaligus memperkuat kontribusi GAPENSI sebagai mitra pemerintah dalam mewujudkan pembangunan yang berkualitas dan berkelanjutan.
Ia menilai tantangan pembangunan saat ini berkembang semakin kompleks seiring pesatnya kemajuan teknologi. Kondisi tersebut menuntut pelaku jasa konstruksi untuk terus meningkatkan kompetensi, memperkuat kapasitas sumber daya manusia, dan mampu mengadopsi berbagai inovasi agar tetap relevan dengan kebutuhan pembangunan masa depan.
Penguatan sumber daya manusia melalui peningkatan kapasitas dan kompetensi menjadi hal yang sangat penting. GAPENSI harus mampu ikut merencanakan pembangunan sekaligus mengikuti perkembangan teknologi agar tetap relevan dengan kebutuhan saat ini," ujar Setyo Wahono.
Menurut Bupati, transformasi sektor konstruksi tidak hanya bergantung pada kecanggihan teknologi maupun besarnya investasi pembangunan. Faktor terpenting justru terletak pada kualitas insan konstruksi yang mampu bekerja secara profesional, adaptif, serta memiliki integritas tinggi dalam setiap tahapan pembangunan.
Baca juga:
Karena itu, ia berharap GAPENSI mampu mengambil peran lebih luas, tidak hanya sebagai organisasi profesi, tetapi juga sebagai wadah pembinaan yang melahirkan kontraktor-kontraktor lokal yang kompeten dan memiliki daya saing sehat.
Keberadaan kontraktor lokal yang semakin kuat, lanjutnya, akan memberikan dampak berganda bagi pembangunan daerah. Selain meningkatkan kualitas pelaksanaan proyek, kondisi tersebut juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui pemberdayaan pelaku usaha lokal serta perluasan kesempatan kerja.
Di sinilah peran penting GAPENSI, yaitu mendorong keterlibatan kontraktor lokal agar mampu berkembang dan ikut berkontribusi dalam pembangunan daerah," tegasnya.
Lebih lanjut, Setyo Wahono mengajak seluruh anggota GAPENSI untuk terus menjaga soliditas organisasi sekaligus meningkatkan profesionalisme, etika, dan integritas dalam menjalankan amanah organisasi. Menurutnya, kepercayaan publik terhadap sektor jasa konstruksi hanya dapat dibangun melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kualitas hasil pekerjaan.
Ia juga menekankan pentingnya mempererat kemitraan antara GAPENSI dan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Sinergi tersebut dinilai menjadi fondasi utama dalam menghadirkan pembangunan yang tidak hanya menghasilkan infrastruktur berkualitas, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi seluruh elemen pembangunan. Kami berharap GAPENSI terus bersinergi bersama pemerintah untuk mewujudkan pembangunan yang semakin baik, berkualitas, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat," ungkapnya.
Muscab IX GAPENSI Kabupaten Bojonegoro diharapkan menjadi titik awal lahirnya kepengurusan baru yang mampu membawa organisasi semakin adaptif terhadap perubahan, responsif terhadap perkembangan teknologi, serta konsisten menjaga profesionalisme dalam mendukung pembangunan daerah.
Dengan kolaborasi yang semakin erat antara pemerintah, dunia usaha, dan organisasi profesi, sektor konstruksi di Bojonegoro diharapkan mampu menjadi salah satu pilar utama percepatan pembangunan yang berkelanjutan, memperkuat daya saing daerah, sekaligus menciptakan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.