Home Daerah

Digelar Serentak, PI BRO Angling Dharma Chapter Salurkan 10.000 Takjil di Kediaman Adi Wijanarko

by Media Rajawali - 28 Februari 2026, 19:22 WIB

Bojonegoro — Pajero Indonesia Brotherhood (PI BRO) Angling Dharma Chapter yang berpusat di Surabaya menggelar kegiatan Ramadhan Kareem Berbagi secara serentak di seluruh Indonesia. Di Bojonegoro, kegiatan tersebut diwujudkan melalui penyaluran 10.000 paket takjil, santunan bagi anak yatim dan dhuafa, serta buka puasa bersama sebagai bentuk komitmen sosial komunitas.

Kegiatan tersebut dipusatkan di kediaman Om Ady Wijanarko di Dusun Mojoroto, Desa Mojosari, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro. Agenda ini merupakan bagian dari gerakan nasional PI BRO Angling Dharma Chapter yang dilaksanakan serentak pada 28 Februari 2026 di berbagai daerah di Indonesia.

Kegiatan di Bojonegoro ini merupakan bagian dari gerakan sosial nasional Pajero Indonesia Brotherhood (PI BRO) Angling Dharma Chapter yang dilaksanakan secara serentak di berbagai wilayah di Indonesia. PI BRO Angling Dharma Chapter Bojonegoro berperan sebagai pelaksana di tingkat daerah dengan dukungan penuh seluruh anggota, sehingga program Ramadan tersebut berjalan selaras dengan agenda nasional organisasi. Seluruh paket takjil disalurkan langsung dari lokasi kegiatan sebelum berbuka bersama, menciptakan interaksi yang lebih dekat dan personal antara komunitas dan penerima manfaat.

Rangkaian acara dipandu oleh Abdul Wachid, yang dikenal sebagai Mbah Dul, penyiar Radio Malowopati FM. Dengan gaya komunikatif dan pembawaan yang tenang, ia memastikan setiap sesi berjalan tertib dan penuh khidmat.

Dengan dihadiri bintang tamu Nurma KDI, suasana Ramadan semakin semarak dan penuh kekhidmatan. Ia membawakan sejumlah sholawat dan lagu-lagu islami seperti “Ya Saiyidi Ya Rosulullah”, “Habis Gelap Terbitlah Terang”, serta “Sholli Wasallim ‘Ala”. Lantunan suaranya yang khas dan penuh penghayatan menghadirkan atmosfer religius yang mendalam, menyatukan hadirin dalam nuansa spiritual menjelang azan Magrib, serta memperdalam suasana kebersamaan.

Baca juga:

Memasuki pukul 17.00 WIB, rangkaian acara diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustadz Rizky. Lantunan tilawah yang disampaikannya menghadirkan suasana teduh dan reflektif, mengantar para hadirin menyambut waktu berbuka dalam nuansa spiritual yang mendalam.

Ketua Paguyuban Pajero Indonesia Brotherhood (PI BRO) Angling Dharma Chapter  Nur Salim dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program sosial Ramadan komunitas. Pada tahun ini, dana yang berhasil dihimpun dan disalurkan di wilayah Kecamatan Kalitidu mencapai kurang lebih Rp20 juta, sementara pada tahun sebelumnya tercatat sekitar Rp30 juta.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada tuan rumah atas dukungan fasilitas dan ruang yang diberikan, serta menginformasikan bahwa masih terdapat dua agenda sosial lanjutan yang direncanakan, termasuk kegiatan Idul Fitri di wilayah Rembang.

Dalam kesempatan yang sama, Hj Alviyatul menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang hadir, termasuk unsur Babinsa, Pol PP serta anggota komunitas Pajero Indonesia Brotherhood (PI BRO) Angling Dharma Chapter Ia menjelaskan bahwa santunan anak yatim merupakan agenda rutin keluarganya setiap tahun, dan pada Ramadan kali ini digabungkan dengan kegiatan Pajero Angling Dharma Chapter agar pelaksanaannya lebih luas, terstruktur, dan memberikan dampak yang lebih besar bagi masyarakat.

Penutup doa dipimpin langsung oleh Hj Alviyatul. Menjelang waktu berbuka, tepatnya sekitar pukul 17.46 WIB, santunan kepada anak yatim dan dhuafa mulai dibagikan secara tertib melalui sistem antrean kartu. Momen tersebut berlangsung khidmat dan menjadi puncak rangkaian kegiatan sosial sore itu. Setelah seluruh santunan tersalurkan, kegiatan dilanjutkan dengan buka puasa bersama dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan.

Melalui kegiatan ini, Pajero Indonesia Brotherhood (PI BRO) Angling Dharma Chapter menunjukkan bahwa komunitas otomotif tidak semata identik dengan aktivitas hobi, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial yang dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan. Penyelenggaraan acara di kediaman pribadi menjadi simbol kolaborasi erat antara komunitas dan masyarakat dalam membangun solidaritas yang nyata.

Di bulan suci Ramadan, kegiatan ini kembali menegaskan pesan universal yang menjadi fondasinya: berbagi bukan sekadar tentang angka, melainkan tentang ketulusan niat dan komitmen menghadirkan manfaat yang berkesinambungan bagi sesama.

Share :