- Oleh : Suyanto || Sumber : AWPI
BOJONEGORO — Pemerintah Desa Trucuk kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang partisipatif melalui penyelenggaraan forum rutin Cangkir Desa Trucuk, sebuah ruang dialog bulanan yang mempertemukan pemerintah desa dengan masyarakat dalam suasana silaturahmi dan musyawarah terbuka.
Forum ini dirancang sebagai kanal komunikasi dua arah untuk menyerap aspirasi warga, menyampaikan program pembangunan, sekaligus membangun kebersamaan dalam merancang arah kemajuan desa.
Pada pertemuan terbaru, kegiatan tersebut mendapat dukungan dari Bank Mandiri Bojonegoro yang hadir sebagai mitra strategis pemerintah desa dalam memperluas akses pembiayaan masyarakat. Kehadiran pihak perbankan difokuskan pada sosialisasi Program Kredit Usaha Rakyat (KUR), skema pembiayaan pemerintah yang ditujukan untuk memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pemerintah Desa Trucuk menilai, akses pembiayaan yang inklusif menjadi kunci peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dengan berbagai kemudahan yang ditawarkan melalui KUR, warga diharapkan mampu mengembangkan usaha produktif, memperluas lapangan kerja, serta meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga.
Baca juga:
Selain penguatan sektor ekonomi, forum tersebut juga menjadi momentum peluncuran dan sosialisasi Program Mobile Digital Desa. Melalui inovasi ini, masyarakat dapat mengajukan berbagai layanan administrasi desa secara daring melalui aplikasi di telepon genggam.
Proses pelayanan dilakukan secara terintegrasi: pengajuan diajukan dari rumah, diproses dan dicetak oleh perangkat desa, ditandatangani oleh kepala desa, lalu dokumen diantarkan langsung ke kediaman pemohon. Digitalisasi layanan ini diharapkan mampu menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, efisien, dan mudah dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.
Dalam bidang layanan kelistrikan, Pemerintah Desa Trucuk juga memperkuat sinergi dengan PT PLN (Persero) Bojonegoro dengan menjadikan wilayah tersebut sebagai Kampung PLN Mobile. Melalui program ini, warga didorong memanfaatkan aplikasi PLN Mobile untuk berbagai kebutuhan layanan kelistrikan tanpa harus datang ke kantor PLN, sejalan dengan upaya modernisasi pelayanan publik berbasis digital.
Isu lingkungan turut menjadi perhatian utama dalam forum tersebut. Pemerintah Desa Trucuk mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam pengelolaan sampah dan tidak membuang sampah sembarangan. Sebagai bentuk komitmen nyata, desa telah memperoleh dukungan dari ExxonMobil berupa pembangunan TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle) yang saat ini tengah berlangsung di RT 14 RW 02 Dukuh Pandean.
Sementara itu, unsur keamanan desa juga menjadi bagian penting dalam agenda pertemuan. Babinsa Desa Trucuk mengingatkan warga agar meningkatkan kewaspadaan menjelang bulan Ramadan, khususnya dalam menjaga keamanan rumah dan kendaraan, guna memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan aman.
Melalui konsistensi penyelenggaraan forum Cangkir Desa, Pemerintah Desa Trucuk menegaskan visinya untuk mewujudkan desa yang BAGUS, Beriman, Aman, Guyub rukun, Gotong royong, Unggul, serta Sehat dan Sejahtera, dengan pelayanan publik yang semakin dekat, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.