- Oleh : Budi Hartono
BOJONEGORO – Pendopo Malowopati Bojonegoro dipenuhi semangat, tawa, dan kreativitas anak-anak saat Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menggelar Festival Lomba Hari Anak Nasional (HAN), Jumat (29/5/2026). Kegiatan yang diikuti ratusan peserta tersebut menjadi momentum penting dalam menumbuhkan karakter, kreativitas, serta kepercayaan diri generasi muda sejak usia dini.
Sebanyak 308 anak dari berbagai wilayah di Kabupaten Bojonegoro ambil bagian dalam dua kategori lomba, yakni menyusun balok dan menggambar menggunakan media spidol. Sejak pagi, suasana pendopo tampak hidup oleh antusiasme para peserta yang hadir bersama orang tua maupun guru pendamping.
Di sudut arena lomba menyusun balok, sejumlah anak terlihat serius menyusun kepingan demi kepingan dengan penuh ketelitian. Sementara di area menggambar, peserta menuangkan imajinasi mereka melalui berbagai karya berwarna yang mencerminkan kreativitas dan cara pandang khas anak-anak terhadap lingkungan sekitar.
Meski berbalut kompetisi, festival berlangsung dalam suasana yang hangat dan menyenangkan. Sorak dukungan dari keluarga serta pendamping menambah semarak kegiatan yang tidak hanya berorientasi pada hasil perlombaan, tetapi juga pada proses pembelajaran dan pengembangan potensi anak.
Festival tersebut menjadi ruang edukatif yang mendorong anak-anak untuk berani mengekspresikan diri, membangun rasa percaya diri, serta meningkatkan kemampuan berinteraksi dengan teman sebaya. Melalui aktivitas sederhana namun sarat makna, peserta diajak belajar mengenai kerja keras, ketekunan, dan keberanian untuk tampil di hadapan publik.
Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, hadir secara langsung dalam kegiatan tersebut. Ia menyempatkan diri menyapa peserta satu per satu serta memberikan motivasi kepada anak-anak yang mengikuti perlombaan.
Baca juga:
Dalam sambutannya, Nurul Azizah menegaskan bahwa anak-anak merupakan aset berharga sekaligus generasi penerus yang akan menentukan arah pembangunan Kabupaten Bojonegoro pada masa mendatang. Karena itu, menurutnya, investasi terhadap tumbuh kembang anak harus menjadi perhatian bersama.
Anak-anak adalah generasi penerus Kabupaten Bojonegoro, sehingga harus dibekali ilmu pengetahuan dan kemampuan yang baik sejak sekarang,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus berkomitmen menghadirkan berbagai program yang mendukung lahirnya generasi unggul, kreatif, dan berdaya saing. Upaya tersebut dilakukan melalui pembangunan sumber daya manusia yang dimulai sejak usia dini.
Pemkab Bojonegoro terus berupaya menjadi estafet dalam menciptakan generasi terbaik yang nantinya tumbuh menjadi pribadi sukses dan membawa kemajuan bagi daerah,” kata Nurul Azizah.
Lebih lanjut, Wakil Bupati menilai bahwa pembentukan karakter anak tidak hanya berlangsung melalui proses pendidikan formal di sekolah. Kegiatan kreatif seperti Festival Hari Anak Nasional memiliki peran penting dalam mengembangkan berbagai aspek kemampuan anak, mulai dari motorik, daya pikir, kreativitas, hingga kemampuan sosial.
Menurutnya, ruang-ruang ekspresi yang sehat dan positif perlu terus diperluas agar anak-anak memiliki kesempatan untuk mengembangkan bakat serta potensi yang dimiliki sejak dini. Dengan demikian, mereka dapat tumbuh menjadi individu yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara karakter.
Penyelenggaraan Festival Hari Anak Nasional ini sekaligus menjadi refleksi atas komitmen Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam menciptakan lingkungan yang ramah anak. Kehadiran program-program yang mendukung perkembangan anak menunjukkan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada investasi sumber daya manusia yang berkelanjutan.
Melalui festival tersebut, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap dapat mendorong lahirnya generasi muda yang kreatif, inovatif, percaya diri, serta memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan berbagai tantangan masa depan. Di tengah perubahan zaman yang semakin cepat, anak-anak hari ini dipandang sebagai fondasi utama bagi terwujudnya Bojonegoro yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing di masa mendatang.