Home Daerah

Dukung Ketahanan Pangan, Pemkab Bojonegoro Perkuat Embung Rowoglandang

by Media Rajawali - 27 Agustus 2026, 20:30 WIB

  • Oleh : Budi Hartono 

BOJONEGORO — Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) mulai merehabilitasi Embung Rowoglandang di Desa Gading, Kecamatan Tambakrejo. Pekerjaan tersebut diarahkan untuk memperkuat infrastruktur sumber daya air sekaligus memastikan ketersediaan air bagi masyarakat, terutama untuk menopang keberlanjutan sektor pertanian.

Rehabilitasi difokuskan pada penguatan tebing embung. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas konstruksi, mengantisipasi potensi kerusakan, serta mempertahankan kapasitas tampungan air agar tetap berfungsi secara optimal.

Kepala Dinas PU SDA Kabupaten Bojonegoro Retno Wulandari mengatakan, Embung Rowoglandang merupakan infrastruktur eksisting yang memiliki peran strategis dalam mendukung ketersediaan air di wilayah sekitar.

Embung Rowoglandang merupakan embung eksisting yang memiliki fungsi penting dalam mendukung ketersediaan air. Melalui rehabilitasi, khususnya penguatan tebing, kami berharap kondisi embung semakin kuat dan stabil sehingga fungsi tampungan air dapat terus terjaga,” ujar Retno Wulandari.

Embung tersebut melayani daerah irigasi dengan luas baku sekitar 42,28 hektare. Dengan cakupan tersebut, keberadaan Embung Rowoglandang memiliki arti penting bagi aktivitas pertanian masyarakat, terutama dalam menjaga pasokan air sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap kondisi curah hujan.

Optimalisasi tampungan air juga diharapkan dapat menekan risiko kekeringan dan memberi ruang bagi peningkatan produktivitas pertanian serta intensitas tanam. Dengan demikian, rehabilitasi tidak semata-mata menyangkut perbaikan fisik bangunan, tetapi juga berkaitan dengan upaya menjaga kesinambungan kegiatan ekonomi masyarakat yang bergantung pada sektor pertanian.

Baca juga:

Menurut Retno, manfaat embung berpotensi berkembang melampaui fungsi utamanya sebagai penyedia air irigasi. Apabila dikelola secara tepat, kawasan embung juga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan perikanan maupun aktivitas ekonomi masyarakat di sekitarnya.

Dengan ketersediaan air yang lebih terjaga, kami berharap kebutuhan air pertanian dapat terpenuhi dan ketahanan pangan di wilayah sekitar juga semakin kuat,” jelasnya.

Namun, keberlanjutan fungsi Embung Rowoglandang tidak hanya ditentukan oleh kekuatan konstruksi. Dinas PU SDA juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dan petani dalam menjaga kondisi embung beserta jaringan irigasinya.

Kebersihan kawasan embung, kapasitas tampungan, serta penggunaan air secara proporsional menjadi sejumlah aspek yang perlu diperhatikan bersama. Pengelolaan yang baik diperlukan agar infrastruktur yang telah dibangun dan direhabilitasi pemerintah dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Kami mengimbau masyarakat dan petani di sekitar embung untuk bersama-sama menjaga kebersihan, kapasitas tampungan dan jaringan irigasi. Penggunaan air juga perlu dilakukan secara bijak dan proporsional agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” pungkas Retno.

Melalui rehabilitasi tersebut, Embung Rowoglandang diharapkan kembali memiliki kondisi konstruksi yang lebih kuat dan stabil. Pada saat yang sama, keberadaannya diproyeksikan menjadi salah satu penopang penting dalam menjaga pelayanan air bagi masyarakat, memperkuat produktivitas pertanian, serta mendukung ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Tambakrejo dan sekitarnya.

Upaya tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan sumber daya air tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur baru, tetapi juga mencakup pemeliharaan dan rehabilitasi aset yang telah ada agar tetap mampu menjawab kebutuhan masyarakat di tengah tantangan ketersediaan air yang terus berkembang.

Share :