Home Daerah

Doa Lintas Agama di Bojonegoro, Warga Mendoakan Pemimpin dan Keutuhan Indonesia

by Media Rajawali - 22 Agustus 2026, 21:37 WIB

  • Oleh : Budi Hartono 

BOJONEGORO — Ratusan masyarakat Kabupaten Bojonegoro berkumpul dalam doa bersama lintas agama untuk mendoakan para pemimpin bangsa sekaligus memanjatkan harapan agar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) senantiasa berada dalam suasana aman, damai, dan tetap utuh.

Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Babus Shofa, Jalan Basuki Rahmat, Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (22/8/2026) malam. Doa bersama dimulai sekitar pukul 19.30 WIB dan diikuti sejumlah tokoh masyarakat, ulama, serta tokoh lintas agama yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bojonegoro.

Sejumlah tokoh yang hadir antara lain KH Robawi Afni selaku Pengasuh Pondok Pesantren Bening Samudro, Alamaul Huda selaku Pengasuh Pondok Pesantren Al-Rosyid, Joko Waluyo sebagai tokoh agama Kristen, I Ketut Sulaste sebagai tokoh agama Hindu, serta Hokiang San atau Santoso sebagai tokoh agama Konghucu.

Kehadiran para tokoh dari berbagai latar belakang keagamaan tersebut menjadi gambaran bahwa keberagaman dapat dipertemukan dalam satu kepentingan yang sama, yakni menjaga kedamaian, persatuan, dan keutuhan bangsa.

Ketua FKUB Kabupaten Bojonegoro Hanafi mengatakan, doa bersama tersebut merupakan bentuk ikhtiar masyarakat untuk mendoakan para pemimpin bangsa agar senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, serta kemampuan dalam menjalankan amanah pemerintahan.

Menurut Hanafi, kepemimpinan yang kuat dan amanah diharapkan dapat memastikan berbagai program yang memberikan manfaat bagi masyarakat berjalan dengan baik.

Baca juga:

Sehingga seluruh program-program yang baik bagi masyarakat dapat berjalan dan dapat dirasakan oleh masyarakat. Tujuannya agar negara kita aman, pemimpin kita sehat,” ujar Hanafi.

Ia menambahkan, doa bersama tersebut tidak hanya ditujukan bagi pemerintah pusat. Masyarakat juga memanjatkan doa untuk Kabupaten Bojonegoro agar berbagai program pembangunan di daerah dapat terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Harapan tersebut diarahkan pada terwujudnya Bojonegoro yang bahagia, makmur, dan membanggakan, dengan pembangunan yang dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.

Sementara itu, KH Robawi Afni menyampaikan bahwa doa bersama merupakan bagian dari pengabdian masyarakat kepada bangsa dan negara. Menurutnya, masyarakat dapat mengambil peran dalam menjaga kedamaian dengan memberikan dukungan moral sekaligus mendoakan para pemimpin agar mampu menjalankan amanah.

Kami hadir sebagai bentuk pengabdian kami sebagai masyarakat yang ikut mendoakan para pemimpin saat ini yaitu Presiden Prabowo serta bangsa Indonesia selalu dalam lindungan Allah SWT. Amin,” harapnya.

Doa bersama tersebut juga menjadi ruang untuk memperkuat pesan bahwa perbedaan agama bukan penghalang bagi masyarakat untuk berdiri dalam satu tujuan. Di tengah dinamika kehidupan sosial dan politik, persatuan dinilai menjadi fondasi penting untuk menjaga stabilitas serta keberlanjutan pembangunan.

Dari Bojonegoro, pesan itu disampaikan melalui sebuah ikhtiar sederhana namun sarat makna, mendoakan para pemimpin, menjaga kerukunan, serta meneguhkan harapan agar Indonesia tetap aman, damai, dan bersatu dalam bingkai NKRI.

Share :