Home Pendidikan

Ditempa Disiplin, Reihan Nifan Arkana Wakili Bojonegoro sebagai Paskibraka Nasional 2026

by Media Rajawali - 14 Juli 2026, 19:58 WIB

  • Oleh : Budi Hartono 

Bojonegoro — Di balik barisan tegap Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional 2026, tersimpan kisah panjang tentang ketekunan, disiplin, dan perjuangan seorang pelajar yang berhasil menembus seleksi paling bergengsi di Indonesia. Sosok itu adalah Reihan Nifan Arkana, siswa kelas XI-1 SMAN 2 Taruna Pamong Praja Jawa Timur yang dipercaya mewakili Provinsi Jawa Timur sekaligus Kabupaten Bojonegoro pada ajang Paskibraka Nasional 2026.

Keberhasilan tersebut menjadi capaian penting, tidak hanya bagi Reihan secara pribadi, tetapi juga bagi dunia pendidikan di Bojonegoro. Prestasi ini mencerminkan keberhasilan pembinaan karakter generasi muda melalui pendidikan yang menanamkan nilai kedisiplinan, kepemimpinan, dan pengabdian kepada bangsa.

Lahir di Kota Kediri pada 30 Mei 2010, Reihan menghabiskan masa kanak-kanak hingga pendidikan tingkat SMP di Kabupaten Jember. Perjalanannya kemudian membawanya menempuh pendidikan di SMAN 2 Taruna Pamong Praja Jawa Timur yang berada di Kabupaten Bojonegoro, sebuah sekolah berasrama dengan sistem pendidikan bercorak ketarunaan yang menitikberatkan pada pembentukan karakter, kedisiplinan, dan tanggung jawab.

Lingkungan pendidikan yang menuntut kedisiplinan tinggi tersebut menjadi ruang pembelajaran yang membentuk mental tangguh sekaligus memperkuat kemampuan fisik dan kepemimpinan Reihan. Nilai-nilai itulah yang kemudian mengantarkannya melewati setiap tahapan seleksi Paskibraka hingga mencapai tingkat nasional.

Bagi putra sulung pasangan Irfan Susanto dan Nikenoraya Astasagita itu, kepercayaan menjadi anggota Paskibraka Nasional merupakan amanah yang memiliki makna jauh lebih besar daripada sekadar sebuah prestasi.

Alhamdulillah saya merasa sangat bersyukur, bangga, dan bahagia. Yang paling utama saya bersyukur kepada Allah SWT karena telah memberikan kesempatan ini. Menjadi Paskibraka Nasional adalah sebuah kehormatan besar yang akan selalu saya syukuri," ujar Reihan.

Ia menegaskan bahwa pencapaian tersebut menjadi titik awal untuk terus mengembangkan kapasitas diri agar kelak mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Perjalanan menuju tingkat nasional tidak diraih dengan mudah. Reihan harus melalui serangkaian seleksi yang menguji kemampuan fisik, kesehatan, akademik, psikologi, mental, hingga karakter kepemimpinan. Setiap tahapan menuntut konsistensi, ketahanan, serta kemampuan beradaptasi di bawah tekanan.

Baca juga:

Salah satu pengalaman yang paling membekas baginya terjadi saat mengikuti proses verifikasi di tingkat pusat. Dalam kesempatan itu, Reihan bertemu dengan calon Paskibraka dari seluruh penjuru Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua.

Interaksi tersebut membuka perspektif baru mengenai keberagaman Indonesia. Ia belajar memahami perbedaan budaya, karakter, bahasa, serta kebiasaan para peserta dari berbagai daerah. Pengalaman tersebut tidak hanya memperluas wawasan kebangsaan, tetapi juga mempererat persaudaraan antargenerasi muda yang memiliki semangat pengabdian kepada negara.

Di luar aktivitas akademik, Reihan dikenal sebagai pribadi aktif yang memiliki minat besar di bidang olahraga, khususnya bola basket. Sejak duduk di bangku SMP Negeri 2 Jember, ia telah menorehkan sejumlah prestasi bersama Klub Garuda Jember.

Kebiasaan berlatih basket menjadi modal penting dalam menjaga kebugaran fisik selama mengikuti proses seleksi Paskibraka yang menuntut stamina prima. Selain itu, Reihan juga mengembangkan kemampuan memainkan stick master, keterampilan yang dipelajarinya sejak menjadi taruna di SMAN 2 Taruna Pamong Praja Jawa Timur. Kemampuan tersebut bahkan menjadi salah satu penampilan yang ia tampilkan dalam tes minat dan bakat pada tahap verifikasi nasional.

Di tengah jadwal pendidikan dan latihan yang padat, Reihan tetap menjaga keseimbangan kehidupan dengan meluangkan waktu untuk berjalan-jalan, menikmati kuliner, mendengarkan musik, menonton film, serta bermain gim sebagai sarana melepas penat.

Memasuki tahapan nasional, intensitas persiapannya semakin meningkat. Ia menjalani latihan fisik secara rutin pada pagi dan sore hari, menjaga pola makan bergizi, serta menerapkan disiplin dalam menjaga kesehatan dengan menghindari makanan pedas dan minuman dingin demi memastikan kondisi tubuh tetap optimal.

Bagi Reihan, tugas sebagai anggota Paskibraka Nasional bukan semata mengibarkan Sang Saka Merah Putih pada upacara kenegaraan, melainkan juga menjadi representasi karakter generasi muda Indonesia yang disiplin, berintegritas, bertanggung jawab, serta memiliki semangat nasionalisme yang kuat.

Saya ingin terus belajar, mengembangkan diri, dan menjadi pribadi yang dapat memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara," katanya.

Keberhasilan Reihan menjadi Paskibraka Nasional menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Bojonegoro. Prestasi tersebut memperlihatkan bahwa investasi dalam pendidikan karakter mampu melahirkan generasi muda yang siap bersaing di tingkat nasional.

Lebih dari sekadar pencapaian individu, perjalanan Reihan menjadi simbol bahwa kerja keras, kedisiplinan, ketekunan, dan komitmen yang dijalani secara konsisten mampu membuka jalan menuju prestasi tertinggi. Kisahnya menjadi inspirasi bagi pelajar Indonesia untuk terus berani bermimpi, berjuang tanpa menyerah, dan mengabdikan kemampuan terbaiknya demi bangsa dan negara.

Share :