- Oleh : Redaksi
Sragen — Di tengah intensitas pekerjaan fisik dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 Kodim 0725/Sragen, terselip potret humanis yang mencerminkan kuatnya solidaritas antaranggota satuan tugas. Bertempat di Desa Puro, Kecamatan Karangmalang, para prajurit memanfaatkan waktu istirahat dengan cara sederhana namun bermakna: saling memijat bahu untuk melepas lelah usai bekerja di lapangan, Rabu (29/04/2026).
Aktivitas pembangunan yang terus dikebut demi memenuhi target sasaran fisik menuntut tenaga dan ketahanan tubuh yang prima. Di bawah paparan terik matahari, para anggota Satgas TMMD terlibat langsung dalam pekerjaan berat, mulai dari pengangkutan material hingga proses pengecoran jalan yang membutuhkan stamina tinggi.
Dalam suasana jeda pekerjaan, tampak sejumlah prajurit duduk santai di tepi lokasi proyek, saling berbagi peran untuk meredakan ketegangan otot. Momen tersebut berlangsung hangat, diselingi canda tawa yang mencairkan suasana sekaligus mengembalikan semangat kerja.
Baca juga:
Salah satu anggota Satgas, Praka Aris, mengungkapkan bahwa kebiasaan saling memijat bahu menjadi cara efektif untuk memulihkan kondisi fisik di tengah padatnya aktivitas. Menurutnya, metode sederhana tersebut mampu mengurangi rasa pegal akibat beban kerja sekaligus menjaga kebugaran sebelum kembali melanjutkan tugas.
Pekerjaan di lapangan cukup menguras tenaga, terlebih dalam kondisi cuaca panas. Saat istirahat, kami saling membantu agar tubuh kembali rileks dan siap bekerja lagi,” ujarnya.
Lebih dari sekadar pemulihan fisik, interaksi tersebut memperlihatkan eratnya kebersamaan yang terbangun di antara anggota Satgas. Nilai-nilai kekompakan dan saling peduli menjadi fondasi penting dalam menjaga ritme kerja serta keberhasilan pelaksanaan program.
Program TMMD Reguler ke-128 di Sragen tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperkuat dimensi sosial dan kemanusiaan. Kehadiran prajurit di tengah masyarakat tidak sekadar sebagai pelaksana pembangunan, melainkan juga sebagai bagian dari komunitas yang menjunjung tinggi semangat gotong royong.
Dengan perpaduan antara kerja keras dan kebersamaan, pelaksanaan TMMD di Desa Puro diharapkan tidak hanya menghasilkan pembangunan fisik yang bermanfaat, tetapi juga meninggalkan jejak nilai solidaritas yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat.