- Oleh : Budi Hartono
Bojonegoro — Pasca insiden robohnya atap teras Kantor KDMP di Desa Padang, Kecamatan Trucuk, proses perbaikan kini mulai dilaksanakan. Komando Distrik Militer (Kodim) 0813 Bojonegoro memberikan klarifikasi resmi terkait penyebab kejadian tersebut, sekaligus memastikan langkah penanganan telah dilakukan secara cepat dan terukur.
Komandan Kodim (Dandim) 0813 Bojonegoro, Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, S.T., menjelaskan bahwa ambruknya atap teras bukan disebabkan oleh faktor tunggal, melainkan kombinasi dari kondisi teknis konstruksi dan faktor cuaca.
Menurutnya, plesteran tembok yang digunakan sebagai media pengikat baut plat atap masih dalam kondisi basah saat proses pemasangan dilakukan. Hal ini mengakibatkan daya ikat tidak optimal. Situasi tersebut diperburuk oleh terpaan angin kencang yang terjadi pada saat kejadian, sehingga struktur tidak mampu menahan beban dan akhirnya mengalami keruntuhan.
Plesteran tembok yang menjadi titik pengikat baut plat atap belum sepenuhnya kering. Pada saat yang bersamaan terjadi angin kencang, sehingga kekuatan struktur tidak maksimal dan mengakibatkan atap teras ambrol. Selain itu, panjang baut penyangga juga diperkirakan kurang memadai,” ujar Dandim dalam keterangannya.
Ia menegaskan bahwa dirinya langsung turun ke lokasi pada malam kejadian guna memastikan kondisi di lapangan serta mengambil langkah penanganan awal.
Baca juga:
Saat ini, proses pembenahan difokuskan pada penguatan kembali struktur atap. Sejumlah pekerja telah dikerahkan untuk melakukan pembongkaran material yang rusak, diikuti dengan pemasangan rangka baru yang dirancang lebih kokoh dan sesuai standar teknis konstruksi.
Dandim memastikan bahwa proses perbaikan berjalan sesuai rencana dan ditargetkan selesai dalam waktu dua hari ke depan.
Alhamdulillah, perbaikan sudah mulai berjalan. Kami menargetkan dalam dua hari ke depan pekerjaan ini dapat diselesaikan sehingga bangunan kembali aman digunakan,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dandim juga menyampaikan keterbukaan institusinya terhadap kritik dan masukan dari masyarakat. Ia menilai partisipasi publik penting sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas kinerja dan akuntabilitas institusi.
Kami berharap masyarakat tidak ragu untuk menyampaikan kritik dan saran apabila terdapat hal-hal yang dinilai kurang tepat. Masukan tersebut menjadi bahan evaluasi bagi kami agar dapat menjalankan tugas dan fungsi TNI secara lebih optimal,” tegasnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya ketelitian dalam setiap tahapan pekerjaan konstruksi, terutama dalam memastikan kesiapan material dan kekuatan struktur sebelum digunakan. Langkah responsif yang diambil diharapkan mampu meminimalkan risiko serupa di masa mendatang serta menjaga kepercayaan publik terhadap institusi.